5 Kondisi Kesehatan Penyebab Vertigo Kambuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Sensasi “pusing tujuh keliling” pasti sangat menyiksa saat vertigo tiba-tiba kambuh menyerang Anda. Walau Anda sudah berusaha mencegah kemunculannya, Anda tetap tidak bisa memperkirakan kapan vertigo akan kambuh. Tapi, tahukah Anda bahwa masalah-masalah kesehatan ini dapat menjadi penyebab vertigo kambuh?

Gangguan kesehatan yang dapat menjadi penyebab vertigo kambuh

Sumber: Considerable

Terkadang penyebab vertigo kambuh tidak bisa dideteksi dengan pasti. Biasanya, terpicunya vertigo adalah karena adanya masalah pada bagian dalam telinga yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Beberapa masalah kesehatan juga mungkin dapat memunculkan gejala sakit kepala berputar ini, berikut di antaranya:

1. BPPV

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan kondisi yang paling sering menjadi penyebab vertigo kambuh. Kondisi BPPV dapat menyebabkan rasa pusing berputar baik secara ringan maupun yang kuat.

Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan posisi kepala yang terlalu mendadak. Kondisi ini dapat muncul saat Anda menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah, berbaring, ketika Anda membalikkan tubuh atau bangun terduduk dari tidur.

Gejala yang muncul karena BPPV selain vertigo antara lain adalah ketidakseimbangan tubuh, mual, dan muntah-muntah. Normalnya gejala tersebut hanya terjadi selama kurang dari satu menit namun bisa muncul lagi di kemudian hari.

2. Ménière’s Disease

Penyebab lain vertigo kambuh adalah masalah yang menyerang telinga bagian dalam yaitu Ménière’s Disease.

Munculnya kondisi ini biasanya ditandai dengan vertigo dan choclear symtomps yang menimbulkan sensasi telinga berdengung atau tinnitus, kehilangan pendengaran sementara atau tuli sensorineural, dan perasaan penuh dan tertekan di dalam telinga.

Pada bagian dalam telinga kita, terdapat susunan organ yang berfungsi sebagai pembantu pendengaran dan keseimbangan tubuh yang saling terhubung oleh cairan. Ketika telinga memproduksi cairan berlebih, cairan ini dapat mengganggu sinyal yang akan diterima otak.

Kejadian ini lalu menyebabkan munculnya vertigo dan masalah pendengaran. Serangan vertigo karena Ménière’s disease akan berlangsung kurang lebih 20 menit sampai beberapa jam.

3. Vestibular Migraine

Jika Anda memiliki riwayat migrain, mungkin penyakit Vestibular Migraine yang menjadi penyebab vertigo Anda kambuh lagi. Terkadang kondisi ini dapat memicu serangan vertigo mendadak, namun di lain waktu serangannya juga dapat muncul karena pergerakan kepala mendadak seperti BPPV.

Berbeda dengan migrain biasa, vestibular migrain tidak selalu menyebabkan rasa sakit di kepala. Gejala utamanya adalah rasa pusing yang muncul dan menghilang. Kondisi ini juga masih berhubungan dengan bagian dalam telinga yang mengatur indera pendengaran dan keseimbangan.

Penyebab dan proses terjadinya vestibular migraine belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara dari penyakit ini adalah kegagalan di antara saraf otak.

4. Vertebrobasilar TIA

Juga dikenal sebagai insufisiensi vertebrobasilar, penyakit ini menyerang sistem arteri vertebrobasilar yang terletak pada bagian belakang otak. Arteri ini berfungsi sebagai penyuplai darah, oksigen dan nutrisi ke struktur otak yang terpenting termasuk batang otak, lobus oksipital, dan otak kecil.

Pada insufisiensi vertebrobasilar, arteri mengalami sebuah kondisi bernama atheroclerosis yang menghambat aliran darah ke otak. Hal ini disebabkan oleh pembentukan plak akibat penumpukan kolesterol dan kalsium dalam pembuluh darah.

Penyakit ini memiliki gejala seperti ministroke dan dapat menjadi penyebab vertigo kambuh dengan tiba-tiba. Orang-orang yang rentan terhadap insufisiensi vertebrobasilar biasanya adalah golongan lanjut usia atau yang memiliki risiko tinggi terhadap diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia.

5. Autoimmune inner ear disease

Sistem imun bekerja untuk membasmi kuman dan bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Pada penyakit autoimmune inner ear disease (AIED), sistem imun salah menyerang dan menganggap sel pada telinga bagian dalam sebagai kuman.

Reaksi autoimun pun muncul. Selain vertigo, gejala lain yang muncul adalah masalah keseimbangan, rasa penuh pada telinga, dan telinga berdengung.

Bila Anda mengalami vertigo dengan beberapa pemicu di atas, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Anda akan diberi informasi mengenai cara pengobatan vertigo dan tindakan atau gerakan untuk mencegah vertigo kambuh kembali.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 31, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 30, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca