Jika Anda sudah menikah, suami Anda akan sangat merasakan dampak dari diagnosis kanker payudara Anda. Wajar bagi pasangan Anda untuk merasa takut akan kesehatan Anda dan merasa khawatir atas apa yang akan terjadi ke depannya. Karena Anda berdua telah membina rumah tangga bersama, Anda mungkin sudah terbiasa atas peran dan tanggung jawab Anda. Pasangan Anda mungkin akan berpikir apa yang akan terjadi bila Anda tidak bisa melakukan tugas Anda yang biasanya, entah itu bekerja, merawat anak, menyiapkan makanan, atau aktivitas sehari-hari lainnya.

Kanker payudara dapat mengubah pola komunikasi yang ada dalam hubungan Anda sebelumnya. Bila Anda dan pasangan terbiasa membicarakan segala hal dengan terbuka, maka kemungkinan Anda dapat mengatasi hal ini juga. Bila komunikasi terbuka sulit bagi Anda, Anda mungkin perlu melakukan usaha tambahan untuk membicarakan kanker dan dampaknya pada hubungan dan rumah tangga Anda.

Walaupun setiap hubungan itu berbeda-beda, mungkin hal ini dapat membantu Anda:

1. Libatkan pasangan Anda saat kunjungan medis bila memungkinkan

Dengan menemani Anda bertemu dokter, pasangan Anda akan memahami secara langsung diagnosis Anda, pengobatan, dan efek samping yang mungkin akan Anda alami. Pasangan Anda akan lebih siap, dan Anda tidak perlu menjelaskan semua yang dokter Anda katakan pada setiap pertemuan. Dan jika pasangan Anda memiliki pertanyaan, dia bisa menanyakannya langsung kepada dokter.

2. Jelaskan kebutuhan Anda. Beri tahu pasangan Anda apa yang benar-benar Anda butuhkan

Pada beberapa hari, Anda mungkin ingin meminta bantuan tugas rumah tangga tertentu yang biasanya bisa Anda tangani seperti memasak, mengawasi pekerjaan rumah anak, bila Anda memiliki anak. Anda mungkin meminta pasangan Anda untuk menerima panggilan telepon dari teman yang khawatir akan kesehatan Anda, membicarakan pilihan pengobatan dengan Anda, atau hanya duduk dengan Anda setelah melalui hari yang panjang. Jangan coba berasumsi bahwa pasangan Anda bisa mengetahui apa yang Anda rasa dan butuhkan jika Anda tak memberi tahunya.

3. Tanyakan kepada pasangan Anda apa yang dia butuhkan

Karena Anda, keluarga Anda, dan teman Anda fokus pada pengobatan dan pemulihan Anda, mudah bagi pasangan untuk merasa terabaikan atau terbebani. Bicara dengan pasangan apa yang dia butuhkan untuk merasa lebih baik. Semangati dia untuk berolahraga teratur, pergi dengan teman, atau aktivitas lain yang pasangan Anda sukai.

4. Luangkan waktu hanya untuk Anda berdua

Hal ini bisa menjadi tantangan terutama bila Anda mempunyai anak. Luangkan waktu Anda untuk terbebas dari gangguan sehingga Anda bisa berbicara — tidak hanya mengenai kanker, tetapi semua hal yang Anda pikirkan dan rasakan.

5. Terima kenyataan bahwa Anda dan pasangan mungkin memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi situasi ini

Setiap orang menghadapi diagnosis kanker berbeda-beda. Anda mungkin ingin melakukan banyak penelitian dan mencari tahu banyak info di internet, sedangkan pasangan Anda mungkin hanya memilih bergantung pada dokter. Salah satu dari Anda mungkin secara konsisten akan selalu semangat dan optimis, sementara yang lainnya mungkin sedikit pesimis. Bicarakan dengan pasangan Anda terkait perbedaan tersebut dan beri tahu pasangan hal apa yang baik bagi Anda.

6. Cari tahu penyesuaian yang akan dibutuhkan dalam rumah tangga, dan kemudian minta bantuan bersama

Sementara Anda melakukan pengobatan, akan ada waktu di mana Anda tidak bisa membantu pekerjaan rumah tangga seperti belanja dan merawat anak. Anda mungkin harus mengurangi waktu kerja Anda, yang akan berdampak pada pemasukan rumah tangga. Pasangan Anda mungkin perlu dukungan dari pihak luar untuk menjaga agar rumah tangga berjalan lancar. Bekerjalah bersama untuk mencari tahu bantuan seperti apa yang Anda butuhkan, dan kemudian dekati anggota keluarga, teman, dan tetangga untuk bantuan.

7. Siapkan diri akan adanya kemungkinan perubahan dalam hubungan seksual Anda

Operasi, kemoterapi, dan pengobatan untuk kanker payudara lainnya bisa mempengaruhi Anda dan pasangan secara fisik dan emosional. Tubuh Anda mungkin akan terasa dan terlihat berbeda, dan terkadang Anda merasa lemas, mual, atau lelah. Jika Anda belum mencapai usia menopause, kemoterapi dan beberapa terapi hormon bisa menyebabkan gejala menopause sementara atau menopause permanen, merendahkan tingkat estrogen dalam tubuh. Gairah seks Anda mungkin berkurang dan Anda bisa mengalami kekeringan serta iritasi vagina. Bicara secara jujur dengan pasangan Anda terkait perubahan ini dan minta pemahamannya selama Anda melalui pengobatan.

8. Minta bantuan ahli bila diperlukan

Diagnosis kanker bisa membuat goncangan bahkan jika hubungan Anda dan suami cukup kuat. Ahli terapi, konselor, atau pekerja sosial bisa membantu memandu Anda dan pasangan bila Anda sulit dalam berkomunikasi. Bila Anda tertarik meminta bantuan ahli untuk berbicara, tanyakan pada dokter untuk rekomendasi.

Yang juga perlu Anda baca