Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kanker paru termasuk jenis kanker paling mematikan sehingga dapat memperkecil harapan hidup pasien. Namun, peluang kesembuhan untuk pasien tetap terbuka asalkan meningkatkan kesadaran sedari dini dan menjalani pengobatan dengan tepat. Pengendalian terhadap faktor risiko kanker paru juga berperan besar terhadap bertambahnya angka harapan hidup pasien.

Bisakah kanker paru disembuhkan?

Kanker paru merupakan penyakit yang sulit dideteksi. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 80 persen pasien baru didiagnosis terkena kanker paru ketika perkembangan kanker mencapai stadium akhir.

Pada kondisi ini dokter, memang sudah bisa menentukan sejauh mana prognosis atau perkiraan perkembangan kanker paru untuk menentukan lamanya harapan pasien.

Masih dari data PDPI yang dipublikasikan pada gelaran konferensi pers Gerakan Nasional Peduli Kanker Paru di Jakarta (11/02/2020), sekarang ini angka harapan hidup untuk pasien kanker paru laki-laki adalah 69 tahun. Sedangkan untuk perempuan adalah 74 tahun.

Dokter spesialis paru Elisna Syahruddin menyatakan meski harapan hidup cenderung pendek, tapi peluang kesembuhan kanker paru cukup terbuka. Pilihan pengobatan kanker paru yang efektif dilakukan sekarang ini adalah terapi target, imunoterapi, operasi, dan kemoterapi.

“Belum bisa dipastikan berapa lama pengobatan yang bisa menyembuhkan kanker paru. Kanker itu sifatnya on-off, jadi pasien harus terus melakukan pemeriksaan meskipun sudah sudah bersih dari kanker,” ujarnya.

Faktor yang memengaruhi harapan hidup pasien kanker paru

Namun, seringkali pasien kanker paru meninggal sebelum dari waktu yang diperkirakan oleh dokter. Dokter Elisna menambahkan bahwa salah satu penyebab angka harapan hidup pasien laki-laki lebih pendek adalah terlambatnya pemeriksaan dan pengobatan.

Gejala kanker paru sering disepelekan oleh laki-laki perokok. Mereka enggan memeriksakan diri ke dokter,” lanjutnya.

Dilansir dari halaman resmi PDPI, gejala kanker paru sendiri umumnya memang terlambat muncul di stadium 4 yaitu saat kanker menyerang lapisan pelura yang menutupi paru-paru.

Pengobatan targeting yang bertujuan memusnahkan sel kanker memang merupakan upaya penyembuhan utama. Akan tetapi, berbabagai faktor lain juga bisa menurunkan angka harapan hidup pasien selama pengobatan, salah satunya adalah penyakit degeneratif yang disebabkan oleh pertambahan usia.

Menurut dr Elisna pengobatan akan sulit menaikan angka harapan hidup apabila pasien tidak menghindari faktor risiko, di antaranya adalah:

  • merokok
  • paparan asap rokok
  • paparan polusi udara luar
  • paparan material yang mengandung zat radioaktif radon
  • paparan serbuk asbes

Kesulitan deteksi kanker paru juga bisa menyebabkan kesalahan diagnosis penyakit. Sering kali dokter mendiagnosis penyakit ini sebagai tuberkulosis paru. Padahal pengobatan yang tidak tepat turut menjadi faktor yang menurunkan angka harapan hidup pasien kanker paru.

Memperpanjang harapan hidup pasien kanker paru

Selain menjalani pengobatan rutin, upaya meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker paru juga perlu dibarengi dengan perubahan gaya hidup yang berfokus menjaga kesehatan paru-paru.

Data prevalensi kanker paru di Indonesia menunjukkan 80 persen pasien merupakan perokok. Dokter Elisna bersikeras menganjurkan pasien untuk sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok, bahkan pasien wajib menghentikan kebiasaan merokoknya.

Ia juga menekankan untuk berolahraga secara rutin untuk melatih pernapasan. Saat proses pernapasan berjalan lancar, maka udara bisa secara maksimal masuk ke paru-paru. Alhasil, paru-paru tetap bisa berfungsi dengan baik, meskipun diserang oleh sel kanker.

Meski begitu, olahraga tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Pasien tetap memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk recovery.

Salah satu penyintas yang menjadi narasumber, Megawati Tanto, kini dalam kondisi bersih dari kanker dan sudah lepas dari obat-obat medis setelah 5 tahun menjalani pengobatan target.

Menurutnya, kesembuhan yang diperolehnya juga disebabkan oleh upayanya untuk mengelola stres dan selalu bersikap optimis sehingga bebas dari beban psikologis yang kerap menghantui pasien kanker.

“Menjaga perasaan tetap bahagia sangat penting selama menjalani pengobatan kanker,” tuturnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 25/03/2020 . 5 menit baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Mengurangi Risiko Kanker Paru, Mulai dengan Berhenti Merokok!

Kebiasaan merokok meningkatkan risiko kanker paru tidak hanya bagi perokok aktif tapi juga orang lain. Simak seperti apa bahaya dan tips mencegahnya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . 4 menit baca

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Perokok pasif punya bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Jangan tunda lagi, praktikkan cara membersihkan paru-paru untuk perokok pasif berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/02/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker paru dan tbc

Mengenali Perbedaan Antara Gejala Kanker Paru dan TBC (Tuberculosis)

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 1 menit baca