Mengetahui Status HIV dari Hasil Tes Negatif, Reaktif, dan Positif

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020
Bagikan sekarang

Apabila Anda termasuk orang yang berisiko tinggi kena HIV dan baru-baru ini terpapar virus tersebut, baiknya segera tes. Tes HIV ada banyak macam jenis, dan kesemuanya memungkinkan Anda untuk mengetahui apa status kondisi Anda saat ini. Sama seperti tes medis umumnya, hasil tes HIV bisa keluar positif atau negatif, tapi diagnosis HIV sendiri tidak semudah ini. Lalu, bagaimana kita bisa memahami hasil dari tes HIV? Apakah hasil tes negatif artinya Anda pasti terbebas dari HIV?

Tujuan tes HIV

Semakin cepat Anda menjalani tes HIV semakin baik, sebab dokter dapat merekomendasikan pengobatan atau pencegahan yang tepat.

Sebaiknya segera ke rumah sakit atau instalasi kesehatan terdekat untuk menjalani tes HIV jika Anda merasa terpapar virus dalam 3 bulan terakhir. Namun, hasil yang Anda dapatkan tentu tergantung pada kapan dan jenis tes HIV apa yang Anda jalani.

Biasanya, kunjungan tes HIV pertama Anda mungkin menunjukkan hasil yang negatif. Meski demikian, jangan bernapas lega dulu terlebih jika Anda termasuk kelompok yang berisiko tinggi.

Jadi, sebenarnya tes HIV yang pertama kali lebih bertujuan untuk melihat dulu apakah Anda memiliki antibodi khusus atau tidak. Bukannya memeriksa ada tidaknya virus HIV dalam darah.

Memahami hasil tes HIV

Seseorang bisa didiagnosis memiliki infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) setelah terbukti ada virus tersebut di dalam tubuhnya. Hal ini biasanya terlihat dari berbagai pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan darah melalui tes HIV.

Hasil tes HIV pada umumnya digambarkan dengan tiga kategori, yaitu negatif, reaktif, dan positif. Ketiga hasil tes ini menunjukkan kondisi yang berbeda-beda.

1. Hasil tes HIV negatif

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, mendapatkan hasil negatif setelah tes belum tentu Anda benar-benar bebas HIV.

Namun, hasil HIV negatif tidak juga pasti menandakan tes yang Anda lakukan salah langkah atau tidak akurat. Anda mungkin saja sudah terinfeksi, tapi viral load dalam darah belum cukup banyak untuk bisa terdeteksi oleh tes.

Inilah yang dinamakan dengan masa jendela HIV, yaitu jeda waktu antara kapan virus pertama kali masuk sampai tes dapat secara akurat mendeteksi keberadaannya. Masa jendela HIV bervariasi untuk setiap orang dan juga berbeda tergantung pada jenis tes HIV yang dijalani.

Penting untuk diketahui bahwa selama masih dalam masa jendela, Anda mungkin tidak merasakan gejala HIV apa pun. Virus masih terus berduplikasi dan berkembang biak dalam tubuh sehingga Anda pun masih dapat menularkan penyakit ke lingkungan tanpa pernah disadari.

Apabila hasil tes HIV pertama Anda negatif, Anda perlu dites lagi dalam 3 bulan berikutnya untuk memastikan. Ketika Anda benar terinfeksi HIV, tubuh akan mengeluarkan antibodi khusus yang siap menyerang virus tersebut. Jika dari tes terakhir itu hasil Anda tetap negatif, Anda bisa sepenuhnya yakin tidak terinfeksi HIV.

Pun demikian, hasil tes negatif juga tidak serta-merta menunjukkan pasangan seks Anda juga negatif HIV. Tes HIV hanya berlaku untuk orang yang menjalani tes. Alangkah lebih baik pasangan Anda juga ikut melakukan tes HIV sehingga semakin mencegah penularan HIV lebih luas.

2. Hasil tes HIV positif

Jika hasil tes positif, ini menunjukkan bahwa viral load HIV telah terdeteksi dalam darah Anda. Hasil viral load yang mencapai 100.000 kopi atau lebih per 1 ml sudah termasuk tinggi. Artinya, besar kemungkinan Anda HIV positif.

Setelah mendapatkan hasil positif, dokter dapat memberikan rekomendasi rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda saat ini. Anda perlu memulai pengobatan sesegera mungkin untuk memastikan Anda tetap sehat sekaligus mengurangi peluang Anda menyebarkan HIV ke orang lain. ART memperlambat perkembangan HIV dan membantu melindungi sistem kekebalan tubuh Anda.

Selain itu, Anda juga akan terus dipantau untuk mewaspadai infeksi tuberkulosis (TBC). Kemudian jika Anda positif HIV saat sedang hamil, Anda akan diberi arahan tambahan untuk mencegah penularan pada bayi Anda.

Tenang, karena hasil tes HIV Anda tidak akan disebarluaskan. Dokumen tes Anda bersifat pribadi dan hanya dapat diakses oleh Anda dan tim dokter yang akan terlibat dalam pengobatan Anda.

3. Hasil tes HIV reaktif

Hasil tes yang reaktif adalah hasil positif yang mungkin perlu dikonfirmasi ulang dengan tes tambahan, sebelum diagnosis akhir dapat ditegakkan. Diagnosis Anda positif HIV atau tidak, tidak akan diresmikan sampai hasil dari tes darah HIV lanjutan keluar dan diterima dokter.

Pada tahap ini, sangat penting untuk mengikuti saran dari dokter untuk memantau gejala HIV dan mencegah infeksi virus tersebut.

Peluang tes HIV memunculkan hasil tidak akurat

Selain tiga hasil tes di atas, ada dua hasil tes HIV yang dikatakan tidak akurat, yaitu negatif palsu dan positif palsu.

Hasil negatif palsu adalah adanya kegagalan dalam mendeteksi antibodi atau antigen pada seseorang yang ternyata terinfeksi HIV (yaitu kekeliruan mengidentifikasi orang HIV positif sebagai HIV negatif). Ini kemungkinan besar terjadi selama periode jendela, ketika antibodi dan antigen belum bisa terdeteksi.

Sebaliknya, tes yang secara keliru mengembalikan hasil positif pada orang yang sebenarnya HIV negatif dikenal sebagai positif palsu. Ini mungkin terjadi jika antibodi non-HIV salah diidentifikasi sebagai antibodi terhadap HIV.

Risiko hasil positif dari tes tunggal pada kenyataannya bisa menjadi positif palsu, maka banyak dokter yang lebih memilih untuk mengatakan bahwa hasil tes adalah reaktif daripada positif. Dengan begitu, Anda akan diminta melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan hasilnya.

Jika Anda masih punya pertanyaan atau kekhawatiran tertentu terkait hasil tes HIV Anda, konsultasikan langsung dengan dokter yang menangani Anda.

Bagaimana cara memastikan kalau tes Anda bebas HIV?

Tes HIV tidak akan dilakukan satu kali tapi biasanya beberapa kali dengan selang 3 bulan. Bahkan beberapa dokter menganjurkan untuk melakukan tes per 6 bulan sekali untuk mendapatkan hasil tes HIV yang lebih aurat.

Jadi, kalau memang Anda terinfeksi virus HIV, maka pada pemeriksaan pertama mungkin menunjukkan hasil tes HIV  negatif. Namun, hasil kedua setelah periode jendela akan menunjukkan tanda positif.  Sementara kalau Anda tidak terbukti terjangkit virus HIV, maka hasil tes pertama dan pemeriksaan selanjutnya akan tetap negatif.

Namun, jika setelah pemeriksaan tersebut Anda kembali terpapar risiko HIV, seperti melakukan hubungan seks yang tidak aman atau bikin tato di tempat yang kurang terpercaya, maka Anda perlu mengulang tes untuk mendapatkan hasil tes HIV yang akurat, sesuai dengan kondisi Anda sekarang ini.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda terbukti bebas dari HIV, Anda harus menjaga status kesehatan Anda dengan melakukan pencegahan HIV, seperti menjalankan pola hidup sehat, hubungan seks yang aman, dan menghindari hal-hal yang dapat membuat Anda terinfeksi.

Akan tetapi, bila hasil tes menunjukkan terinfeksi HIV, segera lanjutkan pengobatan dan konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020