Seseorang bisa didiagnosis memiliki infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) setelah terbukti ada virus tersebut di dalam tubuhnya. Hal ini biasanya terlihat dari berbagai pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah yang menyatakan HIV ada di dalam tubuh Anda biasanya ditandai dengan HIV positif, sebaliknya bila hasil tes HIV menunjukkan tanda negatif, maka Anda mungkin tidak terkena infeksi ini. Ya, hal ini masih kemungkinan, pasalnya orang yang memiliki hasil pemeriksaan HIV negatif belum tentu sepenuhnya lepas dari penyakit infeksi ini. Lantas, apa arti HIV negatif sebenarnya? Apa tandanya jika saya tidak mengalami infeksi HIV?

Hasil HIV negatif belum tentu artinya tubuh bebas HIV 

Ketika Anda mendapatkan hasil tes HIV Anda bertanda negatif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini belum tentu menandakan bahwa Anda benar-benar terlepas dari infeksi HIV. Mungkin saja, HIV masih ada di dalam tubuh Anda, tetapi tidak terdeteksi. Jika ini terjadi, bukan berarti pemeriksaan yang Anda lakukan salah prosedur atau tidak tepat.

Jadi, sebenarnya pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat apakah tubuh Anda memiliki suatu antibodi khusus atau tidak, bukannya memeriksa apakah ada virus HIV dalam darah Anda. Ketika Anda memang terinfeksi HIV, maka tubuh akan merespon dengan cara mengeluarkan antibodi khusus yang siap menyerang virus tersebut.

Nah, pada saat pertama kali terpapar virus HIV, biasanya tubuh Anda tidak langsung menghasilkan antibodi tersebut. Maka dari itu, pemeriksaan virus HIV pertama kali, hasil yang mungkin Anda terima adalah HIV negatif, sebab tes tersebut belum mendeteksi adanya antibodi tubuh.

Antibodi khusus ini baru akan terbentuk sekitar tiga bulan setelah tubuh terpapar virus. Selang waktu tersebut disebut dengan periode jendela. Selama periode jendela ini, penularan virus HIV masih mungkin terjadi dan seseorang dapat mengalami infeksi HIV jika melakukan kegiatan yang berisiko menularkan HIV.

Jadi, jangan mengira bahwa hasil negatif pada pemeriksaan Anda pertama kali adalah hasil akhir. Anda harus tetap terus berkonsultasi dan berobat ke dokter, hingga sudah tahu betul kalau Anda terbebas dari virus HIV.

Bagaimana cara memastikan kalau tes Anda benar-benar menunjukkan Anda bebas HIV?

Biasanya, pemeriksaan HIV tidak akan dilakukan satu kali, melainkan beberapa kali dengan selang 3 bulan. Bahkan beberapa dokter juga menganjurkan untuk melakukan tes hingga selang waktu 6 bulan, untuk memastikan hasil pemeriksaan yang sebelumnya telah keluar.

Jadi, kalau memang Anda terinfeksi virus HIV, maka hasil pertama mungkin saja negatif, namun hasil kedua setelah periode jendela akan menunjukkan tanda positif. Sementara kalau Anda tidak terbukti terjangkit virus HIV, maka hasil tes pertama dan pemeriksaan selanjutnya akan tetap negatif.

Namun, jika setelah pemeriksaan tersebut Anda kembali terpapar risiko HIV, seperti melakukan hubungan seks yang tidak aman atau bikin tato di tempat yang kurang terpercaya, maka pemeriksaan sebelumnya tidak berlaku dan tes harus diulang kembali sebagai tes pertama.

Jika Anda terbukti bebas dari HIV, Anda harus menjaga status kesehatan Anda, menjalankan pola hidup sehat, dan hindari hal-hal yang dapat membuat Anda terinfeksi. Akan tetapi, bila Anda memang memiliki terinfeksi HIV, segera lanjutkan pengobatan dan konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca