Beragam Pilihan Cara Mendeteksi Kanker Payudara di Awal Kemunculannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebanyakan wanita baru tersadar memiliki kanker payudara saat sudah stadium lanjut. Padahal, kanker yang sudah menyebar dan masuk stadium 4 akan lebih sulit diobati sampai sembuh. Maka sangat penting untuk Anda melakukan deteksi dini agar kemunculan kanker payudara di tahap awal dapat diketahui dan ditanggulangi.

Kanker payudara bisa dideteksi sejak awal kemunculannya dengan berbagai metode pemeriksaan, baik sendiri maupun dengan bantuan dokter. Semakin cepat keberadaan sel kanker diketahui, semakin cepat pula dokter bisa melakukan tindakan untuk mencegah penyebarannya.

Cara deteksi dini kanker payudara sendiri dengan SADARI

manfaat pijat payudara

Wanita dianjurkan rutin cek kondisi payudara mereka setiap bulan untuk mengenali perubahan yang mungkin terjadi. Pemeriksaan payudara sendiri sebagai cara deteksi dini kanker payudara ini disebut SADARI.

Dengan rutin cek payudara sendiri, Anda akan lebih mudah dan cepat mengenali ketika ada benjolan, perubahan bentuk, atau perubahan sensasi yang tidak biasa.

Untuk memeriksa payudara sendiri, Anda bisa melakukannya di kamar mandi, berdiri di depan cermin, atau berbaring.

SADARI di kamar mandi

Saat mandi, pegang, sentuh, dan raba seluruh area payudara Anda dengan tiga jari utama: telunjuk, tengah, dan jari manis.

Raba dengan gerakan melingkar mulai dari luar dekat ketiak hingga ke tengah puting. Rasakan apakah ada benjolan atau perubahan tekstur tak biasa pada payudara yang sebelumnya tak pernah ada.

Jangan lupa untuk memeriksa area ketiak dan atas tulang selangka karena daerah ini juga bisa ditumbuhi sel kanker. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara yang satunya.

SADARI sambil bercermin

Selain saat mandi, cara deteksi dini kanker payudara sendiri bisa dengan bercermin di rumah.

Dalam keadaan telanjang dada, angkat salah satu tangan tinggi-tinggi dan periksa payudara di sisi itu dengan tangan satunya. Caranya sama seperti di atas, gunakan tiga jari utama dan raba dengan gerakan melingkar dari arah luar ke dalam.

Lihat dan rasakan apakah ada perubahan bentuk, ukuran, dan tekstur pada kulit payudara maupun puting. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa sisi payudara satunya.

SADARI sambil berbaring

Deteksi dini payudara di rumah juga bisa dilakukan dengan berbaring. Saat berbaring, jaringan payudara akan menyebar dan merata di sepanjang dinding dada sehingga akan lebih mudah diamati perbedaannya (jika ada).

Berbaringlah telentang dengan menyelipkan bantal di bahu kanan dan menyangga kepala dengan lengan kanan. Kemudian, rabalah seluruh area payudara kanan Anda dengan bantalan tiga jari utama kiri Anda dengan gerakan melingkar kecil hingga ke ketiak. Anda bisa sedikit menekan payudara untuk lebih memastikan apakah ada benjolan atau tidak.

Periksa juga apakah ada benjolan di sekitar puting dan ada cairan aneh yang keluar ketika puting susu dipencet. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara kiri Anda.

Ingat: tidak semua gejala kanker payudara bisa terdeteksi di awal kemunculannya hanya lewat tampilan fisik. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan lanjutan dengan bantuan dokter jika Anda berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan dokter

Agar lebih yakin dan tidak sembarang mendiagnosis sendiri, Anda bisa melakukan berbagai tes berikut untuk mendeteksi kanker payudara:

1. Pemeriksaan payudara klinis

Jika Anda merasa periksa sendiri lewat SADARI tidak cukup meyakinkan, pergilah ke dokter. Cara pemeriksaan payudara klinis di dokter umumnya sama seperti sadari.

Perawat akan memeriksa payudara Anda dari segi bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan lainnya. Perawat juga mungkin akan memijat pijatan payudara dengan gerakan melingkar menggunakan tiga jari (telunjuk, jari tengah dan jari manis) seperti halnya saat SADARI sendiri.

Dalam banyak kasus, pemeriksaan klinis merupakan tes skrining yang baik untuk deteksi dini kanker payudara. Namun, wanita di atas usia 40 dianjurkan untuk tambah menjalani mammogram setelah melakukan pemeriksaan klinis.

2. Tes genetik kanker payudara

Tes genetikkanker payudara dilakukan dengan mengambil sampel darah dan jaringan payudara Anda di laboratorium. Prosedur ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara di awal perkembangannya.

Tes ini dapat membantu dokter mengetahui seberapa besar risiko genetik Anda, serta untuk mendiagnosis, merencanakan pengobatan, dan memantau kondisi pasien pascaperawatan.

Perempuan yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau ovarium dapat menjalani tes Breast Cancer Gene 1 (BRCA1) atau Breast Cancer Gene 2 (BRCA2) Gene Mutation Tests.

Gen BRCA merupakan pemicu tumor. Jika mutasi gen ini ditemukan saat tes, artinya risiko kanker payudara Anda dapat meningkat hingga 80 persen. Meski demikian, kurang dari 10% kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang memiliki mutasi BRCA.

3. Mammografi

Mammografi adalah tes skrining yang biasa digunakan untuk mencari keberadaan kanker payudara pada pada wanita yang tidak memiliki gejala.

Mammografi cukup efektif untuk deteksi dini kanker payudara. Dilansir dari American Cancer Society , mammografi sering bisa mendeteksi benjolan kanker payudara ketika masih kecil dan belum terasa jika disentuh.

Mammografi dilakukan dengan mengambil gambar jaringan dari masing-masing payudara dengan sinar-X (rontgen). Dosis sinar-X mammografi akan lebih rendah dari rontgen biasa.

Saat mengambil gambar, payudara Anda akan dihimpit oleh dua piring untuk menyangga posisinya tetap mantap. Gambar jaringan akan diambil dari sudut yang berbeda sehingga bisa menunjukkan area abnormal pada payudara.

Melihat gambar mammogram memang tidak bisa dipakai untuk memastikan apakah keabnormalan tersebut kanker atau bukan. Namun, hasil ini bisa menjadi acuan untuk dokter memeriksa jaringan payudaa lebih lanjut dengan berbagai tes lainnya.

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Maka, sangat penting untuk rutin melakukan mammografi.

The American Cancer Society merekomendasikan wanita mulai mammografi pertama kali di usia 40-44. Namun selanjutnya Anda sudah wajib untuk rutin mammografi setahun sekali sejak usia Anda 45 sampai 54 tahun. Sementara wanita berusia 55 tahun ke atas disarankan untuk menjalani mammografi paling tidak 2 tahun sekali.

Akan tetapi, seberapa sering Anda harus mammografi kembali lagi mengacu pada persetujuan dan rekomendasi dokter Anda.

4. USG payudara

Ultrasonografi termasuk prosedur deteksi dini kanker payudara yang lebih murah dibanding dengan mammogram atau biopsi.

Ultrasonografi atau USG payudara dapat melihat perubahan pada payudara, seperti benjolan atau perubahan jaringan, yang tidak terlihat pada hasil mammogram.

USG juga berguna untuk membedakan benjolan kista berisi cairan dan massa padat yang bukan cikal bakal kanker. Selain itu, ultrasonografi dapat digunakan untuk membantu mengarahkan jarum biopsi ke area tertentu di payudara untuk mengambil sel dan diuji di laboratorium.

Ketika melakukan USG, dokter akan mengoleskan gel di kulit payudara. Kemudian, alat seperti tongkat yang disebut dengan transduser akan digerakkan di area kulit tersebut.

Transduser akan mengirimkan gelombang suara dan gema yang memantul dari jaringan tubuh. Nantinya, Anda bisa melihat gema yang telah dibuat menjadi gambar di layar komputer.

Tenang saja, USG payudara sama sekali tidak terasa sakit.

6. MRI payudara

Magnetic resonance imaging (MRI) payudara adalah prosedur deteksi dini kanker yang menggunakan hantaran gelombang radio serta magnet. Gelombang ini nantinya akan menghasilkan gambar bagian dalam dan jaringan payudara yang cukup detail.

MRI lebih sering disarankan untuk wanita yang telah didiagnosis kanker payudara. Prosedur ini bertujuan untuk mengukur ukuran kanker dan mencari tumor lain di payudara.

Untuk wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, skrining MRI direkomendasikan dijalani bersamaan dengan mammogram tahunan.

7. Biopsi

Biopsi payudara adalah tes untuk mengambil sebagian kecil jaringan yang mencurigakan untuk diteliti lebih lanjut di bawah mikroskop laboratorium.

Perubahan sel-sel, seperti ukuran inti atau kecepatan pembelahan sel, dapat menentukan tingkat keganasan kanker. Melalui sel yang telah diperiksa, dokter dapat menemukan hal-hal abnormal untuk menentukan pengobatan kanker yang tepat.

Secara umum, ada empat jenis biopsi yang biasanya dilakukan:

Fine-needle aspiration biopsy

Biopsi ini digunakan untuk melihat keberadaan benjolan padat. Dokter akan memasukkan jarum tipis yang melekat pada jarum suntik untuk menarik atau menyedot jaringan dari area yang mencurigakan.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin ingin memeriksa kista yang muncul untuk memastikan tidak ada sel kanker di kista. Sampel biopsi ini nantinya akan diperiksa dan dilihat apakah ada sel kanker di dalamnya.

Biopsi terkadang menyebabkan perdarahan dan pembengkakan. Akibatnya, area payudara tertentu tampak lebih besar dan bengkak. Namun tak perlu khawatir, perdarahan, memar, dan pembengkakan akan hilang seiring berjalannya waktu.

Core needle biopsy

Prosedur ini menggunakan jarum yang lebih besar untuk mengambil sampel jaringan yang dicurigai terkena kanker. Jarum biopsi tersambung pada sebuah alat pegas yang memungkinkan jarum bergerak keluar masuk jaringan dengan cepat.

Biasanya jaringan tersebut sudah lebih dulu terlihat atau terdeteksi lewat tes pencitraan seperti USG payudara. Maka, biasanya dokter akan lebih dulu melakukan tes pencitraan seperti ultrasonografi, MRI, dan mammogram untuk menemukan area yang tepat dibiopsi.

Setelah prosedur selesau, dokter umumnya meminta Anda untuk membatasi berbagai aktivitas berat selama sehari atau lebih.

Payudara juga biasanya akan terlihat memar, perdarahan, dan bengkak setelahnya. Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir. Prosedur deteksi dini kanker payudara satu ini tidak akan meninggalkan bekas luka. Efek samping lainnya juga akan hilang sendiri seiring waktu.

Surgical biopsy

Prosedur ini akan mengangkat sebagian dari keseluruhan benjolan lewat pembedahan, untuk kemudian  diteliti di bawah mikroskop.

Jika benjolan terlalu kecil atau sulit untuk diraba, ahli bedah dapat melakukan prosedur yang disebut stereotactic wire localization untuk mencari tumor sebelum operasi.

Salah satu efek samping yang paling umum adalah munculnya bekas luka sayatan di area pengambilan biopsi. Selain itu, bentuk payudara Anda mungkin sedikit berubah tergantung pada seberapa banyak jaringan yang diangkat.

Perdarahan, memar, dan bengkak juga akan muncul untuk sementara waktu dan hilang dengan sendirinya.

Lymph nodes biopsy

Prosedur ini biasanya dilakukan jika Anda sudah didiagnosis positif terkena kanker payudara. Langkah ini dilakukan untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Dokter akan mengangkat sampel kelenjar getah bening di bawah lengan atau sekitar tulang leher yang telah membengkak.

Pemilihan jenis biopsi yang dilakukan sebagai cara deteksi dini kanker payudara biasanya berdasar pada:

  • Perubahan payudara
  • Seberapa besar ukuran benjolan
  • Letak sel yang mencurigakan di payudara
  • Muncul lebih dari satu sel kanker
  • Masalah kesehatan lain yang dimiliki
  • Keinginan pribadi

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca