Perjalanan penyakit kanker serviks dimulai saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi kanker serviks. Lalu apa yang harus dilakukan setelah Anda didiagnosis dengan kanker serviks stadium 1 atau awal?

Kondisi tubuh orang dengan kanker serviks stadium 1

Pada tahap ini, sel kanker telah menyerang serviks, tapi tidak tumbuh di luar rahim. Sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya atau menyebar ke tempat yang lebih jauh. Stadium 1 dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

Stadium IA: Ini merupakan bentuk awal dari tahap 1. Sel kanker dalam jumlah kecil sudah menyerang serviks dan ini hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Stadium 1A dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IA1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan mempunyai lebar <7 mm
  • Stadium IA2: Sel kanker sudah ada di jaringan servik dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm

Stadium IB: Sel kanker sudah bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop. Ukuran sel kanker sudah lebih besar dibandingkan stadium 1A, tapi masih menyebar hanya di jaringan serviks. Stadium 1B dibagi menjadi:

  • Stadium IB1: Kanker sudah bisa dilihat dan mempunyai ukuran ≤4 cm
  • Stadium IB2: Ukuran sel kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Apa yang harus dilakukan ketika Anda didiagnosis terkena kanker serviks stadium 1?

Melakukan pengobatan

Pengobatan kanker serviks bisa dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

1. Operasi

Tindakan ini akan mengangkat bagian yang terkena kanker. Operasi juga masih bisa dilakukan jika kanker belum menyebar atau masih berada di stadium awal. Berikut ini merupakan pilihan metode operasi yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker serviks stadium awal Anda, yakni:

  • Radical trachelectomy – serviks, jaringan sekitar dan bagian atas vagina diangkat, namun rahim tetap pada tempatnya sehingga Anda masih bisa punya anak. Karena itulah tindakan bedah ini biasanya jadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih mau punya anak.
  • Histerektomi – serviks dan rahim diangkat, tergantung pada tahap kanker, mungkin diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Anda sudah tidak bisa memiliki anak lagi jika Anda melakukan histerektomi.
  • Pelvic exenteration – operasi besar di mana serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rektum diangkat. Seperti histerektomi, Anda sudah tidak bisa punya anak lagi setelah menjalani pembedahan ini.

2. Radioterapi

Pada tahap kanker serviks stadium 1, Anda dapat ditangani dengan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Kemudian, apabila kanker sudah pada tahap lanjut, dokter dapat merekomendasi radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada pasien.

Pada prosedur ini, tubuh Anda dipaparkan dengan radiasi. Sumber radiasi dapat berasal dari eksternal, dengan mesin yang memancarkan radiasi pada tubuh Anda, atau secara internal. Dengan metode internal, sebuah implan akan dipasang ke dalam tubuh Anda untuk memberi radiasi. Ada beberapa kasus di mana 2 metode ini dikombinasikan. Rangkaian radioterapi biasanya berlangsung selama 5 hingga 8 minggu.

Menjalani hidup yang sehat dan positif

Setelah didiagnosis mengidap kanker serviks tingkat 1, dokter akan menyarankan Anda mengonsumsi beberapa obat-obatan untuk memperlambat pertumbuhan kanker. Anda juga disarankan untuk menjalani diet dan pola hidup lebih sehat. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan antara lain adalah dengan cara menghindari rokok, minuman beralkohol, makan makanan yang sehat tanpa pengawet, dan lakukan olahraga.

Tempatkan diri Anda di sekitar orang-orang, lingkungan, dan suasana yang positif. Anda bisa bergabung ke komunitas kanker, bertemu dengan para survivor kanker untuk melihat dan menginspirasi diri Anda untuk bisa dan mampu melawan penyakit kanker.

Anda juga harus mempersiapkan diri dengan banyak-banyak membaca serta mendapatkan informasi tentang kanker serviks dari dokter atau web kesehatan terpercaya. Hal ini untuk menjembatani dan menyiapkan diri Anda mengenai efek samping pengobatan kanker seperti rambut yang rontok, hilangnya nafsu makan, sampai hasrat seks yang menurun.

Apa kanker serviks bisa dicegah?

Sulit untuk mengetahui dan mengenali gejala awal kanker serviks, karena biasanya pada stadium yang sangat awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Pertumbuhan sel kanker di fase awal ini hanya bisa terdeteksi dengan melakukan Pap smear.

Namun sayangnya, sebagian besar pasien kanker serviks baru datang berobat setelah mengalami kanker serviks stadium lanjut. Dari semua kasus baru, sebanyak 70% kasus yang ditemukan adalah perempuan dengan kanker serviks stadium lanjut yang artinya semakin sulit untuk disembuhkan.

Maka dari itu, sebaiknya Anda melakukan Pap smear secara berkala, karena dengan alat tersebut dapat terlihat dan terdeteksi bila terjadi aktivitas sel serviks yang tak normal. Jadi, kanker serviks dapat dicegah.

Cara pencegahan yang tak kalah penting adalah dengan vaksinasi HPV. Infeksi akibat virus HPV adalah salah satu penyebab utama kejadian kanker serviks. Virus ini seringnya disebarkan melalui hubungan seksual, namun juga bisa menular lewat kontak kulit ke kulit, sehingga, semua orang memiliki risiko tertular penyakit ini .

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca