Apa yang Terjadi Saat Anda Mengidap Kanker Serviks Stadium 4?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/02/2020
Bagikan sekarang

Kanker serviks adalah jenis kanker yang muncul pada leher rahim wanita dan umumnya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Di Indonesia, jumlah penderita kanker serviks sangat tinggi. Mengetahui tingkat stadium kanker sangatlah penting, karena hal ini akan membantu dokter dalam melakukan tindakan pengobatan yang tepat untuk pasien. Berikut adalah informasi yang perlu Anda ketahui seputar stadium akhir kanker serviks, yaitu stadium 4.

Perkembangan kanker serviks stadium 4

Stadium pada kanker digunakan untuk mendeskripsikan penyebaran tumor pada jenis kanker. Stadium dapat menunjukkan kepada Anda letak kanker, lokasi penyebarannya, dan pengaruhnya pada bagian tubuh yang terkena.

Mengetahui stadium kanker merupakan bagian penting untuk menentukan rencana pengobatan yang dilakukan dokter nantinya.

Stadium 4 kanker disebut juga sebagai kanker metastasis atau kanker stadium lanjut. Ini merupakan stadium akhir dari tahapan kanker. 

Tahap ini umumnya terdeteksi dari pemeriksaan panggul yang abnormal atau gejala yang dihasilkan oleh pasien yang mengalami kanker.

Pada tahap ini, sel kanker telah menyebar ke organ lain yang berdekatan dengan leher rahim, atau merambat ke organ tubuh lainnya.

Kanker leher rahim stadium akhir ini dibagi menjadi dua subkategori, yaitu:

Stadium 4A

Pada tahap ini, sel-sel kanker telah menyebar ke organ-organ tubuh yang posisinya berdekatan dengan leher rahim, seperti kandung kemih dan rektum.

Dalam beberapa kasus, sel kanker pada stadium 4A di leher rahim mungkin telah menyebar hingga ke kelenjar getah bening di sekitar serviks.

Namun, tak menutup kemungkinan sel kanker hanya tersebar ke kandung kemih atau rektum.

Stadium 4B

Tahap ini merupakan tingkatan kanker serviks yang paling berat dan berisiko memicu terjadinya komplikasi.

Pada fase ini, sel-sel kanker sudah mulai menyebar ke organ-organ tubuh lain yang terletak lebih jauh, seperti hati, tulang, paru-paru, serta kelenjar getah bening.

Umumnya, dokter menyebut tahap ini sebagai kanker sekunder atau metastatik.

Apa saja gejala kanker serviks stadium 4?

Oleh karena sudah tergolong stadium akhir, pada tahap ini gejala yang ditunjukkan lebih jelas. Namun, masing-masing individu tentunya mengalami tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Semua tergantung pada jenis sel kanker serta tahapan dalam stadium tersebut, serta organ tubuh bagian mana yang telah terdampak oleh sel kanker.

Berikut adalah beberapa gejala kanker serviks stadium 4 yang umum muncul:

  • Merasa lelah dan tidak enak badan
  • Rasa sakit di perut bagian bawah
  • Perut kembung
  • Konstipasi atau sembelit
  • Muntah dalam jumlah banyak

Gejala-gejala yang muncul biasanya juga dapat dibedakan pula berdasarkan organ tubuh mana yang terserang sel-sel kanker.

Gejala kanker serviks stadium 4 yang menyebar ke kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh serta menyaring cairan tubuh. Jika kanker telah menyebar sampai ke kelenjar getah bening, Anda mungkin akan menemukan benjolan keras yang terletak di sekitar tulang panggul.

Sel kanker serviks metastasis berpotensi menghambat pembuangan cairan dari getah bening. Akibatnya, terjadi pembengkakan di kaki Anda karena adanya penumpukan cairan. Pembengkakan ini yang disebut dengan edema.

Gejala kanker serviks stadium 4 yang menyebar ke hati

Sel kanker juga dapat menyebar hingga ke hati, tanda-tanda yang akan muncul, antara lain:

  • Rasa nyeri dan tidak nyaman di perut bagian kanan
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Pembengkakan di perut (asites)
  • Kulit menguning (jaundice)
  • Kulit terasa gatal

Gejala kanker serviks stadium 4 yang menyebar ke paru-paru

Gejala yang muncul jika kanker serviks telah menyebar ke paru-paru, antara lain:

  • Batuk yang tidak kunjung berhenti
  • Kesulitan bernapas
  • Infeksi di bagian dada
  • Batuk disertai darah
  • Penumpukan cairan di antara dinding dada dan paru-paru (efusi pleura)

Gejala kanker serviks stadium 4 yang menyebar ke tulang

Selain kelenjar getah bening, hati, dan paru, kanker serviks stadium lanjut juga berpotensi menyebar ke tulang. Gejala yang paling umum ditemukan apabila tulang terkena sel-sel kanker adalah nyeri berkelanjutan di bagian tulang tertentu, atau rasa sakit yang menusuk dan mendadak muncul. Selain itu, tulang Anda juga mungkin akan terasa lebih lemah dan mudah patah.

Harapan hidup pasien kanker serviks stadium 4

Berdasarkan diagnosis yang dilakukan National Cancer Database pada penderita kanker serviks di tahun 2000 dan 2002, angka harapan hidup lima tahun (5 Years Survival Rate) jika kanker serviks diketahui dan diobati pada stadium 4 sekitar 16% dan 15% untuk 4B.

Meski begitu, angka itu tak bisa jadi patokan mutlak. Tidak ada yang benar-benar bisa memastikan besarnya angka harapan hidup ketika Anda didiagnosis memiliki kanker serviks.

Pasalnya, ada berbagai faktor yang bisa turut andil dalam menentukan besarnya peluang hidup Anda.

Beberapa faktor yang menentukan besarnya peluang hidup Anda mulai dari stadium kanker itu sendiri, kondisi kesehatan tubuh, hingga pengobatan yang pernah atau sedang rutin Anda jalani sekarang.

Pengobatan untuk kanker serviks stadium 4

Umumnya, kanker serviks stadium lanjut yang sudah menyebar hingga ke luar leher rahim tidak memerlukan tindakan operasi. Pengobatan yang dilakukan untuk kanker serviks stadium 4 bukan untuk menyembuhkan, melainkan membuat pasien memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Pengobatan dilakukan demi mengurangi gejala dengan mengontrol perkembangan kanker atau memperpanjang kelangsungan hidup pasien.

Berikut adalah pilihan pengobatan yang direkomendasikan oleh American Cancer Society untuk pengidap kanker serviks stadium akhir:

1. Radioterapi

Radioterapi, atau terapi radiasi, adalah pengobatan dengan radiasi yang digunakan untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dilakukan dengan cara menyinari tubuh menggunakan sinar x.

Cara ini bisa juga dilakukan dengan menyisipkan kapsul kecil yang mengandung bahan radioaktif langsung dekat leher rahim (radiasi internal atau implan).

Pengobatan radioterapi untuk kanker serviks stadium 4 mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping. Salah satunya adalah stenosis vagina, yaitu terbentuknya jaringan luka di vagina.

Selain itu, radioterapi juga berpotensi menyebabkan vagina lebih kering, pembengkakan (edema) di kaki, serta melemahnya tulang panggul.

2. Kemoterapi

Kemoterapi juga jadi salah satu cara yang dipilih untuk perawatan kanker serviks stadium 4 adalah . Ini adalah prosedur yang paling umum dalam mengobati kanker jenis apa pun.

Biasanya, kemoterapi diberikan dalam rentang siklus tertentu, yang diikuti dengan masa pemulihan.

Kombinasi kemoterapi dan radioterapi (kemoradioterapi)

Dalam pengobatan kanker leher rahim stadium lanjut, kemoterapi akan dikombinasikan dengan radioterapi. Prosedur ini dinamakan dengan kemoradioterapi.

Pilihan pengobatan kemoradioterapi adalah sebagai berikut:

  • Obat cisplatin diberikan setiap minggu selama radioterapi. Obat disuntikkan 4 jam sebelum menjalani radioterapi.
  • Obat cisplatin plus 5-fluorouaracil (5-FU) diberikan 4 minggu sekali selama menjalani radioterapi.

Kebanyakan pasien akan melakukan kedua jenis terapi radiasi ini selama pengobatan. Terapi radiasi untuk kanker serviks diberikan pada pasien rawat jalan selama 4-6 minggu.

Selain cisplatin, berikut adalah obat-obatan yang biasa diberikan untuk menangani kanker serviks stadium 4:

  • Carboplatin
  • Paclitaxel (Taxol)
  • Topotecan
  • Gemcitabine (Gemzar)

Kemoradioterapi untuk kanker serviks stadium ini berpotensi menimbulkan beberapa efek samping. Beberapa di antaranya adalah perubahan siklus menstruasi, masalah pada sistem saraf, serta meningkatkan risiko terkena leukemia.

3. Pengobatan terapi target

Pengobatan terapi target juga menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kanker serviks stadium 4. Obat-obatan yang digunakan dalam terapi target bekerja sedikit berbeda dengan obat-obatan kemoterapi.

Obat terapi target bekerja secara langsung menghambat pembentukan pembuluh darah dalam sebuah tumor.

Serupa dengan pengobatan lainnya, terapi target juga mungkin akan menyebabkan terjadinya beberapa efek samping seperti tekanan darah tinggi, kelelahan, dan menurunnya nafsu makan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020