10 Gejala Kanker Serviks yang Patut Diwaspadai Para Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kanker serviks kerap disebut sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam bagi wanita. Pasalnya, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun sampai tahap yang cukup parah. Akan tetapi, meski kanker ini sulit dideteksi, ada beberapa gejala kanker serviks yang wajib Anda ketahui. Berikut ulasan lengkap mengenai ciri-ciri kanker serviks.

Berbagai gejala kanker serviks

Kanker serviks adalah kondisi yang terjadi saat sel kanker tumbuh di leher rahim (serviks). Leher rahim atau  serviks merupakan organ sempit yang terletak di bagian bawah rahim, dan terhubung dengan vagina.

Kanker ini muncul ketika sel-sel yang melapisi serviks mulai mengalami perubahan abnormal. Ketika sel abnormal ini terus membelah, tidak mati, dan menyebabkan penumpukan berlebihan maka akan muncul benjolan atau tumor yang menjadi cikal bakal kanker.

Akibatnya, sel-sel abnormal ini tumbuh dan berkembang menjadi kanker seiring berjalannya waktu. Tumbuhnya kanker di bagian ini otomatis akan memengaruhi jalan masuk ke rahim. Padahal, peran leher rahim sangat penting, khususnya saat proses kelahiran nantinya.

Penyebab kanker serviks sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun umumnya, munculnya kanker serviks diduga karena adanya infeksi dari virus HPV (human papilloma virus).

Jenis virus HPV bukan hanya satu, melainkan ada 100 jenis. Semua jenis virus HPV ini bisa mengakibatkan berbagai macam gejala penyakit, termasuk gejala atau ciri-ciri kanker serviks.

Secara umumnya, virus HPV-16 dan HPV-18 merupakan dua jenis virus HPV yang kerap menginfeksi, sehingga kemudian menyebabkan berkembangnya kanker serviks.

Selain disebabkan oleh infeksi virus, perkembangan penyakit kanker serviks juga bisa dipicu oleh adanya berbagai faktor risiko. Kombinasi dari penyebab dan faktor risiko inilah yang kemudian mengakibatkan timbulnya kanker serviks di dalam tubuh.

Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengetahui serangkaian gejala kanker serviks agar bisa dilakukan deteksi dan penanganan segera. Biasanya, wanita dengan kanker serviks tidak memiliki gejala tertentu di awal kemunculannya.

Umumnya gejala tidak akan muncul sampai kanker sudah menyebar dan tumbuh ke jaringan terdekat. Ketika kanker mulai menyebar, barulah Anda akan merasakan berbagai gejala, seperti:

1. Perdarahan yang tidak normal

darah haid

Ada berbagai kriteria ketika perdarahan dari vagina dikatakan tidak normal. Mulai dari perdarahan setelah berhubungan seks, usai menopause, masa haid yang lebih lama, dan perdarahan di antara siklus haid.

Anda juga mungkin mengalami periode menstruasi yang terjadi dua kali dalam sebulan. Selain itu, perlu Anda waspadai juga ketika muncul perdarahan abnormal dari vagina setelah melakukan douching maupun pemeriksaan panggul.

Berbagai macam perdarahan ini merupakan ciri-ciri kanker serviks. Menurut Dr. Taraneh Shirazian, seorang ginekologi di NYU Langone Health, perdarahan abnormal pada vagina merupakan salah satu gejala umum kanker serviks.

Ditambahkan oleh Dr. Chapman Davis, selaku ginekologi di Amerika Serikat, perdarahan vagina ini juga merupakan ciri-ciri kanker serviks stadium lanjut. Sebab itu artinya, perkembangan tumor yang ada di dalam kanker serviks sudah mulai menyebar dan memengaruhi jaringan di sekitarnya.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda tidak menyepelekannya dan jangan tunda untuk memeriksakannya lebih lanjut ke dokter. Bahkan meskipun perdarahan mensturasi lebih banyak dari biasanya, atau menstruasi terjadi dua kali dalam sebulan tidak selalu mengarah pada kanker serviks, tapi tetap jangan disepelekan.

2. Keputihan yang tidak biasa

keputihan saat hamil

Normalnya, keputihan tidak berbau dan berwarna. Teksturnya juga cenderung lengket seperti lendir pada umumnya. Keputihan pada dasarnya normal dan tidak perlu dipermasalahkan selama kondisinya tidak terlihat aneh.

Sebaliknya, ada tanda-tanda di mana keputihan menjadi indikator dari adanya masalah kesehatan pada tubuh Anda. Contohnya ketika Anda mengalami kanker serviks, gejala keputihan akan terlihat berdarah, berbau amis, dan lebih kental dari biasanya.

Keputihan abnormal ini bisa muncul setelah menopause atau di antara periode menstruasi. Dr. Shirazian merincikan lebih lanjut bahwa cairan keputihan yang berdarah tersebut biasanya berwarna merah mudah maupun agak kecokelatan.

Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya potongan jaringan, atau yang biasa disebut dengan nekrotik, keluar melalui vagina. Ditambah lagi dengan keluarnya cairan yang berasal dari tumor di dalam serviks, sehingga kemudian muncullah keputihan yang abnormal sebagai ciri-ciri kanker serviks.

3. Nyeri punggung bawah dan panggul yang terus-menerus

nyeri punggung setelah melahirkan

Nyeri punggung bawah dan panggul biasanya menunjukkan adanya masalah pada organ reproduksi, termasuk leher rahim alias serviks. Terlebih lagi Anda perlu waspada ketika nyeri punggung bawah ini terasa cukup intens, tutur Dr. Gaither.

Bahkan, gejala kanker serviks yang ditandai dengan nyeri panggul dan punggung bawah juga bisa menyebar sampai ke organ tubuh lainnya. Misalnya seperti kandung kemih, usus, paru-paru, atau hati.

Dr. Chapman Davis mengungkapkan bahwa ini mungkin berarti bahwa ciri-ciri kanker serviks di dalam tubuh sudah berkembang ke stadim lanjut. Alhasil, tidak menutup kemungkinan kondisi ini bisa membuat Anda mengalami sakit pada punggung dan kaki.

Namun lagi-lagi, masalah pada serviks atau leher rahim tidak berpengaruh langsung pada saraf tubuh. Itu sebabnya, kondisi tersebut biasanya baru akan muncul setelah kanker serviks berkembang ke tahap selanjutnya. Penting untuk mewaspadai saat terus-menerus merasa nyeri panggul tanpa sebab yang jelas.

4. Kelelahan parah

cara mengatasi kelelahan

Kelelahan parah menjadi salah satu gejala kanker leher rahim yang juga perlu diwaspadai. Sebenarnya, satu dari beberapa ciri-ciri kanker serviks yang satu ini cukup umum yang juga bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit lainnya.

Secara khususnya, kelelahan parah yang merupakan tanda dari adanya kanker leher rahim biasanya disebabkan akibat perdarahan vagina yang tidak normal. Kondisi ini kemudian membuat jumlah sel darah merah dan oksigen di dalam tubuh menurun.

Akibatnya, Anda merasa sangat lelah sepanjang waktu tanpa alasan yang jelas. Dalam arti, Anda bisa mengeluh kelelahan meski sedang tidak melakukan aktivitas yang cukup berat.

Maka itu, jika Anda selalu merasa tubuh sangat lelah padahal tidak sedang melakukan aktivitas berat sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter kemungkinan akan memeriksa kadar zat besi dan sel darah merah Anda.

5. Sakit saat berhubungan seks

tips seks vaginismus

Pertumbuhan tumor di seluruh jaringan serviks bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat saat berhubungan intim. Gejala yang satu ini terutama akan semakin terasa ketika kanker servis Anda telah memasuki stadium lanjut.

Hanya saja, munculnya rasa sakit atau perdarahan saat melakukan hubungan seks tidak selalu berarti kalau Anda mengalami kondisi serius. Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Lauren Streicher, MD, selaku dosen obstetri dan ginekologi (obgyn) di Northwestern University Medical School, Amerika Serikat.

Sebab mungkin saja, nyeri atau sakit yang Anda rasakaan saat berhubungan seks sebenarnya disebabkan oleh masalah selain kanker serviks. Ambil contohnya radang serviks, infeksi vagina, dan polip serviks.

Namun, jika Anda merasakannya terus-terusan Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, bisa jadi rasa sakit ini merupakan sinyal dari tubuh sebagai ciri-ciri kanker serviks. Atas dasar itulah, Anda wajib memeriksakan kesehatan diri ke dokter setiap kali merasa sakit saat sedang memadu kasih bersama pasangan.

6. Berat badan menurun tiba-tiba

diet yang ampuh

Sama seperti jenis kanker lainnya, turunnya berat badan secara tiba-tiba bisa juga menjadi salah satu gejala kanker serviks. Kondisi ini umumnya terjadi tanpa persiapan, dalam arti Anda memang tidak sedang menjalani program khusus untuk menurunkan berat badan.

Namun tanpa sadar, kelelahan parah, merasa nyeri, serta tidak nyaman pada tubuh, dapat memengaruhi nafsu makan harian Anda. Alhasil, Anda jadi malas makan, sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

Penurunan berat badan tiba-tiba sebenarnya tidak selalu mengarah pada ciri-ciri kanker serviks. Hanya saja, sebaiknya tetap tidak boleh disepelekan, terlebih lagi ketika penurunan berat badan ini datang bersamaan dengan berbagai gejala kanker serviks lainnya.

Sebagai contohnya saat berat badan Anda mengalami penurunan sekitar 5-10 persen dalam kurun waktu 6 bulan tanpa melakukan diet dan olahraga. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada tubuh Anda. Cobalah konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu penyebab pastinya.

7. Selalu merasa mual

mual setelah berhubungan intim

Rasa mual yang tak kunjung hilang bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Kondisi ini muncul karena saat leher rahim membengkak ke arah rongga perut, saluran pencernaan dan lambung menjadi tertekan.

Alhasil, kemudian memicu refluks asam atau naiknya asam lambung ke tenggorokan sehingga membuat Anda terus merasa mual. Namun, ini biasanya bukanlah gejala utama dari kanker serviks.

8. Sakit saat buang air kecil

obat susah buang air besar

Nyeri atau sakit saat buang air kecil sebenarnya bukanlah gejala utama dari kanker serviks. Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini biasanya baru akan muncul ketika kanker telah menyebar ke berbagai jaringan di sekitarnya.

Struktur organ reproduksi wanita yang berdekatan dengan saluran kemih, sehingga berpotensi menimbulkan gejala yang mirip seperti infeksi pada saluran kemih.

Meliputi sakit saat buang air kecil, susah buang air kecil, hingga frekuensi buang air kecil yang meningkat. Konsultasikan segera dengan dokter untuk mendapatkan penyebab pasti dari kondisi Anda.

9. Kaki bengkak atau sakit

cara menghilangkan gatal di telapak kaki

Kaki yang bengkak dan sakit menjadi salah satu gejala kanker serviks yang tak banyak diketahui. Kondisi ini biasanya muncul ketika kanker sudah masuk tahap yang lebih serius.

Pengaruh dari nyeri pada punggung dan panggul dapat menjalar hingga kaki. Kaki sakit dan bengkak juga bisa muncul saat kanker serviks menyebar ke kelenjar getah bening, yang terletak di daerah antara tulang pinggul.

Selain itu, kaki yang mengalami pembengkakan juga disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh telah menghambat cairan getah bening yang seharusnya dibuang oleh tubuh. Akibatnya, cairan akan menumpuk di kaki dan mengakibatkan pembengkakan yang disebut dengan lymphedema.

10. Hasil tes pap smear yang abnormal

pemeriksaan pap smear

Tes pap smear yang abnormal memang tidak selalu menandakan adanya kanker serviks. Namun, hal ini bisa menjadi “rambu-rambu” penting yang tidak boleh disepelekan.

Jika Anda sudah melakukan tes pap dengan hasil yang abnormal, sebaiknya lakukan tes lanjutan untuk bisa menentukan penyebab pastinya.

Gejala pada setiap tahapan kanker serviks

apakah kanker serviks menular

Mengetahui gejala pada setiap tahapan atau stadium kanker serviks membantu menentukan jenis perawatan yang paling efektif. Tahapan ini biasanya menunjukkan sudah seberapa jauh kanker menyebar pada tubuh.

Stadium 0

Stadium 0 kanker serviks (karsinoma in situ) yakni adanya sel-sel abnormal yang hadir pada lapisan serviks yang paling dalam. Pertumbuhan sel-sel abnormal ini bisa berkembang menjadi kanker, dan menyebar ke jaringan normal di sekitarnya.

Stadium 1

Pada fase ini, sel kanker hanya ditemukan pada area serviks atau leher rahim.

Stadium 2

Memasuki stadium 2, kanker umumnya telah menyebar ke bagian luar rahim tapi tidak sampai ke dinding panggul maupun ke sepertiga bagian bawah vagina. Dinding panggul merupakan jaringan yang melapisi bagian tubuh di antara pinggul.

Stadium 3

Pada kanker serviks stadium 3, sel-sel kanker telah menyebar sampai ke sepertiga bagian bawah vagina. Bahkan, bisa juga sampai ke dinding panggul, atau hingga menyebabkan munculnya masalah ginjal.

Stadium 4

Berbeda dengan stadium sebelumnya, sel-sel kanker serviks di stadium 4 ini telah menyebar sampai ke area luar panggul. Bahkan, perkembangan sel-sel kanker juga bisa dilihat pada lapisan kandung kemih maupun rektum, atau telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Gejala kanker serviks biasanya sudah semakin parah di tahap ini. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mendeteksi gejala kanker serviks sejak awal kemunculannya.

Tujuannya agar pengobatan dan perawatan dini bisa segera dilakukan untuk mencegah kondisi semakin parah. Dengan begitu, angka harapan hidup Anda akan jauh lebih tinggi.

Kapan harus ke dokter?

tes pap smear

Sebenarnya, menyadari kalau Anda memiliki serangkaian gejala kanker serviks seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, merupakan pertanda bahwa Anda perlu konsultasi dengan dokter.

Jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Perdarahan tidak normal
  • Perdarahan setelah berhubungan intim
  • Perdarahan baru setelah menopause

Meski perdarahan vagina sangat umum dalam beberapa kondisi, misalnya saat menstruasi, tapi pahami sekiranya penyebab dari perdarahan yang Anda alami. Pasalnya, perdarahan vagina bisa menjadi gejala paling umum dari kanker serviks atau leher rahim.

Dokter nantinya akan memeriksa kondisi serta riwayat kesehatan Anda, maupun menganjurkan pemeriksaan pap smear.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca