Panduan Melakukan Seks Aman Dengan Penderita Hepatitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hepatitis adalah penyakit yang menyerang hati; peradangan tersebut diakibatkan oleh racun yang berasal dari bahan kimia atau berasal dari virus. Terdapat beberapa tipe hepatitis, yang paling umum diketahui adalah hepatitis A, B, C. Hepatitis B dan C berisiko sebabkan kanker hati atau infeksi kronis lainnya yang dapat memicu kerusakan hati seperti sirosis. Penyakit ini dapat menular, antara lain melalui darah yang terkontaminasi dan kontak seksual.

Jika seorang ibu yang sedang mengandung menderita hepatitis B atau C, maka kemungkinan anak yang dilahirkan juga akan mengidap hepatitis tersebut. Transfusi darah juga berisiko terhadap penularan hepatitis, namun risiko tersebut tidaklah besar. Virus hepatitis B dapat ditemukan pada darah, cairan vagina atau sperma.  Lalu, bagaimana jika kita atau pasangan menderita hepatitis? Adakah solusi untuk melakukan kontak seksual tanpa berisiko tertular?

Apakah semua tipe hepatitis bisa menular melalui hubungan seks?

Pada hepatitis A, virus menyebar melalui fekal-oral (penularan dari feses ke mulut), yang dapat terjadi jika ada kontak langsung antara oral dan anal. Jari juga bisa menjadi alat penularan, saat berkontak dengan anus seseorang yang terinfeksi. Sedangkan pada hepatitis B, penularan melalui kegiatan seksual  lebih mudah dibandingkan dengan penularan HIV. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus tersebut dapat ditemukan pada saliva, cairan vagina, dan sperma, maka penularannya pun dapat dilakukan ketika terjadi seks oral atau anal. Namun, perlu digarisbawahi bahwa penularan tidak akan terjadi dengan berpegangan tangan, berpelukan, atau sekedar kecupan.

Risiko tertular ketika melakukan ciuman memang ada, namun belum diketahui seberapa besar risiko tertular. Jika ciuman tersebut melibatkan pertukaran ludah dalam jumlah besar, mungkin risikonya bertambah. Selain itu, hati-hati dengan luka pada mulut, sebab ini juga meningkatkan risiko tertular saat berciuman.

Sedangkan pada hepatitis C, virus menular melalui darah – bisa menular melalui darah menstruasi, bisul, atau luka genital. Hepatitis jenis ini dideteksi memiliki jumlah yang lebih besar dibanding dengan orang yang memiliki riwayat berganti-ganti pasangan – termasuk penyakit menular seksual.

Bagaimana melakukan seks aman dengan penderita hepatitis?

Berikut ini ada beberapa penjelasan mengenai seks yang aman untuk dilakukan dengan tipe hepatitis yang berbeda:

1. Seks aman untuk hepatitis A

Hindari seks anal-oral, sebab virus menyebar melalui feses orang yang terinfeksi dan virus tersebut masuk melalui oral. Bahkan ketika Anda menggunakan kondom pun belum tentu terjamin keamanannya. Sebab virus tetap dapat hinggap di tangan, yang akhirnya virus tersebut juga bisa terbawa ke mulut.

2. Seks aman untuk hepatitis B

Menurut Michael B. Fallon, MD, dosen kedokteran di University of Texas Medical School Houston, yang dikutip situs Everyday Health, dari ketiga tipe hepatitis, yang paling mudah menular melalui kontak seksual adalah hepatitis B. Ketika Anda memiliki hepatitis B, sebaiknya Anda jujur pada pasangan Anda. Jika pasangan Anda belum kebal terhadap hepatitis B, vaksin bisa diberikan. Vaksin dapat mencegah pasangan Anda terkena infeksi. Immunoglobulin dapat bekerja sebagai antibodi, selain itu juga dapat diberikan pada pasangan yang terkena cairan tubuh Anda dalam jangka waktu dua minggu setelah terekspos, infeksi masih bisa dicegah. Kondom tetap harus digunakan, meski pasangan telah divaksin.

3. Seks aman untuk hepatitis C

Tidak ada vaksin yang efektif, maka pencegahan pun sangat penting untuk tipe hepatitis ini. Menggunakan kondom dan setia pada satu pasangan dapat mengurangi risiko tertularnya hepatitis C. Masih menurut Fallon, pasien dengan hepatitis C yang stabil menjalin hubungan satu pasangan saja, tingkat penularannya hanya berkisar 2 hingga 4 persen per tahun. Sangat kecil risiko tertularnya, meskipun begitu, Anda tetap harus melakukan seks yang bertanggung jawab, hindari seks yang berisiko.

Tips melakukan seks dengan penderita hepatitis

Tips lain yang bisa dilakukan, berupa:

  1. Lakukan seaman mungkin. Anda perlu rutin melakukan pengecekan terhadap bentuk hepatitis dan penyakit menular seksual.
  2. Cari informasi mengenai bagaimana penyakit menular seksual menyebar. Seperti adanya kontak langsung dengan darah, cairan vagina, sperma dengan luka terbuka di bagian vagina, anus atau mulut dapat meningkatkan risiko terinfeksi. Virus memang tidak terlihat, namun dapat masuk dengan mudah melalui kulit atau membran mukosa.
  3. Gunakan kondom. Penting sekali untuk menggunakan kondom lateks untuk berbagai tipe kegiatan seksual.  Gunakan lubrikasi atau pelumas yang berbahan dasar air untuk menghindari kerusakan pada kondom.
  4. Jangan melakukan seks ketika Anda dalam pengaruh alkohol. Mengombinasikan alkohol dan seks akan menjadi tindakan yang kurang bertanggung jawab, Anda mungkin akan sulit berkomunikasi dengan benar, dan adanya risiko menggunakan kondom dengan cara yang salah.

Membicarakan masalah penyakit yang kita miliki memang sensitif, kita pun khawatir pasangan akan meninggalkan kita karena hal ini. Namun, ketika sebuah hubungan memang berarti, Anda dan pasangan pasti memiliki keinginan saling menjaga. Mungkin Anda ingin berkonsultasi dengan dokter dan membicarakannya dengan teman sebelum akhirnya memberi tahu pasangan, hal tersebut tidak masalah. Anda perlu merencanakan apa saja yang ingin Anda katakan ketika harus mengungkapkan kondisi kesehatan Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit