Perbedaan Mamografi vs Termografi, Prosedur Skrining untuk Kanker Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Deteksi dini merupakan langkah efektif untuk mencegah pertumbuhan kanker. Dengan melakukan deteksi dini, diharapkan mampu mengurangi penyebaran sel kanker dan segera dilakukan pengobatan. Melakukan skrining kanker payudara merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kanker payudara pada wanita yang tidak memiliki gejala fisik. Ada berbagai cara yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara pada wanita di antaranya yang sering diperbandingkan ialah mamografi dan termografi.

Untuk mengetahui lebih jauh, mari kita bahas perbedaan antara mamografi dan termografi beserta keuntungan dan risiko yang mungkin ditimbulkannya.

Definisi mamografi dan termografi

Definisi mamografi

Sumber: http://guardianlv.com/wp-content/uploads/2014/06/st-Cancer-Detection-Now-More-Accurate-With-3D-Mammography-Test.jpg

Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X dengan meletakkan semacam piringan pada payudara yang dilakukan untuk mencari perubahan anatomis pada jaringan payudara seperti benjolan. Gambar yang diambil dalam proses mamografi disebut mamogram. Dalam mamogram, jaringan payudara yang padat tampak berwarna putih. Bagian payudara lainnya yang terdiri dari jaringan lemak dengan kepadatan rendah akan ditampakkan dengan warna abu-abu. Sedangkan keberadaan tumor akan ditunjukkan dengan gambar berwarna putih sama seperti jaringan payudara yang padat.

Definisi termografi

Termografi adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi dan mencatat perubahan suhu pada permukaan kulit. Pencitraan termal inframerah digital (DITI) digunakan dalam skrining kanker payudara, menggunakan kamera termal inframerah untuk memotret area suhu yang berbeda di sekitar payudara.

Kehadiran pertumbuhan kanker dikaitkan dengan pembentukan pembuluh darah dan pembengkakan yang berlebihan pada jaringan payudara. Kondisi ini akan muncul pada gambar inframerah sebagai daerah dengan suhu kulit yang lebih tinggi.  Area payudara yang terkena kanker biasanya memiliki suhu lebih tinggi yang akan terdeteksi melalui prosedur termografi.

Kelebihan dari mamografi dan termografi

Kelebihan mamografi

Manfaat mamografi lebih besar untuk wanita dalam kelompok berisiko tinggi, seperti wanita yang lebih tua, atau wanita dengan riwayat kanker payudara dalam keluarga. Peneliti memperkirakan dalam 10 tahun ke depan dari 10.000 wanita yang mendapatkan mamogram reguler, jumlah wanita yang hidupnya akan selamat berkat mamografi sebanyak:

  • 5 dari 10.000 wanita berusia 40 sampai 49 tahun
  • 10 dari 10.000 wanita berusia 50 sampai 59 tahun
  • 42 dari 10.000 wanita berusia 60 sampai 69 tahun

United States Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan wanita berusia 50 sampai 74 tahun setidaknya menjalani pemeriksaan mamogram setiap dua tahun sekali.

Kelebihan termografi

  • Termografi tidak menggunakan radiasi, sehingga aman digunakan berulang kali dari waktu ke waktu.
  • Termografi payudara termasuk dalam deteksi dini yang aman pada usia berapapun. Untuk deteksi dini dan pencegahannya, wanita disarankan melakukan termografi payudara di usia 20, setiap tiga tahun sekali antara usia 20-30, dan setiap dua hingga satu tahun sekali dari usia 30 tahun.
  • Bisa digunakan oleh semua wanita, termasuk mereka yang memiliki implan payudara.
  • Perubahan hormonal tidak memengaruhi hasil akhir dari termografi.
  • Termografi dapat mendeteksi perubahan pada jaringan payudara yang terkait dengan kanker payudara yang sudah menahun.

Risiko serta kelemahan dari mamografi dan termografi

Risiko mamografi

Berikut ini beberapa kelemahan dan risiko yang bisa ditimbulkan yang dianggap berkaitan dengan proses mamografi, di antaranya:

  • Adanya paparan radiasi yang mungkin dianggap mengkhawatirkan bagi sebagian orang.
  • Dapat menyebabkan kanker non-invasif.
  • Mamografi tidak bisa digunakan untuk wanita yang menggunakan implan payudara.
  • Dapat menyebabkan wanita memilih mastektomi atau operasi pengangkatan payudara sebagai tindakan pencegahan.
  • Mamografi memiliki tingkat false positive yang tinggi, yang dapat berujung pada skrining tambahan hingga biopsi. Hasil false positive adalah hasil yang menunjukkan adanya sel kanker, padahal sebenarnya tidak ada. Sebaliknya, hasil false negative menunjukkan tidak adanya sel kanker, padahal sebenarnya sudah ada sel kanker dalam tubuh.

Risiko termografi

  • Tingkat false positive yang tinggi, yang dapat menyebabkan wanita tersebut perlu skrining tambahan yakni mamografi standar.
  • Tingkat false negative yang tinggi, yang dapat menyebabkan seseorang tidak lagi melakukan mamografi standar karena hasil dari termografi yang dianggap cukup memadai.

Antara mamografi dan termografi, mana yang paling tepat?

Mamografi dan termografi sama-sama mampu mendeteksi kanker pada payudara. Akan tetapi, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyatakan bahwa termografi bukanlah pengganti untuk skrining mamografi. Termografi digunakan sebagai bahan deteksi dini untuk kanker payudara, sedangkan mamografi digunakan sebagai diagnosis lanjutan setelah termografi. Karena itu, para ahli merekomendasikan mamografi sebagai prosedur skrining utama.

Namun, risiko mamografi tidak bisa dianggap enteng, sehingga Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk metode skrining yang lebih aman. Apa pun pilihan skrining yang Anda lakukan, konsultasikan secara jelas pada dokter Anda agar keputusan akan prosedur yang akan diambil merupakan yang paling tepat untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca