Perubahan Gaya Hidup dan Makanan Setelah Positif HIV

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/03/2020
Bagikan sekarang

Setelah didiagnosis dengan HIV, kehidupan Anda akan berubah. Tentu saja, kehidupan Anda akan menjadi lebih sulit. Namun, jika Anda mengubahnya dengan cara yang tepat, kehidupan Anda akan menjadi lebih menarik dan membantu Anda mempertahankan kehidupan yang sehat meskipun Anda memiliki penyakit. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memiliki gaya hidup yang sehat.

Buatlah jurnal

Jika Anda belum pernah memiliki jurnal sebelumnya, cobalah untuk membuatnya sekarang. Bantulah diri Anda untuk terus mengikuti semua informasi yang diberikan oleh dokter dan pemberi layanan kesehatan Anda dengan membuat jurnal. Catat semua hal yang diberitahukan oleh dokter Anda, setiap pertanyaan yang Anda miliki, atau setiap hal yang ingin Anda cari. Jika Anda mulai mengonsumsi obat, terus catat kapan Anda meminumnya dan jika Anda mengalami efek samping apapun. Jika dokter menjalankan tes darah untuk memeriksa viral load dan tingkat CD4+sel-T Anda, Anda mungkin juga ingin memiliki catatan informasi tersebut. Semakin banyak informasi yang Anda miliki, semakin baik Anda dapat mencegah penyakit Anda.

Carilah dukungan

Berbagilah mengenai penyakit Anda dengan kerabat dan teman Anda. Hal ini membantu mereka untuk lebih mudah memahami dan mendukung Anda menempuh masa sulit ini. Kesepian dapat membuat Anda menjadi depresi, sehingga biarkanlah orang-orang berada di samping Anda untuk membantu. Bergabung dalam organisasi social yang terdapat banyak orang yang memiliki HIV seperti Anda merupakan pilihan yang baik untuk membantu Anda kembali dengan cepat ke dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Jalanilah gaya hidup sehat

Obat-obatan bukanlah satu-satunya pilihan perawatan. Jika Anda menjaga tubuh dengan baik, hal ini akan menjaga Anda dengan lebih baik. Selain itu, gaya hidup yang sehat membantu mencegah potensi komplikasi kesehatan dari infeksi HIV, seperti obesitas, penyakit jantung, dan kanker.

Jadi, bagaimana cara memiliki gaya hidup sehat?

Anda dapat mulai dengan diet yang seimbang dan sehat dengan banyak buah-buahan dan sayuran, gandum, dan protein tanpa lemak. Makanan yang baik adalah obat yang baik. Hal tersebut membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda berada dalam kondisi terbaik dan memberikan Anda banyak energi dengan banyak nutrisi yang baik, yang mana dapat mencegah penyebab penyakit-penyakit lain.

Seiring dengan diet, Anda harus menjalani program olahraga. Konsultasikanlah pada dokter mengenai program yang sesuai untuk Anda. Program tersebut dapat terdiri dari latihan ringan di tahap awal dan dengan tingkat yang lebih sulit pada saat kesehatan Anda lebih baik. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, aerobic, dan yoga merupakan olahraga yang paling baik untuk Anda pada tahap awal. Anda dapat mencoba latihan beban pada tahap berikutnya.

Selain itu, menjaga pikiran Anda untuk selalu positif merupakan hal yang paling penting. Anda tidak dapat memiliki emosi yang baik jika Anda terus berada dalam pikiran yang negatif. Pikiran negatif bahkan dapat membuat Anda menyerah mengenai kebiasaan baik lainnya seperti berolahraga dan makan diet yang sehat.

Janganlah takut untuk mengubah pengobatan

Anda bisa saja tidak menjalani terapi antiretrovirus yang sama sepanjang hidup Anda. Anda bisa saja berpikir bahwa Anda memerlukan perubahan pada beberapa tahapan proses pengobatan Anda.

Alasan diperlukannya perubahan adalah resistensi obat, berkurangnya daya serap obat, buruknya kedisiplinan mengenai jadwal obat, atau kombinasi obat yang tidak efektif. Jika Anda berpikir bahwa obat Anda tidaklah seefektif sebagaimana mestinya, atau efek samping atau gejala HIV yang tidak diobati telah makin memburuk, konsultasikanlah pada dokter Anda. Dalam memerangi HIV, setiap pilihan pengobatan harus dieksplorasi.

Anda dapat menjalani hidup yang sangat normal, bahkan setelah diagnosis HIV. Maka dari itu, tidak ada yang perlu ditakutkan mengenai penyakit Anda. Memiliki keberanian, bersikap baik, dan tetap berpikiran positif akan membantu Anda menjalani hidup dengan bahagia.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

    7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

    Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit berisiko pada ODHA

    Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
    buah untuk berbuka puasa

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    sakit perut setelah buka puasa

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
    maag saat puasa obat Omeprazole

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020