Meski Rutin Minum Obat, Tensi Tetap Tinggi? Mungkin Anda Punya Hipertensi Resisten

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/05/2020
Bagikan sekarang

Tekanan darah tinggi alias hipertensi adalah salah satu malasah kesehatan yang paling umum di dunia. Meski umum, bukan berarti Anda boleh menyepelekan hipertensi. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi berpotensi menyebabkan gagal jantung dan stroke. Namun, beberapa orang bisa tidak merespon efek obat hipertensi yang digunakannya selama ini. Jenis hipertensi kebal obat ini disebut dengan hipertensi resisten.

Apa itu hipertensi resisten?

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi resisten ketika tekanan darahnya cenderung menetap pada batas yang tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg, meski sudah minum tiga jenis obat hipertensi yang berbeda dan mengendalikan tensinya dengan cara yang tepat. Hipertensi resisten umumnya tidak merespon efek kombinasi obat seperti ACE inhibitor, calcium blocker, dan obat diuretik.

Obat diuretik khususnya memegang peranan paling penting untuk menurunkan tekanan darah dan menentukan apakah seseorang mengalami hipertensi resisten. Pasalnya, obat ini berperan mengeluarkan cairan dan kandungan garam dari dalam tubuh.

Hipertensi resisten merupakan gangguan yang paling umum dialami oleh pengidap hipertensi. Paling tidak, sekitar 20 persen penderita hipertensi mengalami hipertensi resisten atau hipertensi kebal obat.

Meski umum terjadi, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Pasalnya, tekanan darah yang sulit terkontrol karena hipertensi resisten dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi jantung dan serangan stroke.

Munculnya hipertensi kebal obat ini kemungkinan berkaitan dengan masalah lainnya, seperti gangguan hormon, kerusakan pembuluh darah sekunder, atau kondisi penyerta yang menyebabkan tekanan darah selalu tinggi seperti gangguan tidur, stres berlebih, dan obesitas.

Apa yang menyebabkan hipertensi kebal obat ini?

obat hipertensi, obat tekanan darah tinggi

Banyak hal yang bisa menyebabkan tekanan darah Anda tetap tinggi, meski sudah mengonsumsi obat. Namun, umumnya, hal ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, kesalahan dosis dan cara konsumsi obat, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang menghambat kerja obat darah tinggi.

Pola hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi natrium (garam), tidak aktif bergerak atau berolahraga, mengonsumsi alkohol berlebihan, serta merokok, dapat memperparah hipertensi yang Anda miliki. Bila ini masih dilakukan, obat hipertensi yang Anda konsumsi tidak akan memberikan perkembangan.

Kondisi Anda juga bisa tidak kunjung membaik bila salah dalam mengonsumsi obat atau menggunakan obat-obatan lain yang menghambat kerja obat darah tinggi, seperti penghilang rasa sakit, terutama nonsteroidal antiinflammatory drugs/NSAID, dekongestan nasal, kontrasepsi oral, atau obat herbal tertentu. Obat-obatan tersebut memiliki interaksi dengan obat hipertensi sehingga tekanan darah Anda tidak bisa dikontrol.

Selain itu, hipertensi resisten juga bisa terjadi karena ada kondisi medis lain yang mendasarinya. Bila Anda memiliki hipertensi resisten, biasanya dokter akan menyelidiki penyebab sekunder yang membuat tekanan darah Anda terus tinggi. Berikut kondisi medis yang mungkin Anda alami:

Gangguan hormonal

  • Gangguan hormon aldoteronisme primer yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyimpan garam sodium, namun tidak dapat menyimpan kalium yang berperan dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Akibatnya darah mengandung lebih banyak garam dan meningkatkan tekanan darah.
  • Tumor pada kelenjar adrenal (pheochromocytoma) yang menyebabkan produksi hormon adrenalin berlebihan sehingga meningkatkan tekanan darah.
  • Sindroma Cushing yang ditandai dengan adanya tumor pada kelenjar pitutari dan mengakibatkan produksi hormon stress kortisol meningkat.
  • Gangguan tiroid, baik hipertiroid atau hipotiroid, dapat mengganggu pengaturan tekanan darah
  • Gangguan endokrin lainnya.

Gangguan struktural

  • Gejala sleep apnea yang menyebabkan napas berhenti sesaat saat tidur. Kondisi ini bisa memicu peningkatan tekanan darah
  • Stenosis arteri ginjal, penyempitan arteri yang membawa darah ke jantung
  • Penyempitan pembuluh darah arteri besar (aorta) yang berperan dalam membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh
  • Kerusakan ginjal yang fatal, seperti gagal ginjal.

Apa saja gejala yang mungkin dirasakan?

Pada dasarnya, tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, kondisi ini kerap disebut sebagai pembunuh diam-diam karena dapat mengancam jiwa seseorang bila tidak segera mendapat penanganan.

Hal ini juga terjadi pada seseorang yang memiliki hipertensi resisten. Seseorang dengan hipertensi kebal obat umumnya tidak merasakan gejala hipertensi apapun.

Biasanya, gejala akan muncul saat seseorang memiliki tekanan darah sangat tinggi, yang mencapai 180/120 mmHg atau yang disebut dengan krisis hipertensi. Bila hal ini terjadi, umumnya seseorang akan merasakan sakit kepala, pusing, sesak napas, dan gejala lainnya. Seseorang dengan krisis hipertensi perlu mendapatkan perawatan medis darurat.

Bagaimana caranya tahu saya memiliki hipertensi resisten?

EKG elektrokardiografi

Anda perlu menjalankan serangkaian tes pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda memiliki hipertensi resisten. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan bahwa hipertensi Anda tidak membaik bukan disebabkan oleh upaya pengendalian tekanan darah yang kurang tepat.

Kemungkinan besar dokter akan memeriksa beberapa hal seperti:

  • Riwayat penggunaan obat secara keseluruhan, termasuk obat dan suplemen yang bebas di pasaran atau yang pernah diresepkan dokter lainnya serta obat-obatan herbal.
  • Pengukuran tekanan darah dengan alat yang sudah dikalibrasi
  • Pengawasan tekanan darah selama 24 jam menggunakan alat ukur tekanan darah ambulatory.
  • Pemeriksaan penyakit sekunder yang dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Pemeriksaan kerusakan organ yang merupakan komplikasi hipertensi, seperti:
    • Pemeriksaan ukuran dan irama jantung dengan elektrokardiogram
    • Pemeriksaan fungsi jantung dengan ekokardiogram
    • Funduskopi atau oftalmoskopi untuk memeriksa kerusakan pembuluh darah di dalam mata
    • Analisa urin untuk memeriksa adanya kerusakan ginjal
    • Pemeriksaan darah dan pembuluh darah
    • Rontgen dada.

Bagaimana mengobati penderita hipertensi resisten?

Memahami penyebab tekanan darah cenderung tetap tinggi merupakan langkah awal untuk menangani hipertensi resisten. Dengan begitu, Anda dan dokter selanjutnya dapat merencanakan strategi baru yang lebih efektif untuk pengobatan hipertensi Anda. Bila ditemukan kondisi medis atau penyakit lain yang menyebabkan Anda kebal obat hipertensi, dokter pun akan mengatasi penyakit tersebut, sesuai dengan kondisi Anda.

Selain itu, penderita hipertensi resisten pun perlu menerapkan gaya hidup yang sehat. Gaya hidup yang perlu diterapkan oleh penderita hipertensi resisten hampir sama dengan hipertensi pada umumnya. American Heart Association, menetapkan beberapa poin dalam perubahan gaya hidup untuk mengendalikan tekanan darah seperti:

  • Pola makan seimbang dan rendah garam
  • Pembatasan konsumsi alkohol
  • Rutin beraktivitas fisik ringan dan sedang
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengendalikan stress
  • Mengonsumsi obat dengan tepat; baik dari jenis, dosis, maupun waktu konsumsi. Hindari konsumsi obat dan suplemen yang meningkatkan tekanan darah seperti pil diet, stimulan, obat ephedra dan penghilang rasa sakit, atau jenis obat pereda nyeri NSAID, seperti ibuprofen dan celecoxib.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Direkomendasikan untuk Anda

senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
pantangan darah tinggi

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
mengukur tekanan darah anak

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020