Siapa Saja yang Perlu Melakukan Mammografi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020
Bagikan sekarang

Kanker payudara merupakan penyakit yang sering kali tak disadari kemunculannya. Hal ini membuat banyak pasien kanker payudara baru tahu bahwa ia mengidap penyakit ini setelah memasuki stadium lanjut. Padahal sebenarnya keparahan ini bisa dicegah dengan prosedur mammografi. Lantas, apa itu pemeriksaan mammografi dan siapa saja yang perlu menjalaninya? Berikut ulasannya.

Pentingnya menjalani pemeriksaan mammografi

Sekitar 60 sampai 70 persen pasien datang ke saya dalam keadaan kanker yang sudah masuk stadium lanjut. Padahal, hal ini bisa dicegah jika pasien melakukan deteksi dini salah satunya dengan mammografi.

Mammografi adalah pemeriksaan radiologi yang ditujukan untuk melihat ada atau tidaknya kelainan yang mengarah pada kanker di area payudara. Prosedur ini menggunakan foto X-Ray dan disarankan untuk pasien yang berusia di atas 35 atau 40 tahun.

Mammografi penting untuk dilakukan karena cukup sensitif untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara. Selain itu, mammografi juga termasuk pemeriksaan yang sederhana dengan harga yang relatif murah. Saat ini pemeriksaan mammografi pun sudah tersedia di banyak rumah sakit.

Meski memeriksa benjolan payudara bisa dilakukan di rumah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), hal ini tidaklah cukup. Ini karena metode SADARI terkadang dilakukan dengan teknik yang kurang tepat. Akibatnya, benjolan tidak terdeteksi.

Oleh sebab itu, mammografi jadi salah satu solusinya. Akan tetapi perlu diketahui juga bahwa mammografi memang tidak 100% efektif.

Itu sebabnya dokter biasanya akan mengombinasikan mammografi dengan pemeriksaan lain seperti USG atau MRI payudara. Kombinasi pemeriksaan ini dilakukan jika hasil mammografi mengarah pada kanker payudara.

Kelompok orang yang perlu menjalani mammografi

Setiap wanita yang berusia di atas 40 tahun disarankan untuk melakukan mammografi. Ini karena risiko kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Lantas mengapa harus mammografi? Ini karena di usia lanjut, payudara penuh dengan jaringan lemak, bukan lagi kelenjar susu seperti saat muda. Mammografi mampu mendeteksi keberadaan sel kanker pada jaringan lemak yang memenuhi payudara.

Mammografi hanya diperuntukkan bagi wanita berumur 40 tahun ke atas karena paparan radiasi dari X-Ray sejak usia muda justru meningkatkan risiko kanker.

Mammografi juga sangat direkomendasikan apabila Anda memiliki riwayat penyakit keluarga yang mengidap kanker payudara atau ovarium. Pasalnya, risiko Anda untuk terkena penyakit yang sama juga meningkat.

Bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, sebaiknya lakukan mammografi setiap 1 atau 2 tahun sekali. Anda bisa mendatangi rumah sakit terdekat yang menyediakan pemeriksaan mammografi, termasuk salah satunya MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

Tapi, tidak semua orang dianjurkan mammografi

Meski mammografi diperlukan sebagai skrining kanker payudara, ibu hamil dan atau menyusui tidak disarankan melakukan pemeriksaan yang satu ini. Mammografi merupakan prosedur dengan teknologi X-Ray yang dapat memancarkan radiasi.

Radiasi pada mammografi bisa mengganggu perkembangan janin. Apabila mammografi sangat diperlukan prosedur ini bisa saja dilakukan dengan menutup area perut dengan timbal.

Namun, secara etis memang tidak diperbolehkan karena berpotensi mengganggu kesehatan janin, apalagi jika prosedur dilakukan di trimester pertama kehamilan.

Lagipula, kalau pun ternyata sang ibu memiliki sel kanker di payudaranya, tidak ada prosedur pengobatan yang bisa dilakukan sebelum bayi dilahirkan. Untuk itu, mammografi tidak direkomendasikan bagi ibu hamil.

Selain itu, mammografi juga lebih disarankan pada mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Artinya, kebanyakan wanita hamil di usia lebih muda dari 40 tahun. Hal ini membuat USG payudara lebih direkomendasikan ketimbang mammografi.

Selain ibu hamil, ibu menyusui juga tidak disarankan melakukan mammografi. Pada ibu menyusui, prosedur mammografi akan terasa sangat menyakitkan. Pasalnya, payudara ibu menyusui penuh dengan ASI. Menekan payudara dengan alat mammografi hanya akan membuat payudara yang sudah nyeri semakin terasa nyeri dan menyiksa.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM merupakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ...

Artikel dari ahli dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM

Pentingnya Konsumsi EPA bagi Pasien Kanker

Salah satu kondisi yang dihadapi pasien kanker adalah kondisi kaheksia. Konsumsi EPA bantu menjaga asupan nutrisi terpenuhi untuk pasien kanker.

Ditulis oleh: Maria Amanda
epa untuk pasien kanker
Nutrisi, Hidup Sehat 03/06/2020

Kenapa Gejala Awal Kanker Payudara Seringnya Tak Disadari?

Seringnya, kanker payudara baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Ini karena gejala awal kanker payudara kerap tidak disadari. Mengapa begitu?

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
gejala awal kanker payudara

Alasan SADARI Saja Tak Cukup untuk Mendeteksi Kanker Payudara

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) bisa mendeteksi benjolan cikal bakal kanker payudara. Namun, kombinasi dengan skrining medis membuatnya lebih efektif.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
SADARI kanker payudara
READ MORE FROM dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020

Apakah Tumor Payudara Berbahaya dan Bisa Disembuhkan?

Mengetahui adanya benjolan di payudara mungkin membuat Anda khawatir. Padahal, sering kali tumor di payudara bersifat jinak. Kenali gejalanya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM merupakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ...

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020