Cara Mengatasi Sakit Kepala Akibat Hipertensi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tekanan darah tinggi yang dibiarkan terus dapat mengakibatkan banyak komplikasi serius di masa depan. Namun, tekanan darah tinggi juga dapat memberikan efek langsung pada tubuh. Salah satunya adalah sakit kepala yang umum dikeluhkan banyak orang hipertensi. Lantas, bagaimana cara mengatasi sakit kepala saat hipertensi?

Apa penyebab sakit kepala saat hipertensi?

Banyak yang menganggap bahwa sakit kepala yang muncul saat hipertensi kambuh disebabkan oleh peningkatan aliran darah dari jantung yang menumpuk di otak. Ini kemudian menyebabkan sensasi tekanan dari dalam kepala yang terasa sakit.

Meski begitu, teori ini tidak dapat dibuktikan. Sampai saat ini, dunia medis belum menemukan hubungan sebab-akibat yang jelas antara sakit kepala dengan tekanan darah tinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipertensi dan sakit kepala tidak berhubungan. Bahkan, American Heart Association (AHA) mendukung penelitian yang mengklaim sakit kepala bukanlah gejala dari tekanan darah tinggi.

Namun pada kasus langka di mana tekanan darah melonjak sangat tinggi dan parah, sering disebut hipertensi maligna, beberapa orang bisa mengalami sakit kepala. Hipertensi berat biasanya datang tiba-tiba dan memengaruhi sekitar 1% orang yang memiliki hipertensi.

Apa itu hipertensi maligna?

Hipertensi maligna adalah peningkatan tekanan darah yang sangat tinggi, bisa mencapai lebih dari 180/120. Sebagai perbandingan, tekanan darah normal umumnya berkisar di bawah 120/80.

Hipertensi maligna adalah kondisi serius yang berbahaya. Efeknya dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kerusakan organ, umumnya menyerang mata dan ginjal. Itu sebabnya, seseorang yang mengalami hipertensi jenis ini harus segera mendapatkan perawatan medis untuk mencegah kerusakan organ yang lebih parah.

Sakit kepala saat hipertensi maligna terjadi tidak mirip seperti sakit kepala umum atau migrain. Tanda dari sakit kepala hipertensi maligna lainnya termasuk pandangan kabur, nyeri dada (angina), sesak napas, napas pendek, mual, lemas, atau kejang-kejang. Dalam beberapa kasus, aspirin pun tidak manjur untuk menghilangkan rasa sakitnya.

Hipertensi maligna umumnya memengaruhi pria dewasa muda, orang dengan masalah ginjal, dan ibu hamil yang mengalami pre-eklampsia.

Lantas, bagaimana cara mengatasi sakit kepala saat hipertensi?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sakit kepala bukan indikator dari tekanan darah tinggi kecuali pada kasus hipertensi maligna tertentu.

Upaya terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sakit kepala saat hipertensi adalah dengan mengonsumsi obat pereda nyeri yang umumnya banyak dijual tanpa resep dokter. Namun, sebelum membeli pastikan jika obat yang Anda konsumsi tidak menaikkan tekanan darah Anda. Itu sebabnya, selalu periksa label obat yang Anda konsumsi.

Selain itu, perhatikan juga asupan makanan Anda. Hindari kafein karena telah dapat memperburuk sakit kepala yang sedang Anda alami. Tidak hanya itu, kafein juga dapat menaikkan tekanan darah Anda.

Nah, jika berbagai cara yang sudah disebutkan di atas kondisi Anda tidak kunjung membaik, dan tekanan darah Anda semakin meningkat, segera cari pertolongan medis terdekat.

Melakukan pemeriksaan tekanan darah tinggi secara teratur juga dapat dilakukan agar tekanan darah Anda terkontrol dengan baik sehingga dapat mengurangi risiko terkena hipertensi maglina ataupun kompolkasi hipertensi lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca