6 Jenis Pemeriksaan di Dokter untuk Mendiagnosis Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020
Bagikan sekarang

Walaupun memeriksa payudara sendiri (SADARI) bisa dilakukan sebagai upaya awal mendeteksi benjolan pada payudara, kanker tidak bisa didiagnosis tanpa pemeriksaan atau tes di rumah sakit. Melakukan pemeriksaan di dokter berguna untuk memastikan kondisi dan stadium penyebaran kanker di tubuh. Terdapat beberapa jenis tes kanker payudara yang biasa dijalankan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pilihan pemeriksaan kanker payudara

ciri-ciri kanker payudara ciri awal kanker payudara, ciri-ciri benjolan kanker payudara, penyebab kanker payudara, ciri kanker payudara stadium awal

Tes untuk diagnosis kanker payudara tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda butuh bantuan dokter dan tenaga medis di rumah untuk memastikannya. Berikut berbagai tes untuk mendiagnosis kanker payudara yang biasa dilakukan:

1. Pemeriksaan payudara klinis

Sebelum memeriksa kondisi Anda dengan bantuan alat medis, dokter terlebih dahulu akan memeriksa payudara dengan tangan kosong.

Tes ini dinamakan pemeriksaan payudara klinis untuk melihat bentuk, ukuran, warna, dan tekstur payudara untuk mendeteksi kemungkinan kanker. Untuk itu, dokter atau perawat biasanya akan memijat payudara dengan gerakan melingkar guna mendeteksi letak benjolan di sekitar payudara.

Selain melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara, dokter juga akan melihat kelenjar getah bening di ketiak dan atas tulang selangka. Jika ada pembengkakan atau benjolan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan tes lainnya.

2. Mammografi

Mammografi (mamografi) adalah pemeriksaan untuk mendiagnosis keberadaan kanker payudara, baik pada wanita yang memiliki atau tanpa gejala.

Dilansir dari American Cancer Society, pemeriksaan mammografi sering kali bisa mendeteksi keberadaan benjolan kanker payudara ketika ukurannya masih kecil dan belum terasa jika disentuh.

Mammografi dilakukan dengan mengambil jaringan masing-masing payudara dengan sinar X. Pengambilan gambar ini dilakukan dengan bantuan alat khusus. Alat yang digunakan yaitu berupa piringan yang akan membantu menyangga dan menghimpit payudara.

Tak hanya dari satu sisi, petugas medis yang bertugas akan mengambil gambar payudara dari beberapa sudut berbeda. Dengan begitu, keseluruhan jaringan payudara bisa terlihat. Area abnormal yang ada pada payudara akan terlihat karena biasanya memiliki warna yang berbeda dengan area lainnya.

Ketika mamogram (hasil gambar mammografi) menunjukkan ada area yang berbeda di payudara, dokter akan melakukan tes lanjutan. Ini karena mammografi saja tidak cukup untuk memastikan jaringan abnormal tersebut kanker atau bukan.

The American Cancer Society merekomendasikan wanita untuk memulai prosedur pemeriksaan kanker payudara ini pertama kali di usia 40 sampai 44 tahun. Pasalnya, selain sebagai alat diagnosis, mammografi bisa menjadi cara bijak untuk mengetahui adanya kemungkinan adanya kanker payudara sejak dini.

Oleh karena itu penting untuk rutin melakukan pemeriksaan mammografi mengingat risiko kanker payudara meningkat tiap bertambahnya usia.

Ada baiknya untuk rutin mamografi setahun sekali saat menginjak usia 45 sampai 54 tahun. Saat usia 55 tahun ke atas, lakukan tes mamografi setidaknya 2 tahun sekali untuk mencegah kanker payudara.

Sebelum melakukan prosedur ini, diskusikan dan mintalah saran dokter mengenai kapan waktu yang tepat memulai pemeriksaan mamografi untuk mendeteksi kanker payudara.

3. USG payudara

Mungkin tidak asing bagi Anda mendengar prosedur USG atau ultrasonografi. Mirip dengan USG kehamilan, USG payudara merupakan tes pemeriksaan kanker dengan bantuan gelombang suara yang menampilkan gambar di layar komputer.

Saat melakukan USG, dokter akan mengoleskan gel di kulit payudara dan mengarahkan alat seperti tongkat yang bernama transduser di permukaannya. Selama pemeriksaan, transduser akan digerakkan di area kulit sekitar payudara, terutama yang dicurigai terdapat sel kanker.

Melalui transduser, gelombang suara dan gema dari dalam jaringan payudara akan memantul. Pantulan ini nantinya akan terlihat sebagai gambar hitam putih di layar komputer. Biasanya jaringan abnormal pada payudara terlihat seperti gambar berwarna putih yang berbeda dari area di sekitarnya.

USG payudara bisa mendeteksi perubahan pada payudara seperti benjolan atau perubahan jaringan. Selain itu, USG payudara juga bisa membedakan benjolan berisi kista atau cairan dan massa padat yang mungkin jadi cikal bakal kanker.

4. MRI payudara

Magnetic resonance imaging (MRI) payudara adalah tes kanker payudara dengan menggunakan magnet dan gelombang radio. Kombinasi keduanya akan menghasilkan gambar di seluruh bagian payudara dan menunjukkan jaringan lunak dengan sangat jelas.

MRI sering disarankan untuk wanita yang berisiko tinggi terkena kanker. Biasanya wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara dan memiliki kelainan gen tertentulah yang risikonya cukup tinggi.

Skrining MRI direkomendasikan untuk dijalani bersamaan dengan mamografi tahunan. Selain itu, MRI juga seringnya dilakukan sebagai pemeriksaan untuk wanita yang telah didiagnosis kanker payudara.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur ukuran kanker dan mencari kemungkinan tumor lain di payudara.

Tes kanker payudara ini biasanya memakan waktu sekitar 1,5 jam.

5. Biopsi

Biopsi payudara adalah prosedur tes yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan yang dicurigai terdapat sel kanker di dalamnya. Sampel ini nantinya akan diperiksa di laboratorium di bawah mikroskop untuk dilihat karakteristiknya. Dari pemeriksaan di bawah mikroskop inilah keberadaan jaringan sel kanker bisa diketahui.

Dalam ilmu kedokteran, ada empat jenis biopsi yang biasa dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya kanker payudara. Pemilihan jenis pemeriksaan biopsi kanker payudara ini berdasar pada:

  • Perubahan payudara
  • Seberapa besar ukuran benjolan
  • Letak sel yang mencurigakan di payudara
  • Muncul lebih dari satu sel kanker
  • Masalah kesehatan lain yang dimiliki
  • Keinginan pribadi

Berikut empat macam pemeriksaan biopsi untuk kanker payudara:

Fine-needle aspiration biopsy

Jenis biopsi yang satu ini digunakan untuk melihat keberadaan benjolan dicurigai kanker payudara berbentuk padatan.

Saat prosedur, dokter akan memasukkan jarum tipis yang melekat di jarum suntik untuk menyedot jaringan di dalamnya. Sampel jaringan kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk dicek kondisinya. Sampel jaringan yang didapat dari prosedur ini jumlahnya terbatas, sehingga pemeriksaan yang dapat dilakukan di laboratorium pun terbatas.

Setelah biopsi, area yang diperiksa tadi biasanya mengalami pembengkakan dan perdarahan ringan. Hal ini membuat payudara terlihat lebih besar di satu sisi dan bengkak. Namun Anda tak perlu khawatir karena efek samping pemeriksaan kanker payudara ini akan hilang seiring berjalannya waktu.

Core needle biopsy

Jika prosedur sebelumnya menggunakan jarum yang cukup tipis, kali ini jarum yang digunakan lebih besar. Jarum untuk biopsi biasanya tersambung pada alat pegas yang memungkinkan jarum bergerak keluar masuk jaringan dengan cepat.

Ukuran jarum yang lebih besar memungkinkan sampel jaringan yang diambil lebih banyak. Hal memungkinkan lebih banyak pemeriksaan dapat dilakukan di laboratorium.

Prosedur biopsi yang satu ini menjadi tes lanjutan dari USG payudara, mamografi, atau MRI sebagai pemeriksaan kanker. Dalam tes pencitraan, sudah tergambar jaringan abnormal yang dicurigai sebagai sel kanker. Melalui biopsi, dugaan ini akan dipastikan agar lebih jelas.

Setelah selesai, dokter akan meminta Anda untuk tidak beraktivitas terlebih dahulu sampai pulih sepenuhnya. Pasalnya payudara mungkin akan terasa nyeri, memar, perdarahan, dan bengkak.

Surgical biopsy

Surgical biopsy adalah tes pemeriksaan kanker payudara yang dilakukan dengan mengangkat sebagian benjolan lewat pembedahan. Tujuan pengangkatan sebagian jaringan ini yaitu untuk diteliti di bawah mikroskop.

Dikarenakan melibatkan pembedahan, efek samping yang akan Anda rasakan yaitu munculnya bekas luka sayatan di area biopsi. Selain itu, bentuk payudara juga akan mengalami perubahan tergantung pada seberapa banyak jaringan yang diangkat.

Lymph nodes biopsy

Ketika Anda sudah positif didiagnosis kanker payudara, prosedur biopsi yang satu ini kerap dilakukan. Tes kanker payudara yang satu ini dilakukan untuk mencari tahu apakah sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau belum.  Sesuai namanya, dokter akan mengambil sampel kelenjar getah bening di bawah lengan atau sekitar tulang leher.

Dari sekian banyak prosedur pemeriksaan kanker payudara ini, dokter hanya akan memilihkan mana yang paling sesuai untuk Anda. Tanyakan lebih jauh mengenai keuntungan dan efek samping dari berbagai prosedur tes yang akan Anda jalani.

Sumber foto: Medical News Today

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Biopsi serviks biasanya dilakukan untuk mengamati sel yang dicurigai. Prosedur ini tidak harus mengangkat seluruh benjolan. Bagaimana biopsi ini dilakukan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers Februari 29, 2020

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 Februari 18, 2020

Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Mengetahui adanya benjolan di payudara mungkin membuat Anda khawatir. Padahal, sering kali tumor di payudara bersifat jinak. Kenali gejalanya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin

Direkomendasikan untuk Anda

merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang April 18, 2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 7, 2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang April 4, 2020
periksa mamografi

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 28, 2020