Risiko Kanker Paru yang Terjadi Akibat Merokok

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker paru merupakan jenis kanker yang paling mematikan di Indonesia, menurut WHO. Kanker ini biasanya terjadi akibat kebiasaan hidup yang tidak sehat, yaitu merokok. Meski begitu, orang yang tidak merokok tapi sering berada di dekat perokok juga bisa menyebabkan kondisi ini terjadi. Lalu, bagaimana aktivitas merokok dapat menjadi penyebab dari kanker paru? Simak penjelasannya berikut ini. 

Alasan merokok menjadi penyebab utama kanker paru-paru

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kanker paru-paru utamanya terjadi akibat merokok. Bahkan, hampir 80% kematian akibat kanker paru terjadi karena pasien memiliki kebiasaan tak sehat ini.

Saat Anda menghirup asap rokok, Anda juga menghirup zat-zat yang terkandung di dalam rokok. Begitu asap rokok terhirup ke dalam tubuh, perubahan pada jaringan paru akan terjadi dalam waktu singkat.

Pada awalnya, tubuh masih bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi pada paru-paru. Namun, jika paru kerap kali mengalami hal serupa akibat aktivitas merokok terus dilakukan, kerusakan pada sel yang melapisi paru-paru pun tak terhindarkan.

Tak hanya itu, kerusakan tersebut menyebabkan sel menjadi abnormal dan cepat atau lambat kanker akan terbentuk. Begitulah proses terjadinya kanker paru-paru akibat asap rokok yang perlu Anda ketahui.

Oleh sebab itu, jika Anda mulai merasakan gejala kanker paru, segera konsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter. Jika Anda memang didiagnosis mengalami kondisi ini akibat merokok, dokter dapat segera memberikan pengobatan kanker paru.

Perokok pasif juga berpotensi mengalami kanker paru

Selain perokok aktif, yaitu orang yang melakukan aktivitas merokok, perokok pasif juga memiliki potensi yang sama besarnya dalam mengalami kanker paru-paru akibat merokok. Perokok pasif adalah orang yang tidak melakukan aktivitas merokok tapi sering kali menghirup asap rokok karena orang di sekitarnya merokok.

Biasanya, Anda akan terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif bila Anda tinggal satu rumah dengan perokok aktif atau di lingkungan tempat Anda bekerja banyak yang berlaku sebagai perokok aktif.

Selain itu, Anda juga bisa terpapar asap rokok saat berada di tempat makan atau tempat umum lainnya. Masalahnya, asap rokok yang terhirup oleh perokok pasif sama banyaknya dengan asap yang dihirup oleh perokok aktif.

Oleh sebab itu, salah satu cara mencegah terjadinya kanker paru adalah berhenti merokok. Selain mengurangi risiko kanker paru terhadap diri sendiri, Anda juga bisa membantu mengurangi risiko kanker paru terhadap orang di sekitar.

Risiko kanker paru menurun setelah berhenti merokok

Setelah berhenti merokok, akan ada banyak perubahan positif yang terjadi pada tubuh Anda. Salah satunya adalah peningkatan fungsi paru-paru.  Anda tidak akan lagi merasa sakit saat bernapas dalam-dalam.

Jika sebelumnya risiko Anda mengalami kanker paru akibat merokok cukup tinggi, risiko tersebut akan perlahan-lahan menurun setelah Anda berhenti melakukan aktivitas yang tidak menyehatkan tersebut.

Dibutuhkan sekitar 10 tahun tanpa rokok untuk membantu menurunkan risiko kanker paru-paru sebesar 50 persen. Bahkan, jika Anda berhasil untuk berhenti merokok hingga 15 tahun, risiko Anda untuk terserang kanker paru-paru hampir serendah orang yang tidak pernah merokok dan tidak menghirup asapnya.

Selain itu, berbagai risiko penyakit lain juga akan ikut menurun setelah Anda berhenti merokok dua hingga tiga tahun.

Namun, bukan berarti Anda akan sepenuhnya terbebas dari risiko mengalami kanker paru akibat merokok. Ingatlah bahwa berhenti merokok hanya membantu menurunkan risikonya.

Hal ini disebabkan, meski sudah berhenti merokok sejak lama, tubuh Anda sudah terlanjur terpapar asap rokok dalam waktu lama. Dengan begitu, efek racun rokok tetap berkembang di dalam tubuh Anda.

Tetap saja Anda tidak disarankan untuk melanjutkan aktivitas yang dapat memberikan pengaruh buruk pada kesehatan tubuh tersebut. Justru, segeralah berhenti menganut gaya hidup yang tak sehat ini.

Lebih baik berhenti merokok lebih awal dan lakukan deteksi dini terhadap kanker paru. Hal ini juga bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kanker paru.

Apabila Anda sudah terlanjur mengalami penyakit ini akibat merokok, segera terapkan pola hidup sehat sebagai pengobatan alami terhadap kanker paru.

Dokter juga akan membantu Anda menjalani pengobatan yang diberikan berdasarkan tahapan stadium kanker paru yang Anda jalani.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mata

Kanker mata atau okular adalah kanker menyerang jaringan indra penglihatan. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatan kanker mata berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
limfosit tinggi

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
sel darah putih naik

Mencari Penyebab Leukosit Tinggi dalam Darah dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit