Tips Mengelola Berat Badan yang Menurun Drastis Akibat HIV

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meskipun kebanyakan penderita HIV tidak memerlukan diet khusus, jika Anda merasa sakit dan mengalami gejala seperti mual, diare, atau penurunan berat badan, Anda mungkin memerlukan diet sehat untuk mencegah menurunnya kembali berat badan Anda. Penurunan berat badan berlebih bisa jadi komplikasi serius dari HIV. Tanpa nutrisi yang memadai, Anda bisa menjadi semakin sakit.

Menjalani diet sehat untuk mengatasi penurunan berat badan berlebih

Pastikan bahwa Anda mengonsumsi cukup kalori untuk mempertahankan berat badan Anda. Berolahraga akan membuat Anda kehilangan sejumlah kalori sehingga Anda juga harus mempertimbangkan kalori tambahan yang Anda bakar melalui olahraga. Cobalah makan dengan porsi kecil dan camilan beberapa kali dalam sehari jika Anda kesulitan untuk menghabiskan porsi makan tiga kali sehari yang biasa.

Diet menjaga berat badan memiliki banyak kemiripan dengan diet menurunkan berat badan. Dengan menerapkan program porsi-demi-porsi makanan yang bisa Anda pertahankan dapat bertindak sebagai panduan untuk menjaga Anda berada dalam jalur yang tepat, meskipun rencana program memiliki kalori lebih banyak dari program diet Anda yang lama. Jangan pernah melewatkan sarapan. Sarapan merupakan makanan yang terpenting dalam sehari dan dapat berdampak pada aktivitas Anda sepanjang hari.

Gunakan obat yang tepat

Obat-obatan HIV, dan HIV itu sendiri, dapat menyebabkan diare, muntah, sariawan dan efek samping yang membatasi kemampuan Anda untuk makan dan menyerap nutrisi. Maka dari itu, Anda harus berkonsultasi pada dokter untuk menemukan regimen obat HIV yang tepat. Selain itu, Anda harus meminta pada dokter sejumlah suplemen yang dapat mendukung Anda untuk makan dan membantu Anda untuk makan dengan lebih baik.

Selama menggunakan obat, jika didapati satupun gejala dan tanda efek samping, Anda harus berkonsultasi pada dokter dan menjalani pemeriksaan untuk memastikan bahwa obat tersebut sesuai untuk Anda atau tidak. Jika tidak sesuai, diskusikanlah dengan dokter untuk berganti ke obat lain.

Berolahraga

Berolahraga lebih penting untuk pasien HIV daripada untuk pasien dengan penyakit lainnya. Dikarenakan virus HIV akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih lemah dan hal tersebut menyebabkan Anda kehilangan berat badan, Anda harus memperbaikinya dengan banyak cara. Metode terpenting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda adalah dengan berolahraga.

Berolahragalah setidaknya dua sampai tiga kali per minggu. Mulailah dengan olahraga ringan dan tingkatkan levelnya seiring waktu. Aktivitas ini akan membantu membangun jaringan otot dan mencegah penurunan massa otot yang terkait dengan kelelahan. Latih setiap kelompok otot, termasuk otot lengan, kaki, punggung, dada, bahu dan perut. Jangan pernah melatih kelompok otot yang sama dua hari berturut-turut untuk membantu mencegah cedera otot.

Dapatkan bantuan

Pasien HIV seringkali mengalami depresi, yang dapat menyebabkan kehilangan napsu makan atau kehilangan minat untuk mengurus diri sendiri. Maka dari itu, dengan berkonsultasi pada konselor atau terapis mengenai perasaan Anda terkait dengan penyakit Anda akan membantu membuat Anda merasa lebih santai.

Anda juga dapat berkonsultasi pada keluarga atau teman untuk meminta bantuan ketika Anda merasa lelah atau hilang harapan. Berada di samping kerabat setiap saat membantu Anda untuk tidak merasa kesepian dan untuk berpikiran positif. Bergabung dengan sejumlah kelompok sosial untuk membantu orang lain yang memiliki HIV seperti Anda adalah cara yang dapat membantu memperbaiki emosi Anda.

Jika Anda mengalami satu atau  tanda penurunan berat badan, Anda harus menemui dokter Anda terlebih dahulu untuk sejumlah anjuran dan obat-obatan. Kemudian, cobalah untuk menerapkan sejumlah tips di atas untuk meningkatkan berat badan Anda seiring waktu dengan pemikiran positif. Dan ingatlah untuk selalu berpikir positif: kesehatan Anda merupakan kebahagiaan keluarga Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

    Pasti Anda sedih bila tahu anak Anda kena virus HIV. Namun, Anda harus tetap melakukan perawatan kepada anak sebaik mungkin. Apa tips merawat anak HIV/AIDS?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    HIV/AIDS 21/03/2020 . Waktu baca 3 menit

    5 Manfaat Pakai Kondom untuk Kesehatan

    Kondom memiliki manfaat sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Ada banyak manfaat yang perlu disadari pasutri pentingnya mengenakan kondom.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    manfaat kondom
    Kontrasepsi, Hidup Sehat 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

    Obat untuk menyembuhkan pasien HIV memang belum ditemukan. Namun, untuk kedua kalinya dalam sejarah ada pasien yang dinyatakan sembuh dari HIV.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Berita Luar Negeri, Berita 14/03/2020 . Waktu baca 6 menit

    Cara Menyampaikan Bahwa Anak Anda Terkena HIV

    Bila anak terkena HIV dari orang tuanya, perlukah orang tua memberi tahu hal tersebut ke anak? Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan pada anak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    HIV/AIDS, Health Centers 22/11/2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    penyakit berisiko pada ODHA

    Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    tanda kekurangan gizi dan anak kurang gizi

    Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 14 menit