Manfaat Santan untuk Mengatasi Refluks Asam Lambung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Santan memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Mulai dari melancarkan metabolisme, membantu mengatur berat badan, menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan sistem imun. Santan juga diyakini memiliki manfaat yang dapat membantu mengatasi gangguan asam lambung seperti refluks asam. Benarkah?

Santan bisa mengatasi refluks asam lambung

bayi makan minum santan

Sebelum mencari tahu tentang manfaat santan untuk mengatasi refluks asam lambung, alangkah baiknya jika Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan refluks asam lambung.

Saat mengalami refluks asam, asam lambung di dalam perut akan naik hingga kerongkongan dan berpotensi menyebabkan heartburnyaitu kondisi di mana Anda merasakan sensasi seperti terbakar pada dada.

Kondisi ini terjadi saat katup esofagus yang harusnya bisa terbuka dan tertutup dengan sempurna gagal melakukan tugasnya. Artinya, saat katup harusnya tertutup, katup ini justru terbuka sehingga memberi celah untuk asam di dalam perut naik hingga ke kerongkongan.

Refluks asam lambung sangat rentan pada orang yang memiliki kebiasaan merokok, obesitas, kurang berolahraga, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Misalnya, obat-obatan untuk asma, antihistamin, obat pereda nyeri, dan antidepresan. Untuk mengatasi kondisi ini, ada solusi yang bisa Anda jadikan pilihan yakni santan.

Berbeda dengan air kelapa, santan adalah cairan yang berasal dari perasan daging buah kelapa yang sudah matang. Cairan ini berwarna putih seperti susu.

Medical News Today melaporkan, santan dianggap memiliki manfaat yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Bahkan, santan boleh diminum sebagai pengganti susu sapi jika ingin meredakan refluks asam.

Kandungan lemak dalam santan lebih rendah dari susu sapi

Meski susu sapi dianggap bisa meredakan heartburn untuk sementara, kandungan lemak di dalamnya berpotensi mendorong lambung untuk memproduksi lebih banyak asam. Masalahnya, asam yang terlalu banyak di dalam lambung mungkin menyebabkan heartburn atau refluks asam lambung.

Maka dari itu, alih-alih menggunakan susu sapi, lebih baik memaksimalkan manfaat santan. Sebab, kandungan lemak di dalam santan lebih rendah dibanding kandungan dalam susu sapi. Sehingga, santan lebih aman dikonsumsi oleh penderita refluks asam dibanding susu sapi.

Kandungan santan yang memiliki manfaat untuk menetralkan asam lambung

cemas berlebihan bikin sakit maag kambuh

Sama halnya dengan susu nabati, santan termasuk alternatif yang dianggap lebih baik dari susu sapi untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, berpotensi memiliki manfaat dalam mengatasi gangguan asam lambung seperti refluks asam.

Salah satu kandungan santan yang memiliki manfaat untuk meredakan gangguan asam lambung adalah magnesium. Satu gelas santan mengandung kurang lebih 104 miligram (mg) magnesium.

Kandungan yang terdapat di dalam santan ini sering juga ditemukan di dalam berbagai obat-obatan bebas yang memiliki manfaat untuk mengatasi refluks asam lambung. Contohnya antasida, H2 receptors, dan proton pump inhibitor.

Kandungan magnesium di dalam antasida biasanya dikombinasikan dengan hidroksida atau karbonat yang dapat menetralkan asam dan mengurangi gejala yang Anda rasakan. Sementara, kandungan di dalam proton pump inhibitor dapat mengurangi jumlah produksi asam di dalam perut Anda.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menetralkan asam lambung, Anda bisa mengonsumsi santan secara rutin. Pasalnya, kandungan magnesium di dalam santan juga dipercaya memberikan manfaat dalam mengurangi gangguan asam lambung.

Namun demikian, Anda tetap tidak boleh mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan. Bagaimanapun santan mengandung banyak kalori dan lemak dan jika dikonsumsi berlebihan tetap memberikan efek samping bagi Anda seperti kenaikan berat badan dan peningkatan lemak darah.

Selain itu, bagi Anda yang mempunyai masalah pencernaan, konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan keluhan diare maupun sembelit (konstipasi).

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 15, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca