Tips Seks Aman Dengan Penderita Hepatitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Virus hepatitis bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak seksual. Maka dari itu, penting untuk selalu melakukan seks aman jika Anda atau pasangan Anda terinfeksi hepatitis. Ada sejumlah hal yang harus Anda dan pasangan perhatikan untuk pengalaman seks yang menyenangkan sambil sekaligus menekan risiko penularan virus. Simak artikel berikut untuk tips melakukan seks aman dengan penderita hepatitis.

Bagaimana hepatitis bisa menular lewat hubungan seksual?

Hepatitis A menular melalui kontak feses-oral, yang bisa terjadi jika ada kontak seksual langsung oral-anal atau kontak mulut dengan jari, dan benda yang pernah berada di dalam atau di dekat anus orang yang terinfeksi.

Virus hepatitis B ditemukan pada sekresi vagina, air liur, dan air mani orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, hubungan seks dapat menularkan virus, termasuk juga seks oral dan terutama seks anal. Baik itu seks antara pasangan heteroseksual atau homoseksual yang dilakukan tanpa pengaman dapat menularkan virus. Berciuman juga berpotensi sebagai media penularan hepatitis karena virus juga ditemukan pada air liur. Risiko penularan hepatitis lewat ciuman bisa meningkat jika salah satu pasangan menggunakan kawat gigi atau memiliki sobekan atau luka terbuka di dalam mulut.

Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi, yang mungkin ada karena luka atau sobekan pada alat kelamin, atau selama menstruasi.

Apa gejala dan tanda-tanda pasangan terkena hepatitis?

Tidak ada gejala atau tanda-tanda pasti untuk mengindikasi bahwa seseorang terkena hepatitis. Beberapa orang yang terinfeksi terlihat sangat sehat bahkan pada tahap lanjut penyakit ini. Namun waspadai jika Anda menyadari bahwa Anda atau pasangan mengalami perubahan warna kulit atau mata yang menguning. Perubahan warna kulit ini disebut jaundice, alias penyakit kuning. Gejala hepatitis lainnya termasuk demamkelelahan, kehilangan nafsu makan, muntah, nyeri sendi atau perut, dan feses berwarna liat.

Jika Anda atau pasangan terdiagnosis atau berisiko tinggi memiliki penyakit ini, disarankan untuk berbicara saling terbuka terkait kondisi kesehatan masing-masing.

Apakah berbagi mainan seks bisa menyebarkan hepatitis?

Ya. Mainan seks bisa berpotensi sebagai media penyebaran virus dari satu orang ke yang lainnya, karena virus hepatitis B bisa bertahan hidup di luar tubuh selama satu minggu atau lebih.

Rendam vibrator atau mainan seks lainnya dalam air mendidih setiap kali habis digunakan untuk mengurangi risiko penularan. Namun saran teraman jika Anda mengidap hepatitis adalah untuk menghindari melibatkan mainan seks di atas ranjang sampai pasangan Anda divaksinasi.

Apakah kondom efektif untuk mencegah penularan hepatitis?

Salah satu tips melakukan seks aman dengan penderita hepatitis adalah dengan menggunakan kondom. Kondom lateks dipercaya untuk efektif mencegah penularan virus penyakit menular seksual hingga 99 persen. Selalu gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual baru (entah itu babak yang baru atau dengan pasangan baru), kecuali jika Anda dan pasangan berkomitmen menjalani hubungan monogami eksklusif.

Beberapa ahli kesehatan menganjurkan untuk hanya menggunakan kondom lateks biasa. Variasi jenis kondom dengan tambahan rasa atau pewangi tidak sepenuhnya terjamin bisa melindungi. Jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak karena bisa merusak kualitas lateks.

Tips seks aman dengan penderita hepatitis

Berikut sejumlah tips seks aman dengan penderita hepatitis yang wajib Anda ketahui:

  1. Pahami pasangan Anda. Jangan terlibat dalam aktivitas seksual yang berisiko, dan lakukan tindakan untuk mencegah penularan. Beri tahu pasangan tentang diagnosis hepatitis Anda, dan cari tahu lebih lanjut mengenai riwayat seksualnya.
  2. Gunakan kondom. Gunakan kondom lateks untuk setiap jenis seks, dan gunakan pelumas berbahan dasar air untuk membantu mengurangi kemungkinan kondom sobek. Pelumas juga mengurangi kemungkinan terjadinya luka akibat gesekan pada penis atau bagian dalam vagina. Kondom harus digunakan dari awal hingga akhir aktivitas seksual.
  3. Jangan berhubungan seks ketika mabuk. Menggabungkan alkohol atau obat lainnya dengan aktivitas seksual bisa mengganggu jalannya logika dan nalar Anda, sehingga mengurangi kemampuan Anda untuk berkomunikasi dan bertanggung jawab sebelum seks, dan merisikokan cara penggunaan kondom yang keliru.

Hal terpenting dalam berhubungan seks aman dengan penderita hepatitis adalah memahami pasangan Anda dan juga penyakitnya itu sendiri. Anda harus memotivasi diri untuk melindungi diri sendiri dan juga pasangan untuk mencapai kehidupan seks yang tak hanya memuaskan, namun juga sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca