Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Salah satu stigma yang menempel pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah bahwa mereka cenderung kurus. Masalah berat badan yang kerap dialami ODHA sebetulnya bukan tanpa alasan. Ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa ODHA susah gemuk. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab ODHA susah gemuk

penyebab kurus tak bisa gemuk

Menurut The National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), penyebab utama yang membuat seorang ODHA cenderung susah gemuk belum dapat dipastikan.

Namun dari segi perkembangan penyakitnya, infeksi HIV memiliki beragam cara untuk berkontribusi terhadap penurunan badan dengan cepat. Pertama, dari keberadaan virusnya itu sendiri yang melemahkan sistem imun.

Saat seseorang mengalami infeksi, sistem imun tubuh mereka harusnya bekerja keras untk melawan penyebab penyakitnya. Proses perlawanan ini membutuhkan energi yang tidak sedikit. Nah karena sistem imun ODHA sudah sangat dilemahkan, maka tubuh mereka butuh asupan energi yang lebih besar lagi.

Di samping itu, infeksi mengganggu kerja metabolisme sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap makanan. Virus penyebab infeksi HIV kerap membuat dinding usus rusak sehingga berbagai nutrisi dari makanan tidak bisa diserap dengan sempurna.

Ketika tidak mendapat cukup asupan makanan, tubuh menggunakan cadangan energi dari lemak dan protein dari otot. Jika hal ini terjadi terus-menerus, ODHA akan jadi susah gemuk karena selalu kehilangan massa dan massa ototnya.

Gejala dan komplikasi HIV juga membuat ODHA susah gemuk

Selain dari segi patofisiologis penyakit, beragam kombinasi gejala yang dimunculkan HIV seperti mual, demam, lemas terus-terusan, diare, sariawan yang membuat sulit menelan, perubahan suasana hati (risiko depresi), dan peradangan kelenjar getah bening lambat laun dapat menurunkan nafsu makan.

Risiko penurunan berat badan juga cenderung tampak lebih jelas terlihat pada ODHA yang berada di fase infeksi HIV kronis, alias AIDS. Di tahap ini, kemungkinan besar seorang ODHA berisiko tinggi atau bahkan sudah mengalami komplikasi berupa infeksi oportunistik atau kanker.

Penyakit yang disebabkan oleh komplikasi HIV dapat menyumbang penurunan berat badan hingga 10 persen dari berat awal sebelum terinfeksi.

Di sisi lain, efek samping pengobatan antiretroviral yang dijalani selama ini juga mungkin berpengaruh pada perubahan nafsu makan.

Cara menaikkan berat badan untuk ODHA yang susah gemuk

makanan untuk mencegah kram otot

Masalah berat badan sangat berisiko membuat penderita HIV dan AIDS kekurangan gizi apabila dibiarkan terus, dan nantinya dapat semakin menyulitkan pengobatan. Padahal, memenuhi dan menambah asupan nutrisi dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi.

Tenang. Ada banyak langkah yang bisa ditempuh untuk menaikkan angka timbangan untuk ODHA yang merasa sulit menggemukkan badan.

1. Makan lebih banyak

ODHA membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan energi. Itu kenapa makan dengan porsi lebih banyak adalah kunci utama untuk menambah berat badan.

Cobalah untuk makan lebih banyak karbohidrat sederhana dari nasi, jagung, gandum, roti, kentang, atau ubi. Isi piring makan Anda dengan lauk berprotein tinggi seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta vitamin dari sayur-mayur.

Selain itu, menu makan untuk ODHA yang susah gemuk juga harus dilengkapi dengan asupan vitamin, serat, dan lemak sehat dari buah, misalnya saja alpukat.

Untuk meningkatkan nafsu makan, coba variasikan resep masakan di tiap waktu penyajiannya.

2. Makan lebih sering

Makan banyak dalam porsi yang sekaligus besar mungkin justru membuat Anda mual dan makin malas makan. Nah untuk menyiasatinya, bagilah porsi makan Anda dari yang tadinya 3 kali sehari menjadi 4-6 kali sehari dalam porsi yang lebih kecil.

Selain lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, cara ini juga membantu Anda untuk tetap bisa mencukupi kalori yang dibutuhkan setiap harinya.

Jangan pernah melewatkan sarapan. Sarapan merupakan makanan yang terpenting dalam sehari dan dapat berdampak pada aktivitas Anda sepanjang hari.

3. Sering makan camilan

Banyak ODHA susah gemuk karena tak nafsu makan, tapi justru sangat bersemangat ngemil. Jika Anda salah satunya, coba makan camilan yang lebih sehat, baik yang dibeli di pasaran atau buat sendiri di rumah.

Camilan sehat bisa membantu ODHA tidak lagi susah makan agar dapat kembali gemuk dengan cara yang menyenangkan. Pilihan camilan yang bisa Anda kudap sehari-hari adalah kacang-kacangan, buah, dan yogurt.

4. Olahraga

Olahraga bisa membantu ODHA yang susah gemuk untuk mengembalikan nafsu makan mereka. Pasalnya, olahraga menjadi satu-satunya cara untuk memperkuat dan membangun masa otot. Otot-otot yang nantinya terbentuk akan menjadi tempat menyimpan cadangan energi untuk dimanfaatkan tubuh saat dibutuhkan.

Selain itu, olahraga juga bisa membantu mengalihkan Anda dari stres akibat penyakit yang mungkin terus menghantui pikiran.

Oleh sebab itu, ODHA memang sangat dianjurkan berolahraga demi menjaga kesehatannya. Untuk menaikkan massa otot, olahraga angkat beban bisa menjadi pilihan yang tepat.

5. Rutin jalani pengobatan

Semakin lama, virus HIV akan semakin menggerus tubuh lewat berbagai infeksi yang diakibatkan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, infeksi membuat ODHA susah gemuk karena tubuh bekerja lebih dari biasanya untuk melawannya.

Jika tidak dibarengi dengan asupan makanan, infeksi bisa membuat angka timbangan menurun drastis dan membuat ODHA susah gemuk. Untuk itu, mengobati infeksi di awal kemunculannya menjadi salah satu cara penting yang perlu dilakukan.

Namun perlu diingat lagi bahwa obat-obatan HIV dapat menyebabkan efek samping yang mengurangi nafsu makan. Maka dari itu, Anda harus berkonsultasi pada dokter untuk menemukan regimen obat HIV yang tepat. Anda juga dapat meminta rekomendasi dokter terkait suplemen vitamin yang dapat menambah nafsu makan sekaligus meningkatkan asupan gizi.

Anda juga dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk membantu merencanakan pola makan sehat yang sesuai dengan kondisi selama pengobatan masih berlangsung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Demam berdarah sering menyebabkan hilang nafsu makan. Coba lakukan beberapa tips untuk menambah nafsu makan ini agar proses pemulihan tetap lancar.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara menambah nafsu makan
Nutrisi, Hidup Sehat 6 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Pasti Anda sedih bila tahu anak Anda kena virus HIV. Namun, Anda harus tetap melakukan perawatan kepada anak sebaik mungkin. Apa tips merawat anak HIV/AIDS?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
HIV/AIDS 21 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Obat untuk menyembuhkan pasien HIV memang belum ditemukan. Namun, untuk kedua kalinya dalam sejarah ada pasien yang dinyatakan sembuh dari HIV.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berita Luar Negeri, Berita 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Berapa Asupan Karbohidrat untuk Menambah Berat Badan?

Selain protein dan lemak, peningkatan asupan karbohidrat itu perlu untuk membantu menambah berat badan. Namun, berapa jumlah idealnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 26 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengembalikan nafsu makan anak

Tips Jitu Mengembalikan Nafsu Makan Anak Setelah Sakit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 3 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit berisiko pada ODHA

Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
suplemen penambah berat badan

Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
pola makan saat puasa

3 Kunci Mengatur Pola Makan Saat Puasa Supaya Berat Badan Naik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit