Mammografi adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara. Mammogram umum dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan klinis rutin dan pemeriksaan payudara mandiri bulanan sebagai langkah penting dalam diagnosis dini kanker payudara.

Menurut Depkes RI, mengutip dari data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru (setelah dikontrol oleh umur) tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dan persentase kematian (setelah dikontrol oleh umur) akibat kanker payudara sebesar 12,9%. Lebih lanjut, kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan laporan kasus terbanyak di RS Kanker Dharmais selama tahun 2010-2013, dan jumlah kasus baru serta jumlah kematian akibat kanker tersebut terus meningkat.

Wanita berusia 40 tahun dan lebih diharuskan menjalani mammogram setiap 1 – 2 sekali. Jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk memulai mammogram lebih dini, lebih sering, dan menambahkan beberapa alternatif pemindaian lainnya.

Prosedur mammogram

Pada dasarnya, mammogram merupakan rontgen untuk dada.

Jika dokter telah menjadwalkan Anda untuk melakukan mammogram rutin untuk memeriksa adanya gejala kanker atau perubahan lainnya, prosedur ini disebut mammogram screening. Tergantung dari fasilitas uji, Anda mungkin akan diminta berdiri atau duduk selama menjalani mammogram.

Payudara Anda akan ditempelkan pada layar pemindai rontgen. Kemudian, sebuah kompressor akan menekan payudara Anda ke bawah untuk meratakan jaringan. Hal ini akan menunjukkan hasil gambar yang lebih jelas dari payudara Anda. Anda mungkin akan diharuskan untuk menahan napas setiap kali pengambilan gambar.  Selama mammogram, Anda mungkin akan sedikit merasakan nyeri atau tidak nyaman, namun tidak akan bertahan lama.

Selama prosedur, dokter akan memeriksa hasil gambar yang ditampilkan di layar pemindai dan meminta teknisi radiologis untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang sudah ada terlihat kurang jelas atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan panik, hal ini lazim untuk dilakukan.

Jika fasilitas rumah sakit memadai, biasanya dokter akan menggunakan mammogram digital. Mammogram digital sangat membantu bagi wanita berusia kurang dari 50 tahun, yang umumnya memiliki payudara lebih kencang.

Mammogram digital akan mengubah hasil rontgen menjadi gambar digital yang bisa disimpan di komputer. Hasil pindai akan lebih cepat terlihat, sehingga teknisi radiologis tidak harus mempersiapkan film. Penggunaan komputer juga akan mempermudah dokter Anda untuk melihat gambar dalam resolusi yang lebih besar, guna keakuratan diagnosis.

Apa saja yang harus saya persiapkan?

Anda akan diminta untuk mengikuti sejumlah panduan pada hari Anda melakukan mammogram. Jangan gunakan deodoran, bedak tubuh, dan parfum. Jangan pula mengaplikasikan pelembap tubuh atau krim lainnya di hari Anda menjalani mammogram. Kandungan yang terdapat dalam produk-produk ini dapat mengganggu hasil rontgen, tampak seperti pengapuran, atau penumpukan kalsium. Penting untuk Anda dapat menghasilkan gambar rontgen sejelas mungkin. Jadi, hindarilah hal di atas.

Pastikan untuk memberi tahu teknisi radiologis Anda sebelum tes dimulai jika Anda hamil atau sedang menyusui. Umumnya, mammogram tidak akan dilakukan pada wanita dengan kondisi tersebut. Alternatifnya, dokter akan menyarankan teknik pemindaian lainnya, seperti ultrasound.

Hasil dan pemahaman

Gambar-gambar yang dihasilkan oleh mammogram dapat membantu mengidentifikasi adanya pengapuran, atau penumpukan kalsium, dalam payudara Anda. Pengapuran umumnya bukan gejala kanker payudara. Mammogram juga dapat mendeteksi kehadiran kista – benjolan berisi cairan yang umumnya hilang dan timbul selama masa menstruasi pada beberapa wanita – dan tumor kanker atau nonkanker lainnya.

Hasil mammogram biasanya diinterpretasikan dengan sistem BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Database System). BI-RADS memiliki tujuh kategori, mulai dari nol sebagai yang terendah sampai tujuh. Angka-angka ini akan menjelaskan apakah dokter membutuhkan pemindaian lanjutan, dan apakah tumor yang dicurigai termasuk tumor kanker atau nonkanker.

Setiap kategori memiliki rencana tindak lanjut yang berbeda. Penerapan rencana tindak lanjut termasuk pemindaian lanjutan, meneruskan pemindaian rutin, penjadwalan konsultasi lanjutan, atau prosedur pengangkatan tumor.

Apa saja risiko mammogram?

Seperti rontgen pada umumnya, Anda akan terkena paparan sinar radiasi dalam dosis kecil selama prosedur mammogram. Namun, risiko radiasi tergolong sangat rendah. Jika seorang wanita hamil membutuhkan mammogram sebelum melahirkan, ia akan diminta untuk memakai pelindung khusus yang terbuat dari baja selama prosedur rontgen.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca