10 Gejala Umum Kanker Serviks dan Ciri di Setiap Stadium

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Kanker serviks kerap disebut sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam bagi wanita. Pasalnya, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan tanda apa pun sampai tahap yang cukup parah. Akan tetapi, meski kanker ini sulit dideteksi, ada beberapa gejalanya yang wajib Anda ketahui. Berikut ulasan lengkap mengenai gejala atau ciri-ciri kanker serviks.

Berbagai gejala kanker serviks

Kanker serviks adalah kondisi yang terjadi saat sel kanker tumbuh di leher rahim (serviks). Leher rahim atau  serviks merupakan organ sempit yang terletak di bagian bawah rahim, dan terhubung dengan vagina.

Kanker ini muncul ketika sel-sel yang melapisi serviks mulai mengalami perubahan abnormal. Ketika sel abnormal ini terus membelah, tidak mati, dan menyebabkan penumpukan berlebihan, akan muncul benjolan atau tumor.

Akibatnya, sel-sel abnormal bisa berkembang menjadi sel kanker pada serviks dan mulai memunculkan gejala.

Penyebab kanker serviks sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi HPV (human papilloma virus).

Jenis virus HPV bukan hanya satu, melainkan ada 100. Semuanya ini bisa menyebabkan berbagai gejala penyakit, termasuk kanker serviks.

Secara umum, virus HPV-16 dan HPV-18 merupakan jenis yang sering menginfeksi dan menyebabkan terjadinya kanker serviks.

Mengetahui gejala kanker serviks sejak dini menjadi hal yang penting bagi setiap wanita agar deteksi sedini mungkin bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Biasanya, wanita dengan kanker serviks tidak memiliki gejala tertentu di awal kemunculannya.

Umumnya keluhan tidak akan muncul sampai kanker serviks sudah menyebar dan tumbuh ke jaringan terdekat. Ketika kanker serviks mulai menyebar, barulah Anda akan merasakan berbagai gejala atau ciri-ciri, seperti:

1. Perdarahan yang tidak normal

darah haid

Ada berbagai kriteria ketika perdarahan dari vagina dikatakan tidak normal. Mulai dari perdarahan setelah berhubungan seks, usai menopause, masa haid yang lebih lama, dan perdarahan di antara siklus haid.

Anda juga mungkin mengalami periode menstruasi yang terjadi dua kali dalam sebulan. Selain itu, perlu Anda waspadai juga ketika muncul perdarahan abnormal dari vagina setelah melakukan douching maupun pemeriksaan panggul.

Menurut Dr. Taraneh Shirazian, seorang ginekolog di NYU Langone Health, perdarahan abnormal pada vagina merupakan salah satu gejala umum kanker serviks.

Ditambahkan oleh Dr. Eloise Chapman-Davis, seorang dokter kandungan di Amerika Serikat, perdarahan vagina ini juga merupakan ciri-ciri kanker serviks stadium lanjut. Sebab itu artinya, perkembangan tumor yang ada di dalam kanker serviks sudah mulai menyebar dan memengaruhi jaringan di sekitarnya.

Jika ciri-ciri kanker serviks ini muncul, sebaiknya Anda tidak menyepelekannya dan jangan tunda untuk memeriksakannya lebih lanjut ke dokter.

2. Keputihan yang tidak biasa

keputihan saat hamil

Normalnya, keputihan tidak berbau dan berwarna. Teksturnya juga cenderung lengket seperti lendir pada umumnya. Kondisi ini sebenarnya normal dan tak perlu dikhawatirkan selama kondisinya masih dalam batas wajar.

Meski begitu, ada kondisi keputihan yang menandakan masalah kesehatan tertentu, seperti kanker serviks. Keputihan karena kanker serviks akan terlihat berdarah, berbau amis, dan lebih kental dari biasanya.

Keputihan abnormal ini bisa muncul setelah menopause atau di antara periode menstruasi. Dr. Shirazian merincikan lebih lanjut bahwa cairan keputihan yang berdarah biasanya berwarna merah muda ataupun agak kecokelatan.

Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya potongan jaringan, atau biasa disebut nekrotik, keluar melalui vagina. Ditambah lagi, ada pula cairan yang berasal dari tumor di dalam serviks yang membuat keputihan menjadi abnormal.

3. Nyeri punggung bawah dan panggul yang terus-menerus

nyeri punggung setelah melahirkan

Nyeri punggung bawah dan panggul biasanya menunjukkan adanya masalah pada organ reproduksi, termasuk leher rahim alias serviks. Terlebih lagi Anda perlu waspada ketika nyeri punggung bawah ini terasa cukup intens.

Bahkan, gejala kanker serviks yang ditandai dengan nyeri panggul dan punggung bawah juga bisa menyebar sampai ke organ tubuh lainnya, seperti kandung kemih, usus, paru, atau hati.

Dr. Chapman Davis mengungkapkan bahwa ciri-ciri ini mungkin menunjukkan bahwa kanker serviks telah berkembang ke stadium lanjut.

Hal ini karena masalah yang muncul pada serviks atau leher rahim tidak langsung berpengaruh pada saraf tubuh. Itu sebabnya, gejalanya baru akan muncul saat sudah tahap lanjut.

Jika Anda mengalami sakit punggung atau panggul yang terus-menerus tanpa alasan yang jelas, periksakanlah diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

4. Kelelahan parah

cara mengatasi kelelahan

Kelelahan parah menjadi salah satu ciri-ciri kanker serviks yang juga perlu diwaspadai.

Meski mirip dengan gejala penyakit lainnya, kelelahan akibat kanker serviks biasanya lebih parah. Hal ini juga karena perdarahan vagina yang tidak normal. Akibatnya, jumlah sel darah merah dan oksigen di dalam tubuh menurun.

Anda pun merasa sangat lelah sepanjang waktu tanpa alasan jelas. Bahkan, bisa saja Anda mengeluh kelelahan meski sedang tidak melakukan aktivitas yang cukup berat.

Jika Anda merasakan kelelahan yang tidak biasa dan tak cukup dengan beristirahat saja, cobalah periksakan diri Anda ke dokter. Dokter mungkin akan memeriksa kadar zat besi dan sel darah merah Anda, untuk memastikan apakah yang Anda alami merupakan gejala kanker serviks atau bukan.

5. Sakit saat berhubungan seks

tips seks vaginismus

Pertumbuhan tumor di seluruh jaringan serviks bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat saat berhubungan intim. Gejala yang satu ini terutama akan semakin terasa ketika kanker servis telah memasuki stadium lanjut.

Walaupun demikian, rasa sakit atau perdarahan yang muncul saat berhubungan seks tidak berarti langsung menandakan bahwa Anda mengalami kondisi serius.

Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Lauren Streicher, MD, selaku dosen obstetri dan ginekologi (obgyn) di Northwestern University Medical School, Amerika Serikat.

Nyeri atau sakit yang Anda rasakan saat berhubungan seks bisa jadi disebabkan oleh masalah lain dan bukan merupakan gejala kanker serviks. Radang serviks, infeksi vagina, dan polip serviks juga bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks.

Namun, jika Anda merasakannya terus-terusan Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, bisa jadi rasa sakit ini merupakan sinyal tubuh untuk menginformasikan ciri-ciri kanker serviks.

6. Berat badan turun tiba-tiba

diet yang ampuh

Sama seperti jenis kanker lainnya, turunnya berat badan secara tiba-tiba bisa juga menjadi salah satu gejala atau ciri-ciri kanker serviks. Kondisi ini umumnya terjadi tanpa persiapan. Maksudnya adalah Anda tidak sedang menjalani program khusus untuk menurunkan berat badan.

Namun gejala kanker serviks yang satu ini sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi seperti kelelahan parah, merasa nyeri, serta tidak nyaman pada tubuh. Akibatnya, Anda jadi malas makan dan berat badan pun turun.

Penurunan berat badan tiba-tiba sebenarnya tidak selalu mengarah pada ciri-ciri kanker serviks. Namun, Anda tak boleh mengabaikannya, terlebih jika ada gejala lain yang mengikuti.

Mari ambil contoh. Berat badan Anda mengalami penurunan sekitar 5-10% dalam kurun waktu 6 bulan tanpa diet dan olahraga. Ini bisa jadi tanda adanya masalah pada tubuh Anda.

Cobalah konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari tahu penyebab pastinya. Meski tidak selalu gejala dari kanker serviks, tak ada salahnya melakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

7. Selalu merasa mual

mual setelah berhubungan intim

Rasa mual yang tak kunjung hilang bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Keluhan ini muncul karena saat leher rahim membengkak ke arah rongga perut, saluran pencernaan dan lambung menjadi tertekan.

Alhasil, kondisi tersebut memicu refluks asam atau naiknya asam lambung ke tenggorokan. Anda pun jadi terus-terusan merasa mual. Namun, biasanya ini bukanlah gejala utama.

8. Sakit saat buang air kecil

ciri kanker serviks

Nyeri atau sakit saat buang air kecil sebenarnya bukanlah gejala utama kanker serviks. Ciri-ciri kanker serviks yang satu ini biasanya baru akan muncul ketika kanker telah menyebar ke berbagai jaringan di sekitarnya.

Struktur organ reproduksi wanita yang berdekatan dengan saluran kemih berpotensi menimbulkan gejala yang mirip seperti infeksi saluran kemih.

Ciri-ciri kanker serviks meliputi sakit saat buang air kecil, susah buang air kecil, hingga frekuensi buang air kecil yang meningkat. Konsultasikan segera dengan dokter untuk mendapatkan penyebab pasti dari kondisi Anda.

9. Kaki bengkak atau sakit

cara menghilangkan gatal di telapak kaki

Tak banyak diketahui, kaki bengkak dan sakit menjadi salah satu tanda kanker serviks yang harus Anda waspadai. Keluhan ini biasanya muncul jika kanker sudah ada di tahap yang lebih serius.

Pengaruh dari nyeri pada punggung dan panggul dapat menjalar hingga kaki. Gejala ini juga bisa muncul saat kanker serviks menyebar ke kelenjar getah bening, yang terletak di daerah antara tulang pinggul.

Selain itu, kaki yang mengalami pembengkakan juga disebabkan oleh sel kanker yang telah menghambat cairan getah bening yang seharusnya dibuang oleh tubuh. Akibatnya, cairan akan menumpuk di kaki. Kondisi ini mengakibatkan pembengkakan, yang disebut dengan limfedema.

10. Hasil tes pap smear yang abnormal

pap smear dan tes iva deteksi kanker serviks

Tes pap smear yang abnormal memang tidak selalu menjadi gejala dari kanker serviks. Namun, hal ini bisa menjadi “rambu-rambu” penting yang tidak boleh disepelekan.

Jika Anda sudah melakukan tes pap dengan hasil yang abnormal, sebaiknya lakukan tes lanjutan untuk mengetahui kondisi Anda sebenarnya.

Gejala kanker serviks di setiap stadiumnya

apakah kanker serviks menular

Mengetahui ciri-ciri pada setiap tahapan atau stadium kanker serviks membantu menentukan jenis perawatan yang paling efektif. Tahapan ini biasanya menunjukkan sudah seberapa jauh kanker menyebar pada tubuh.

Stadium 0

Stadium 0 kanker serviks (karsinoma in situ) yakni adanya sel-sel abnormal yang hadir pada lapisan serviks yang paling dalam. Pertumbuhan sel-sel abnormal ini bisa berkembang menjadi kanker, dan menyebar ke jaringan normal di sekitarnya.

