Harus Berapa Kali Buang Air Besar Dalam Sehari?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Ada dua tipe orang saat akan buang air besar. Satu, Si Disiplin. Tipe yang satu ini memiliki jadwal ketat soal urusan “ke belakang”: di jam yang sama, selalu 3 kali sehari, dan harus di tempat yang sama. Lalu, ada Si Suka-suka. Kebalikan dari Si Disiplin, seperti namanya, orang-orang yang jatuh di kelompok ini cenderung BAB “suka-suka” — kapan saja di mana saja begitu panggilan alam memanggil, tanpa perlu ritual khusus.

Hayo, mana yang lebih sehat?

Berapa kali buang air besar dalam sehari yang dianggap normal?

Rata-rata manusia buang air sekitar satu kali sehari. Ini artinya ia mengeluarkan sekitar 1 ons kotoran per 5 kilogram berat badannya. Dengan demikian, seseorang yang memiliki berat badan 70 kilogram akan menghasilkan kotoran kurang lebih setengah kilogram dalam sehari. Akan tetapi, meski buang air besar alias BAB satu kali setiap hari dianggap sebagai pedoman umum, bukan berarti ini berlaku pukul rata untuk semua orang.

Sebenarnya, tidak ada satu pun aturan baku tentang harus berapa kali BAB dalam sehari. Urusan buang air besar adalah hal unik milik pribadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya. Frekuensi BAB dan jumlah kotoran yang Anda buang didasarkan oleh menu dan kebiasaan makan, usia, dan juga tingkat aktivitas harian Anda. Misalnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Asia memiliki frekuensi BAB yang jauh lebih sering daripada orang-orang di negara Barat, seperti di AS. Perbedaan dalam jadwal BAB ini adalah efek dari pola makan tinggi serat yang lebih difavoritkan oleh kebudayaan Timur.

Ini berarti, frekuensi BAB dapat berkisar antara satu sampai tiga kali sehari, atau paling tidak tiga kali seminggu. Yang mana pun masih bisa dikatakan teratur asalkan itu adalah pola kebiasaan Anda selama ini — dengan asumsi karateristik feses Anda normal. Dengan demikian, keteraturan buang air besar tidak harus diartikan sebagai “setiap hari”, melainkan harus terjadi secara konsisten. Frekuensi buang air besar hanya menjadi perhatian khusus ketika terjadi perubahan tiba-tiba, baik lebih sering atau lebih jarang dari biasanya.

Seperti apa BAB yang normal?

Arthur Magun, spesialis gastroenterologi sekaligus profesor kedokteran klinis di College of Physicians dan ahli bedah di Columbia University, dilansir dari Everyday Health, menjelaskan bahwa kotoran BAB yang normal terdiri dari feses yang berwarna nuansa cokelat, memiliki wujud, tidak terlalu keras namun tidak terlalu encer.

Buang air besar kurang dari tiga kali sehari dan fesesnya keras menyakitkan bisa dianggap sebagai sembelit. Sementara itu, lebih dari 3 kali buang air besar yang berair sehari bisa menunjukkan diare. Jika pola, tekstur, atau bau BAB Anda berubah tiba-tiba, ini adalah sesuatu yang layak untuk dibicarakan dengan dokter.

Yang paling penting, saat panggilan alam memanggil Anda untuk ke belakang, jangan ditahan. Menahan dorongan untuk BAB atau menunggu untuk pergi ke kamar mandi juga dapat menyebabkan sembelit— atau membuat gejala yang ada semakin buruk.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Merasa Bahagia Melalui Hormon Ternyata Bisa Mencegah Masalah Pencernaan

    Penelitian terbaru menunjukkan adanya hormon yang dihasilkan saat seseorang merasa bahagia dapat membantu mencegah masalah pada pencernaan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 21/06/2020 . 4 mins read

    9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

    Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 mins read

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 mins read

    Apa Beda Sakit Maag, Dispepsia, dan GERD?

    Ada beberapa macam sakit lambung yang masing-masingnya memiliki gejala tertentu. Maka itu, ketahui perbedaan antara maag, dispepsia, dan GERD.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/06/2020 . 4 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahan kimia alat masak celiac

    Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
    makanan dan buah untuk jantung lemah

    Makanan yang Disarankan untuk Penderita Jantung Lemah (Kardiomiopati)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 7 mins read
    cara cuci tangan dengan benar

    Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 mins read
    mual karena gugup

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 mins read