Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu stigma yang menempel pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah bahwa mereka cenderung kurus. Masalah berat badan yang kerap dialami ODHA sebetulnya bukan tanpa alasan. Ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa ODHA susah gemuk. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab ODHA susah gemuk

penyebab kurus tak bisa gemuk

Menurut The National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), penyebab utama yang membuat seorang ODHA cenderung susah gemuk belum dapat dipastikan.

Namun dari segi perkembangan penyakitnya, infeksi HIV memiliki beragam cara untuk berkontribusi terhadap penurunan badan dengan cepat. Pertama, dari keberadaan virusnya itu sendiri yang melemahkan sistem imun.

Saat seseorang mengalami infeksi, sistem imun tubuh mereka harusnya bekerja keras untk melawan penyebab penyakitnya. Proses perlawanan ini membutuhkan energi yang tidak sedikit. Nah karena sistem imun ODHA sudah sangat dilemahkan, maka tubuh mereka butuh asupan energi yang lebih besar lagi.

Di samping itu, infeksi mengganggu kerja metabolisme sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap makanan. Virus penyebab infeksi HIV kerap membuat dinding usus rusak sehingga berbagai nutrisi dari makanan tidak bisa diserap dengan sempurna.

Ketika tidak mendapat cukup asupan makanan, tubuh menggunakan cadangan energi dari lemak dan protein dari otot. Jika hal ini terjadi terus-menerus, ODHA akan jadi susah gemuk karena selalu kehilangan massa dan massa ototnya.

Gejala dan komplikasi HIV juga membuat ODHA susah gemuk

Selain dari segi patofisiologis penyakit, beragam kombinasi gejala yang dimunculkan HIV seperti mual, demam, lemas terus-terusan, diare, sariawan yang membuat sulit menelan, perubahan suasana hati (risiko depresi), dan peradangan kelenjar getah bening lambat laun dapat menurunkan nafsu makan.

Risiko penurunan berat badan juga cenderung tampak lebih jelas terlihat pada ODHA yang berada di fase infeksi HIV kronis, alias AIDS. Di tahap ini, kemungkinan besar seorang ODHA berisiko tinggi atau bahkan sudah mengalami komplikasi berupa infeksi oportunistik atau kanker.

Penyakit yang disebabkan oleh komplikasi HIV dapat menyumbang penurunan berat badan hingga 10 persen dari berat awal sebelum terinfeksi.

Di sisi lain, efek samping pengobatan antiretroviral yang dijalani selama ini juga mungkin berpengaruh pada perubahan nafsu makan.

Cara menaikkan berat badan untuk ODHA yang susah gemuk

makanan untuk mencegah kram otot

Masalah berat badan sangat berisiko membuat penderita HIV dan AIDS kekurangan gizi apabila dibiarkan terus, dan nantinya dapat semakin menyulitkan pengobatan. Padahal, memenuhi dan menambah asupan nutrisi dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi.

Tenang. Ada banyak langkah yang bisa ditempuh untuk menaikkan angka timbangan untuk ODHA yang merasa sulit menggemukkan badan.

1. Makan lebih banyak

ODHA membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan energi. Itu kenapa makan dengan porsi lebih banyak adalah kunci utama untuk menambah berat badan.

Cobalah untuk makan lebih banyak karbohidrat sederhana dari nasi, jagung, gandum, roti, kentang, atau ubi. Isi piring makan Anda dengan lauk berprotein tinggi seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta vitamin dari sayur-mayur.

Selain itu, menu makan untuk ODHA yang susah gemuk juga harus dilengkapi dengan asupan vitamin, serat, dan lemak sehat dari buah, misalnya saja alpukat.

Untuk meningkatkan nafsu makan, coba variasikan resep masakan di tiap waktu penyajiannya.

2. Makan lebih sering

Makan banyak dalam porsi yang sekaligus besar mungkin justru membuat Anda mual dan makin malas makan. Nah untuk menyiasatinya, bagilah porsi makan Anda dari yang tadinya 3 kali sehari menjadi 4-6 kali sehari dalam porsi yang lebih kecil.

Selain lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, cara ini juga membantu Anda untuk tetap bisa mencukupi kalori yang dibutuhkan setiap harinya.

Jangan pernah melewatkan sarapan. Sarapan merupakan makanan yang terpenting dalam sehari dan dapat berdampak pada aktivitas Anda sepanjang hari.

3. Sering makan camilan

Banyak ODHA susah gemuk karena tak nafsu makan, tapi justru sangat bersemangat ngemil. Jika Anda salah satunya, coba makan camilan yang lebih sehat, baik yang dibeli di pasaran atau buat sendiri di rumah.

Camilan sehat bisa membantu ODHA tidak lagi susah makan agar dapat kembali gemuk dengan cara yang menyenangkan. Pilihan camilan yang bisa Anda kudap sehari-hari adalah kacang-kacangan, buah, dan yogurt.

4. Olahraga

Olahraga bisa membantu ODHA yang susah gemuk untuk mengembalikan nafsu makan mereka. Pasalnya, olahraga menjadi satu-satunya cara untuk memperkuat dan membangun masa otot. Otot-otot yang nantinya terbentuk akan menjadi tempat menyimpan cadangan energi untuk dimanfaatkan tubuh saat dibutuhkan.

Selain itu, olahraga juga bisa membantu mengalihkan Anda dari stres akibat penyakit yang mungkin terus menghantui pikiran.

Oleh sebab itu, ODHA memang sangat dianjurkan berolahraga demi menjaga kesehatannya. Untuk menaikkan massa otot, olahraga angkat beban bisa menjadi pilihan yang tepat.

5. Rutin jalani pengobatan

Semakin lama, virus HIV akan semakin menggerus tubuh lewat berbagai infeksi yang diakibatkan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, infeksi membuat ODHA susah gemuk karena tubuh bekerja lebih dari biasanya untuk melawannya.

Jika tidak dibarengi dengan asupan makanan, infeksi bisa membuat angka timbangan menurun drastis dan membuat ODHA susah gemuk. Untuk itu, mengobati infeksi di awal kemunculannya menjadi salah satu cara penting yang perlu dilakukan.

Namun perlu diingat lagi bahwa obat-obatan HIV dapat menyebabkan efek samping yang mengurangi nafsu makan. Maka dari itu, Anda harus berkonsultasi pada dokter untuk menemukan regimen obat HIV yang tepat. Anda juga dapat meminta rekomendasi dokter terkait suplemen vitamin yang dapat menambah nafsu makan sekaligus meningkatkan asupan gizi.

Anda juga dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk membantu merencanakan pola makan sehat yang sesuai dengan kondisi selama pengobatan masih berlangsung.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 30, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca