Beragam Cara Pencegahan Gastritis yang Paling Ampuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Salah satu masalah lambung yang umum terjadi adalah gastritis. Kondisi ini menandakan adanya peradangan pada lambung sehingga menimbulkan berbagai gejala, seperti mual dan mulas. Kabar baiknya, gastritis bisa dicegah. Namun, apa saja tindakan pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari gastritis? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Berbagai tindakan pencegahan penyakit gastritis

Munculnya gejala maag, seperti mulas, mual, dan kembung bisa menjadi tanda dari peradangan pada lambung jika terjadi cukup sering. Gastritis dapat terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari pola makanan yang buruk hingga infeksi bakteri H. pylori.

Jangan khawatir, ada beragam cara pencegahan gastritis yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Minum obat NSAID sesuai anjuran dokter

Obat NSAID adalah obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin. Obat ini dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala, nyeri otot, atau berbagai keluhan nyeri di tubuh. Biasanya obat ini diresepkan ketika obat paracetamol (acetaminophen) tidak cukup ampuh meredakan rasa nyeri.

Sayangnya, obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka panjang atau dosis berlebihan bisa menimbulkan masalah. Obat ini diketahui dapat menyebabkan gastritis akut maupun gastritis kronis.

Gastritis akut menandakan bahwa gastritis muncul dan terjadi secara mendadak, biasanya dengan tingkat nyeri yang lebih parah namun dapat hilang dengan waktu cepat. Sementara gastritis kronis, menandakan bahwa kondisi sudah berkembang sejak lama dan terus memburuk.

Setelah diteliti, ternyata obat penghilang nyeri ini dapat menipiskan lapisan pelindung perut. Bila obat terus diminum, lapisan pelindung bisa hilang dan perut jadi rentan mengalami iritasi akibat oleh berbagai hal, contohnya asam lambung dan zat tertentu pada makanan. Lama-lama lapisan perut yang iritasi akan mengalami peradangan dan menyebabkan gastritis.

Setelah melihat penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tindakan pencegahan penyakit gastritis yang bisa Anda lakukan adalah berhati-hati dalam menggunakan obat NSAID.

Apalagi, obat-obatan tersebut sangat mudah didapat di warung maupun apotek tanpa resep dokter. Jadi, jangan gunakan obat NSAID jika memang Anda tidak membutuhkannya.

2. Hindari infeksi bakteri H. pylori

Infeksi bakteri adalah salah satu penyebab gastritis. Sebenarnya, bakteri ini hidup di dalam sistem pencernaan beberapa orang dan tidak menimbulkan masalah ketika jumlahnya hanya sedikit.

Namun, beda cerita jika jumlahnya sangat banyak dan tidak terkendali. Bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi sehingga terjadilah gastritis. Bahkan menurut studi pada World journal of gastroenterology tahun 2014, infeksi bakteri H. pylori berisiko menyebabkan terbentuknya kanker di lambung.

Beberapa tindakan pencegahan infeksi bakteri penyebab gastritis yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir. Lakukan ini sebelum makan, setelah menggunakan toilet, atau bepergian ke luar rumah.
  • Hindari makanan mentah atau makanan yang tidak bersih, contoh jajanan kaki lima.
  • Konsumsi yogurt untuk meningkatkan jumlah bakteri baik di saluran pencernaan.

3. Kurangi konsumsi alkohol

Minum alkohol dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya gastritis. Ya, minuman yang mengandung alkohol ini bisa merangsang sel-sel di lambung memproduksi asam lambung lebih banyak.

Kelebihan asam lambung inilah yang nantinya bisa menyebabkan peradangan pada lambung. Jadi, tidak salah lagi Anda harus membatasi konsumsi alkohol sebagai tindakan pencegahan gastritis.

Anda diperbolehkan minum alkohol satu gelas sehari dengan takaran 59 ml. Hindari minum alkohol 2 atau 3 jam menjelang waktu tidur.

4. Berhenti merokok

Tindakan pencegahan yang bisa Anda terapkan selanjutnya adalah berhenti merokok. Rokok mengandung berbagai bahan kimia yang bisa memperparah peradangan yang sudah ada sebelumnya sehingga mengakibatkan gastritis.

Bukan hanya gastritis, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, rokok juga meningkatkan masalah lambung lainnya, seperti GERD (naiknya asam lambung ke kerongkongan).

Pencegahan gastritis dilakukan agar gejala tidak kambuh

Jika seseorang sudah mengalami gastritis, gejalanya dapat kambuh kapan pun bila terpicu. Oleh karena itu, pasien harus minum obat untuk meredakan gejala sekaligus menghindari berbagai pantangannya. Jika Anda berada di posisi ini, tentu akan lebih baik jika mencegah gastritis, bukan?

Seseorang yang didiagnosis memiliki gastritis harus mengubah gaya hidupnya. Jika tidak, gejala gastritis bisa kumat dan semakin parah. Tindakan pencegahan agar gejala gastritis tidak kembali menyerang, antara lain:

1. Perbaiki pola makan

Orang yang memiliki gastritis menjadi sensitif dengan jenis makanan tertentu. Pasalnya, beberapa makanan dapat memicu gejala maag akibat gastritis, contohnya makanan pedas, asam, dan berlemak. Nah, tindakan pencegahan gastritis yang paling tepat dalam hal ini adalah menghindari makanan tersebut.

Memperbaiki pola makan tidak hanya memilih jenis makanan yang tepat, porsi makanan juga harus diperhatikan. Jadi, tindakan pencegahan gastritis selanjutnya adalah memastikan porsi makanan tidak berlebihan. Lebih baik Anda makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering.

Kemudian, hindari kebiasaan minum banyak air di tengah makan atau setelahnya. Kebiasaan ini bisa memicu perut Anda menjadi kembung dan tidak nyaman.

2. Kurangi stres

Stres sangat berkaitan dengan kesehatan sistem pencernaan Anda. Saat Anda stres, hormon kortisol akan lebih tinggi dan merangsang tubuh untuk menghasilkan asam lebih banyak. Selain itu, produksi zat prostaglandin juga meningkat, yang mana akan memicu munculnya rasa mulas dan kram di perut.

Jadi, agar gejala gastritis tidak kembali kambuh, tindakan pencegahan yang Anda perlu lakukan adalah sebisa mungkin mengurangi stres.

Stres bisa berkurang bila Anda mengalihkan pikiran Anda sementara dengan hal lain, misalnya berlibur, melakukan hobi yang disukai, atau olahraga. Pikiran yang teralihkan dari masalah (pemicu stres) ini bisa membuat otak jadi lebih jernih. Alhasil, Anda akan lebih mudah mencari solusi sekaligus mengambil keputusan.

3. Ikuti pengobatan dokter dengan baik (pencegahan gastritis yang utama)

Tindakan pencegahan yang wajib Anda taati jika sudah punya gastritis adalah mengikuti pengobatan yang dianjurkan dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat-0batan gastritis medis, meliputi:

  • Obat penetralisir asam lambung, seperti antasida
  • Obat penekan produksi asam lambung, seperti obat PPI (proton pump inhibitor) atau h-2 receptor blocker
  • Antibiotik untuk membunuh bakteri yang menginfeksi lambung

Baca selalu aturan pakai sebelum menggunakan obat. Beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu. Selain itu, bicarakan kembali jika obat yang Anda minum menimbulkan efek samping mengganggu. Minta dokter meresepkan obat lain yang lebih aman tapi dengan efektivitas yang sama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Junk Food Bikin Asam Lambung Naik, Kok Bisa?

Ternyata mengonsumsi junk food menyebabkan asam lambung naik. Simak alasan dan obat alami untuk masalah asam lambung di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
gambar junk food yang menyebabkan asam lambung naik, namun obat alami asam lambung dapat mengatasinya
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

Dikenal sebagai buah yang aman dikonsumsi orang dengan maag, ternyata ada juga yang malah sakit perut setelah makan pisang. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 23 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
obat maag alami herbal asam lambung

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
gangguan lambung

Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit