Yang Perlu Disiapkan Sebelum Anda Menjalani Tes Payudara Mammografi

Sama seperti pap smear, kebanyakan orang akan dianjurkan untuk menjalani mammografi secara teratur selama hidup mereka. Akan tetapi bagi kebanyakan orang yang tidak pernah menjalani skrining payudara sebelumnya, antisipasi tes mammogram pertama kali dapat menjadi pengalaman yang lumayan bikin deg-degan.

Ketidaktahuan soal apa yang terjadi selama prosedur dan apa yang harus dipersiapkan seringkali menjadi alasan kuat untuk beberapa perempuan selalu menunda-nunda tes mammografi pertama mereka. Untuk membantu menenangkan pikiran, berikut adalah sejumlah hal yang perlu Anda tahu sebelum menjalani mammografi untuk pertama kalinya.

Yang perlu diketahui seputar tes mammografi

1. Dianjurkan untuk orang di atas 40 tahun 

Biasa dilakukan di atas usia 40 tahun, pemeriksaan ini sering disebut sebagai pemeriksaan dasar atau awal (base line mammography/initial mammograph). Selain itu, biasanya dokter juga akan menganjurkan untuk melakukan USG yang digunakan sebagai pelengkap mammografi.

2. Ibu hamil dan menyusui tidak diperkenankan melakukan mammografi

Sebelum menjalani mammogram pertama, pastikan Anda telah memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau curiga sedang hamil. Mammografi tidak akan dilakukan pada wanita dengan kondisi ini. 

Alasannya karena paparan sinar X-ray dari alat mammografi ditakutkan akan membahayakan kondisi janin di dalam kandungan ibu. Sebagai gantinya, dokter akan menyarankan teknik pemindaian lain — seperti ultrasound (USG).

3. Jadwalkan mammografi seminggu setelah menstruasi

Ketika dokter sudah menyarankan Anda untuk menjalani prosedur ini, jadwalkan pemeriksaan ini ketika payudara Anda sedang tidak membengkak atau mengeras. 

Ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin hadir selama Anda menjalani pemeriksaan, dan juga untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. 

Sebisa mungkin hindari mammogram seminggu sebelum dan selama menstruasi Anda.Sebab di masa ini, biasanya payudara sedang mengencang dan agak membesar dikarenakan adanya perubahan hormon pada tubuh menjelang dan selama menstruasi.

4. Jangan pakai deodoran, parfum, bedak, atau body lotion

Hindari menggunakan deodoran, bedak, lotion badan, krim, atau parfum di ketiak atau di sekitar payudara sebelum melakukan tes. Hal ini dikarenakan partikel zat asing atau logam yang terkandung di dalam produk-produk ini bisa tampak pada rontgen sebagai bintik-bintik putih mirip pengapuran atau penumpukan kalsium. 

Akibatnya, pembacaan hasil mammografi (mammogram) menjadi kurang akurat dan dapat membingungkan dokter. Jika ingin tetap menggunakan deodoran, lotion, maupun bedak di sekitar ketiak, solusinya Anda dapat melakukan mammografi di pagi hari.

Dengan begitu, Anda bisa mengoleskan deodoran setelah tes selesai bila akan melanjutkan aktivitas lain setelahnya.

5. Anda akan diminta telanjang dari pinggang ke atas

Membuka baju dari pinggang ke atas, termasuk juga melepas bra, merupakan langkah penting untuk mendapatkan hasil gambar yang jelas. Setiap bahan selain jaringan payudara yang tampak di hasil rontgen, dapat mengaburkan rincian dan membuat gambar jadi sulit terbaca dengan jelas.

Itu sebabnya, Anda mungkin merasa lebih mudah untuk memakai rok atau celana, sehingga Anda hanya akan melepas atasan dan bra sebelum melakukan mammografi. 

Anda juga akan mendapatkan pakaian khusus dari rumah sakit sebagai gantinya, sambil tetap mengenakan bawahan dan alas kaki. Bahkan tenang saja, hanya ada Anda dan dokter yang berada di ruang pemeriksaan pada saat mammografi berlangsung.

6. Payudara Anda akan ditangani langsung oleh orang lain

Pada dasarnya, mammografi adalah rontgen untuk dada. Dengan demikian, Anda akan berada dalam situasi yang mengharuskan payudara Anda dilihat dan ditangani langsung oleh orang lain. 

Untuk mendapatkan hasil scan yang jelas, masing-masing payudara perlu ditekan. Anda mungkin akan diminta berdiri atau duduk selama menjalani mammografi, tergantung dari fasilitas rumah sakit.

Teknisi kemudian akan menempatkan payudara Anda di plat besi yang terpasang di mesin mammografi. Pelat atas diturunkan untuk menekan payudara Anda selama kurang lebih 10 detik saat teknisi memotret gambar. 

Masing-masing payudara perlu dipindai dua kali, sekali dari atas ke bawah dan sekali lagi dari sisi ke sisi. Cengkraman plat besi harus sampai meratakan payudara Anda agar tidak bergerak, demi menghindari hasil gambar yang kabur. 

Anda mungkin akan diharuskan untuk menahan napas setiap kali pengambilan gambar.

7. Mammografi dapat terasa sakit sedikit, tapi hanya sebentar

Anda mungkin merasa tidak nyaman sementara ketika payudara Anda ditekan, dan untuk beberapa wanita hal ini bisa terasa menyakitkan. Tujuan dari payudara ditekan adalah untuk menyebarkan jaringan payudara hingga setipis mungkin untuk mendapatkan hasil scan yang jelas.

Beri tahu teknisi jika Anda kesakitan. Selain itu, pertimbangkan mengonsumsi obat nyeri nonresep seperti aspirin, ibuprofen, atau paracetamol sekitar satu jam sebelum mammogram untuk membantu mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman di payudara Anda saat mammografi.

Jangan khawatir, Siloam Hospitals MRCCC Semanggi menggunakan 3D Mammografi yang membuat hasil lebih akurat dan dapat meminimalisir rasa sakit.

8. Scan payudara bisa diulang beberapa kali

Lama durasi tes mammografi dari awal hingga akhir biasanya hanya sekitar 20-30 menit. Setelahnya, Anda bisa beres-beres dan melanjutkan aktivitas harian Anda.

Akan tetapi, teknisi juga mungkin mengulang prosedur untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang sudah ada terlihat kurang jelas atau dokter membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan panik, pengulangan seperti ini umum terjadi.

9. Apakah bisa terkena radiasi dari mammografi?

Mammografi menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mengambil gambar terinci dari jaringan payudara. Artinya, mungkin bagi Anda untuk memiliki efek samping radiasi. 

Meski begitu, efek samping radiasi dari pemeriksaan ini tergolong sangat rendah dan tidak perlu dikhawatirkan. Singkatnya, risikonya sangat kecil untuk terpapar radiasi. 

10. Hasil bisa diketahui secepat mungkin

Hasil dari pemeriksaan payudara akan diproses oleh tim radiologi rumah sakit. Setelah selesai, biasanya laporan lengkap dari hasil mammografi Anda akan dikirim ke dokter. 

Dokter kemudian akan menjelaskan dan membacakan hasil mammogram kepada Anda dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti. Umumnya, hasil bisa segera diketahui dalam kurun waktu sekitar 10-30 hari, atau secepatnya jika ternyata menunjukkan adanya kanker payudara. 

Anda bisa menanyakan kapan tepatnya hasil mammogram akan keluar pada tim medis di rumah sakit. Jika Anda tidak mendengar kabar dari penyedia layanan kesehatan dalam waktu kurang lebih 10 hari, jangan menganggap bahwa mammogram Anda normal. 

Sebaiknya hubungi rumah sakit Anda atau fasilitas di mana mammogram dilakukan untuk mengetahui kapan tepatnya Anda bisa tahu hasil mammogram Anda.

Baca Juga:

Sumber
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk Dokter spesialis bedah onkologi
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang berpraktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Setelah menamatkan ...
Selengkapnya
Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K) Onk Dokter spesialis bedah onkologi

Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang berpraktek di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Setelah menamatkan pendidikan kedokteran umum di Universitas Gadjah Mada (1983), beliau melanjutkan pendidikan spesialis bedah (1991) dan bedah onkologi (1998) di Universitas Indonesia. Selama training bedah onkologi, beliau menyelesaikan beberapa fellowship di University Medical Center Groningen, Belanda dan di Antonie van Leuwenhoek/Netherland Cancer Institute Amsterdam. Selain itu, beliau juga berkesempatan mengikuti training di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York. Pada tahun 2012, beliau memperoleh gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada dengan disertasi “Kanker Payudara Familial, Penelusuran Gena Predisposisi Terwaris dan Perhitungan Risiko”.

Selain berpraktik dan sebagai peneliti di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dan RS Kanker Dharmais, beliau juga merupakan staf pengajar di FK Universitas Indonesia/Pusat Kanker Nasional Dharmais dan dosen luar biasa di FK Universitas Gadjah Mada. Beliau juga merintis berdirinya kelompok peneliti VIVO Initiatives dan memprakarsai pertemuan Trans-Academic Cancer Genetics (TACG).

Anda bisa buat janji konsultasi dengan dr. Samuel melalui link ini.

Selengkapnya
Artikel Terbaru