Apa yang Akan Terjadi Saat Anda Mengidap Kanker Serviks Stadium 1?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/02/2020
Bagikan sekarang

Perjalanan penyakit kanker serviks dimulai saat ada sel-sel di leher rahim yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi kanker serviks. Gejala apa saja yang mungkin muncul ketika kanker serviks berada di stadium 1? Apa pula yang harus dilakukan setelah didiagnosis?

Sejauh mana perkembangan kanker serviks stadium 1?

kanker serviks stadium 3

Kanker serviks stadium 1 adalah suatu kondisi saat sel kanker telah menyerang leher rahim, tapi tidak menyebar sampai ke jaringan maupun organ lain di sekitarnya.

Artinya, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya ataupun bergerak ke tempat yang lebih jauh.

Kanker serviks stadium 1 dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

Stadium 1A

Kanker serviks stadium 1A  merupakan bentuk awal dari tahap 1. Sel kanker yang muncul pada tahap ini adalah sel kanker dalam jumlah kecil sudah menyerang serviks dan hanya bisa dilihat di bawah mikroskop.

Tahap ini dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IA1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan mempunyai lebar <7 mm
  • Stadium IA2: Sel kanker sudah ada di jaringan serviks dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm

Stadium 1B

Pada tahap ini, sel kanker sudah bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop. Ukuran sel kanker sudah lebih besar dibandingkan stadium 1A, tapi masih hanya menyebar di jaringan serviks.

Stadium ini dibagi menjadi:

  • Stadium IB1: Kanker sudah bisa dilihat dan mempunyai ukuran ≤4 cm
  • Stadium IB2: Ukuran sel kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Apa saja gejala kanker serviks stadium 1?

menstruasi atau haid

Pada stadium ini, gejala yang Anda rasakan biasanya cukup khas. Berikut beberapa gejala kanker serviks stadium 1:

Perdarahan abnormal dari vagina

Gejala awal kanker serviks umumnya meliputi munculnya perdarahan yang tidak normal dari vagina. Anda patut curiga ketika ada darah yang keluar dari vagina, padahal bukan masanya Anda menstruasi. Hal ini bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks stadium 1.

Sakit panggul saat seks

Gejala lain yang mungkin muncul pada tahap ini adalah panggul terasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Umumnya, panggul terasa nyeri saat Anda sedang menstruasi. Namun, rasa nyeri tersebut akan segera hilang seiring selesainya menstruasi.

Sedangkan ketika nyeri pada panggul muncul di luar waktu itu, terlebih saat sedang berhubungan seksual, bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala kanker serviks pada tahap awal.

Keputihan tidak normal

Gejala kanker serviks stadium 1 lainnya juga bisa terlihat dari munculnya keputihan dengan ciri-ciri yang tidak normal. Bagaimana ciri dari keputihan yang tidak normal? Keputihan mengeluarkan aroma yang menyengat, berwarna kecokelatan atau berdarah, serta jumlah keputihan yang lebih banyak daripada biasanya.

Sulit buang air besar (BAB)

Bahkan, perubahan jadwal BAB bisa jadi gejala dari kanker leher rahim. Perhatikan, apakah Anda belakangan ini menjadi sulit BAB.

Bila kanker serviks sudah tumbuh cukup besar, benjolan kanker dapat menekan usus Anda dan membuat Anda sulit BAB.

Angka harapan hidup kanker serviks stadium 1

deteksi kanker serviks dini memperbesar peluang sembuh

Mengutip dari Cancer Research UK, sekitar 95 persen wanita dengan kanker serviks stadium 1 kemungkinan memiliki harapan hidup sekitar 5 tahun. Namun, angka itu bukanlah patokan utama, karena bisa saja pasien pada stadium ini bisa bertahan hidup lebih lama.

Mencari tahu stadium kanker serviks yang Anda miliki dapat memberi jawaban sudah sejauh mana perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh. Atas dasar itulah, dokter bisa menentukan jenis pengobatan yang paling tepat dengan kondisi Anda.

Tak ada satu pun yang dapat memastikan besarnya angka harapan hidup pasti kanker serviks stadium 1. Terdapat banyak faktor yang menentukan. Hal paling penting adalah berusaha semaksimal mungkin dalam pengobatan yang dianjurkan dokter.

Secara umum, semakin dini ditemukan semakin besar peluang kesembuhan yang dimiliki.

Apa yang harus dilakukan saat kena kanker serviks stadium 1?

kanker serviks stadium 2

Jenis pengobatan untuk kanker serviks biasanya ditentukan oleh stadiumnya. Itu sebabnya, pengobatan setiap stadium bisa saja berbeda-beda. Faktor kesehatan Anda juga dapat berpengaruh pada pilihan pengobatan kanker serviks.

Gejala kanker serviks pada stadium 1 bisa diredakan dengan menjalani pengobatan. Berikut beberapa pengobatan yang biasanya ditujukan untuk kanker serviks pada stadium ini:

1. Biopsi kerucut (cone biopsy)

Salah satu jenis pengobatan untuk kanker serviks stadium 1 adalah biopsi kerucut. Biopsi kerucut alias cone biopsy adalah salah satu jenis biopsi guna mengambil sampel jaringan serviks dalam bentuk kerucut. Jaringan tersebut diambil dari bagian luar serviks (eksoserviks) hingga area dalam (endoserviks).

Selain sebagai pengobatan untuk menghilangkan perkembangan sel prakanker, biopsi kerucut juga bisa mengambil sel kanker pada leher rahim. Jika Anda ingin hamil dan punya anak setelah mendapat pengobatan kanker serviks, biopsi kerucut bisa menjadi salah satu pilihannya.

2. Histerektomi sederhana (total)

Histerektomi sederhana disebut juga histerektomi total. Prosedur histerektomi ini dilakukan dengan mengambil serviks dan rahim sekaligus, tanpa mengangkat ovarium dan tuba falopi.

Mengingat prosedur ini melibatkan pengangkatan rahim dan serviks, otomatis cara ini tidak memungkinkan Anda untuk bisa hamil setelahnya.

Luka dari operasi ini mungkin akan menyebabkan vagina Anda mengeluarkan cairan kecokelatan atau merah muda selama 6 minggu setelah operasi. Ini adalah kondisi normal dan merupakan bagian dari pemulihan luka pascaoperasi.

Meskipun sangat jarang, histerektomi untuk kanker serviks stadium 1 kemungkinan bisa membawa efek samping, bahkan komplikasi.

Anda mungkin berisiko tinggi mengalami infeksi pascaoperasi. Infeksi tersebut ditandai dengan gejala-gejala seperti demam tinggi, menggigil, batuk, mual, dan kemerahan atau bengkak di area luka operasi.

Kemungkinan Anda juga akan mengalami masalah saat buang air kecil atau besar. Hal ini disebabkan karena kandung kemih Anda mungkin terpengaruh oleh prosedur operasi atau pemasangan ureter di tubuh Anda pascaoperasi.

Operasi kanker serviks juga berpotensi menyebabkan mati rasa dan pembengkakan di bagian kaki Anda. Saraf-saraf yang terletak di dekat pangkal paha Anda mungkin terdampak oleh prosedur operasi, sehingga Anda akan merasakan sensasi mati rasa atau kesemutan di bagian atas paha Anda.

3. Radical trachelectomy

Radical trachelectomy adalah pengobatan untuk kanker serviks stadium 1 yang mungkin dianjurkan. Prosedur ini mengangkat leher rahim, jaringan di sekitarnya, kelenjar getah bening, serta bagian atas vagina.

Pada prosedur ini, rahim dan ovarium tetap dibiarkan berada di tempatnya.

Tindakan ini menjadi prioritas bagi wanita dengan kanker serviks tahap awal dan masih mau memiliki anak. Terutama apabila prosedur ini tidak ikut mengambil kelenjar getah bening pelvis.

Apabila radical trachelectomy dilakukan bersama dengan pengangkatan kelenjar getah bening pelvis, kemungkinannya kecil bagi Anda yang masih ingin hamil setelahnya.

4. Kemoradioterapi

Sesuai namanya, kemoradioterapi adalah kombinasi dari pengobatan dengan prosedur kemoterapi dan radioterapi. Kemoradioterapi merupakan salah satu dari pilihan pengobatan untuk mengatasi gejala kanker serviks stadium 1, khususnya 1B ke atas.

Kemoterapi

Penanganan kemoterapi menggunakan obat antikanker (sitotoksik) yang ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker serviks. Obat ini bekerja dengan cara menghambat perkembangan sel-sel kanker.

Dalam kasus tertentu, kemoterapi juga akan dilakukan jika kanker kembali muncul setelah pasien dinyatakan sembuh, atau dilakukan sebelum operasi.

Kemoterapi juga merupakan pilihan pengobatan untuk mengatasi kanker serviks yang telah menyebar ke organ tubuh lain.

Kemoterapi biasanya dilakukan sebelum prosedur radioterapi. Selama radioterapi, Anda akan tetap melanjutkan pengobatan kemoterapi juga.

Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi merupakan pengobatan yang menggunakan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan radioterapi untuk kanker serviks stadium 1 terdiri dari dua jenis, yaitu radioterapi internal dan eksternal.

Radioterapi internal, atau yang juga disebut dengan brakiterapi, dilakukan dengan pemberian dosis radiasi yang tinggi di sekitar jaringan yang terdampak. Pengobatan ini membantu mengecilkan sel kanker, meringankan gejala, dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Tergantung pada jenis pengobatan, radioterapi biasanya dilakukan dengan cara rawat inap selama 7 hari atau rawat jalan.

Sementara itu, pengobatan radioterapi eksternal diberikan dengan cara menggunakan mesin dengan sinar radiasi yang ditujukan langsung di bagian tubuh yang terdampak sel kanker.

Kemoradioterapi mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping yang bervariasi pada masing-masing pasien.

Efek samping yang muncul biasanya tergantung pada jenis kemoterapi dan radioterapi yang Anda jalani. Anda tidak perlu khawatir karena efek-efek tersebut akan menghilang setelah 1-2 minggu Anda selesai menjalani terapi.

Beberapa efek samping dari kemoradioterapi yang mungkin terjadi meliputi:

  • Meningkatnya risiko terjadi infeksi
  • Pendarahan dan memar di gusi
  • Mimisan
  • Diare
  • Merasa mual
  • Tubuh terasa lelah
  • Nyeri saat buang air kecil

5. Obat-obatan dan perubahan gaya hidup

Setelah didiagnosis kanker serviks stadium 1, dokter juga akan menyarankan Anda mengonsumsi beberapa obat-obatan untuk memperlambat pertumbuhan kanker.

Di samping itu, Anda juga disarankan untuk menjalani pola makan teratur dan pola hidup lebih sehat.

Untuk melakukannya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Misalnya, jika Anda seorang perokok, Anda bisa mulai menghindari rokok. Begitu pula jika Anda seorang perokok pasif, Anda harus menghindari berbagai sumber asap rokok yang tidak sehat untuk Anda.

Hindari minuman beralkohol. Jika perlu, berhentilah mengonsumsinya. Utamakan makan sayur dan buah segar, serta berolahraga. Hal ini mungkin dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker agar stadium 1 tidak berlanjut ke stadium berikutnya.

Cara mencegah kanker serviks stadium 1

Sebenarnya, agak sulit untuk mengetahui dan mengenali gejala kanker serviks stadium 1. Pasalnya, pada tahap awal, penyakit ini tidak tanda apa pun.

Itu sebabnya, untuk mencegah kanker serviks, lakukanlah pap smear secara rutin. Hal itu memungkinkan dokter dan Anda mendeteksi lebih dini bila terjadi aktivitas sel serviks yang tak normal.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan vaksinasi HPV (human papillomavirus) agar tidak terjangkit kanker serviks di kemudian hari. Infeksi HPV diketahui merupakan 99% penyebab kanker leher rahim, termasuk stadium 1.

Virus ini tak hanya menyebar melalui hubungan seksual tapi juga dari sentuhan (skin to skin contact). Bila Anda memiliki penyakit menular seksual lainnya, maka risiko untuk terserang virus ini juga cukup tinggi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
fit saat puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020