Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Bayi 0-6 Bulan

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk mengatasi diare, sebelumnya Anda perlu mengenali penyebab diare pada bayi. Biasanya saat bayi buang air besar, feses yang dibuang memiliki tekstur yang lembut atau sedikit cair. Selain itu, terkadang bentuk feses si Kecil juga cukup cair setiap kali selesai menyusui. Karena kondisi ini, mungkin Anda kebingungan untuk mengetahui apakah si Kecil sebenarnya mengalami diare atau tidak.

Apa penyebab diare pada bayi?

Ketika feses bayi mengalami perubahan, seperti jumlahnya menjadi lebih banyak atau frekuensi buang air besar lebih sering dan cair, mungkin si Kecil mengalami diare. Meski pada umumnya diare tidak berlangsung lama dan akan hilang dengan sendirinya, Anda tetap perlu mengetahui penyebabnya. Sehingga jika diare tak kunjung hilang, Anda dapat segera mencari cara untuk mengatasinya.

Berikut beberapa penyebab diare pada anak yang perlu Anda ketahui.

  • Virus. Infeksi dalam organ dalam yang disebabkan oleh virus merupakan penyebab diare pada anak yang paling sering terjadi.
  • Bakteri. Lebih jarang terjadi jika dibandingkan diare karena virus. Saat bayi diare karena bakteri, seringkali terdapat darah pada feses.
  • Keracunan makanan. Bayi akan mengalami muntah-muntah dan diare hanya dalam kurun waktu beberapa jam apabila mengalami keracunan makanan. Hal ini disebabkan racun dari kuman yang tumbuh pada makanan yang dibiarkan terlalu lama.
  • Giardia (jenis parasit). Si Kecil kemungkinan terkena wabah parasit saat dititipkan di tempat penitipan anak.
  • Traveler’s diarrhea. Diare yang terjadi sepulang melakukan perjalanan atau liburan jauh. Biasanya disebabkan oleh kuman dari makanan dan minuman.

Diare juga dapat disebabkan karena terjadinya masalah pada saat si Kecil mencerna protein di awal kehidupan. Padahal asupan protein pada periode ini sangat penting untuk: 

  • Kesehatan, 
  • Pertumbuhan, 
  • Komposisi tubuh, 
  • Perkembangan saraf, 
  • Nafsu makan, 
  • Regulasi hormonal. 

Mengatasi diare pada bayi usia di bawah 6 bulan

Penting untuk mengetahui dan mengatasi penyebab diare pada bayi terlebih dahulu. Diare dapat berbahaya jika dibiarkan karena si Kecil kemungkinan terlalu banyak kehilangan cairan yang dapat mengakibatkan dehidrasi. Lakukan hal ini jika mendapati si Kecil mengalami diare.

  • Lanjutkan memberikan ASI atau susu formula untuk membantu mengurangi dan memperlambat frekuensi buang air besar.
  • Jangan dulu beralih susu formula sebelum menerima rekomendasi dari dokter.
  • Lanjutkan jika Anda sudah mulai memberikan makanan padat pada si Kecil. Tambahkan karbohidrat kompleks seperti nasi, gandum, dan kentang serta daging.
  • Jangan memberi bayi jus dan minuman ringan karena mengandung gula yang dapat memperburuk diare.
  • Anda perlu terus memberikan makanan dan jangan menahan makanan apalagi sampai si Kecil tidak mendapat asupan selama 24 jam.

Diare merupakan konsekuensi buruk jangka pendek dari kurangnya asupan protein. Mama dapat membantu mengatasi masalah pada pencernaan ini dengan memberikan si Kecil susu formula PHP (Partially Hydrolyzed Protein) atau susu formula dengan protein yang terhidrolisa parsial. Formula dengan protein terhidrolisa parsial lebih mudah dicerna si Kecil karena bentuk protein telah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil.

Saat memilih formula, upayakan untuk meminta saran atau masukan dari dokter agar sesuai dengan kondisi kesehatan si Kecil. Dokter mungkin akan menyarankan untuk mencoba jenis susu formula yang terhidrolisa. 

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK), segera hubungi dokter jika si Kecil menunjukan gejala saat diare berikut ini:

  • Menunjukan tanda-tanda dehidrasi
  • Mengalami diare lebih dari 24 jam
  • Demam lebih dari 39 derajat celcius
  • Feses berwarna hitam
  • Terdapat darah atau nanah pada feses

Tanyakan pada dokter apakah bayi perlu diberikan larutan elektrolit karena mengatasi diare harus sesuai dengan penyebab diare pada bayi.  Pemberian larutan elektrolit harus berada di bawah pengawasan dokter. Jangan dulu memberikan obat-obatan sebelum Anda menemui dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

jenis klasifikasi diare akut kronis persisten

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab diare mencret pada anak bayi

5 Penyebab yang Membuat Bayi dan Anak Kecil Kena Diare (Mencret)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 1970 . Waktu baca 6 menit