Stadium 1

Pada fase ini, sel kanker hanya ditemukan pada area serviks atau leher rahim.

Stadium 2

Memasuki stadium 2, ciri yang umum muncul dari pemeriksaan adalah kanker umumnya telah menyebar ke bagian luar rahim. Meski begitu, penyebarannya mungkin tidak sampai ke dinding panggul ataupun ke sepertiga bagian bawah vagina. Dinding panggul merupakan jaringan yang melapisi bagian tubuh di antara pinggul.

Stadium 3

Pada kanker serviks stadium 3, sel-sel kanker telah menyebar sampai ke sepertiga bagian bawah vagina. Bahkan, bisa juga sampai ke dinding panggul, atau hingga menyebabkan munculnya masalah ginjal.

Stadium 4

Berbeda dengan stadium sebelumnya, ciri-ciri sel kanker serviks di stadium 4 adalah telah menyebar sampai ke area luar panggul.

Bahkan, perkembangannya juga bisa dilihat pada lapisan kandung kemih maupun rektum, atau telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ciri-ciri kanker serviks yang muncul biasanya sudah semakin parah di tahap ini. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mendeteksi gejala kanker serviks sejak awal kemunculannya.

Tujuannya agar pengobatan dan perawatan dini bisa segera dilakukan untuk mencegah kondisi semakin parah. Dengan begitu, angka harapan hidup Anda akan jauh lebih tinggi.

Merasakan gejala kanker serviks, kapan harus ke dokter?

tes pap smear

Sebenarnya, menyadari bahwa Anda memiliki serangkaian ciri-ciri kanker serviks di atas, merupakan pertanda bahwa Anda perlu konsultasi dengan dokter.

Jangan tunda untuk segera memeriksakan diri apabila Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Perdarahan tidak normal
  • Perdarahan setelah berhubungan intim
  • Perdarahan baru setelah menopause

Meski perdarahan vagina sangat umum, misalnya saat menstruasi, tapi pahami sekiranya penyebab dari perdarahan yang Anda alami. Pasalnya, perdarahan vagina bisa menjadi gejala paling umum dari kanker serviks atau leher rahim.

Dokter nantinya akan memeriksa kondisi serta riwayat kesehatan Anda, dan menanyai ciri-ciri yang mengarah ke kanker serviks, yang mungkin Anda alami. Dokter mungkin juga akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear dan HPV.

Apakah kanker serviks bisa dicegah?

Tentu. Anda tak perlu cemas karena munculnya ciri-ciri kanker serviks, sebab sebenarnya Anda dapat mencegah kondisi yang satu ini.

Tak perlu menunggu mencurigai ciri-ciri tertentu, Anda dapat mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks. 

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari infeksi virus HPV adalah:

  • Melakukan vaksin HPV. Vaksin HPV dapat memperkuat kekebalan tubuh Anda dalam melawan virus HPV (jika sewaktu-waktu masuk ke dalam tubuh Anda). Disarankan agar Anda mendapatkan vaksin HPV sebelum Anda aktif secara seksual atau usia 9-26 tahun.
  • Melakukan pap smear secara rutin. Dengan melakukan pap smear, Anda dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada sel di serviks Anda. Dengan begitu, sel yang mengarah ke kanker serviks dapat dideteksi lebih dini dan bisa dilakukan pencegahan. Bicarakan dengan dokter Anda seberapa sering Anda harus melakukan pap smear berdasarkan usia dan kondisi medis Anda.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman. Ingat, virus HPV menyebar melalui kontak seksual. Sangat disarankan agar Anda selalu melakukan hubungan seksual yang aman, seperti selalu menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.
  • Tidak merokok. Wanita yang merokok memiliki risiko yang lebih besar untuk mengembangkan kanker serviks.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 11, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca