Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Pada Pengidap HIV

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

HIV termasuk penyakit yang merusak sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, berbagai infeksi bisa menyerang yang menyebabkan tubuh rentan terkena penyakit. Salah satu komplikasi HIV yang paling umum ialah diare. Diare pada HIV bisa menjadi kondisi kronis yang cukup parah dan perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya.

Penyebab diare pada pengidap HIV

gejala hiv pria dan wanita

Saat Anda mengidap HIV, diare bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bahkan diare juga bisa menjadi gejala awal HIV yang dikenal dengan kondisi infeksi HIV akut. Berikut berbagai penyebab diare pada HIV:

Infeksi saluran cerna

Diare bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan juga virus. Clostridium difficile merupakan bakteri penyebab diare yang sepuluh kali lipat lebih mungkin terjadi pada orang yang positif HIV dibandingkan pada orang sehat secara umum.

Selain itu, pertumbuhan bakteri di usus kecil yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab diare pada orang dengan HIV. Beberapa organisme penyebab diare lainnya yaitu:

  • Cytomegalovirus (CMV)
  • Cryptosporidium
  • Microsporidia
  • Giardia lamblia
  • Mycobacterium avium-intracellulare (MAC)

Risiko infeksi meningkat saat fungsi sistem kekebalan tubuh melemah, yang terjadi pada orang-orang dengan HIV.

Meskipun jarang terjadi, penyebab lainnya yang cukup memungkinkan termasuk pankreatitis hingga infeksi menular seksual tertentu yang dapat menyebabkan proktitis (radang pada lapisan rektum) atau luka pada dubur dan rektum.

Efek samping terapi antiretroviral

Pada orang dengan HIV, diare bisa jadi merupakan efek samping dari obat antiretroviral. Dikutip dari Verywellhealth, hampir 20 persen pasien HIV yang memakai obat antiretroviral akan mengalami diare sedang hingga berat. Ritonavir termasuk salah satu obat yang bisa mengakibatkan diare. Obat ini dapat merusak sel epitel yang melapisi usus dan menyebabkan kebocoran cairan hingga menyebabkan diare.

Obat-obatan non-HIV

Obat selain antiretroviral seperti antibiotik bisa menjadi penyebab diare pada orang-orang dengan HIV. Hal ini dikarenakan antibiotik bisa membunuh bakteri tertentu di usus yang sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Selain antibiotik, antasid yang mengandung magnesium juga bisa menyebabkan diare bahkan memperparah kondisinya.

Infeksi oportunistik

Infeksi oportunistik adalah infeksi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah. Akibatnya, bakteri, jamur, serta virus mengambil kesempatan untuk bisa menginfeksi tubuh dengan mudah.

Mengatasi diare pada pengidap HIV

Pengobatan diare pada pengidap HIV dilakukan tergantung penyebabnya. Umumnya, HIV bisa dikendalikan dengan diet sehat, termasuk menghindari makanan pemicu diare. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi diare:

Banyak minum cairan

air putih obat infeksi saluran kencing alami

Saat diare, Anda akan mengalami dehidrasi karena tubuh terus mengeluarkan cairan lewat buang air besar yang sering. Untuk itu, Anda perlu tetap menjaga hidrasi tubuh dengan minum banyak cairan. Air putih, teh jahe, dan juga teh peppermint bisa dijadikan alternatif cairan saat Anda diare.

Selain itu, minuman olahraga yang mengandung elektrolit juga bisa Anda jadikan pilihan. Namun, pastikan untuk memilih minuman yang tidak atau sedikit mengandung gula. Pastikan untuk mengonsumsi banyak cairan di antara waktu makan untuk menghindari percepatan pergerakan makanan melalui usus.

Mencukupi kebutuhan nutrisi

makanan-sehat-sembelit

Mengonsumsi makanan sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga meskipun terserang HIV, kondisi tubuh Anda tetap dalam kondisi baik. Makanlah dalam porsi kecil dan sering untuk menjaga kesehatan pencernaan. Anda bisa mengonsumsi berbagai makan sehat seperti yoghurt, oatmeal, pisang, pasta, telur rebus, roti putih, biskuit, dan kentang rebus.

Mengonsumsi suplemen

Suplemen bisa dijadikan alternatif asupan untuk pengidap HIV yang mengalami diare. Berbagai suplemen yang biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi yaitu asam amino L-glutamine, probiotik dan kapsul acidophilus, serta produk serat larut, seperti Metamucil dan produk berbasis psyllium lainnya.

Metamucil sering digunakan untuk mengobati sembelit, tetapi juga dapat membantu mengatasi diare. Obat ini mampu menyerap air dan memadatkan sampah makanan di perut yang akan bergerak melalui usus dan dikeluarkan melalui anus.

Cek Arti Warna Feses Bayi

Kebanyakan orangtua baru mungkin akan bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Wajar, sebab terdapat beragam warna dan tekstur yang mungkin belum pernah dilihat sebelumya.

Cari Tahu di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mau Menyajikan Makanan Sehat untuk Anak? Ini Prinsip yang Harus Diketahui Orangtua

Ingin anak untuk makan makanan sehat? Sebaiknya pahami dulu seputar pemberian makanan bergizi untuk anak. Meliputi sumber, prinsip, hingga contoh menunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 17 menit

Sebelum Ibu Menyusui Diet Menurunkan Berat Badan, Ketahui Dulu 7 Aturan Pentingnya

Setelah melahirkan, Anda mungkin ingin langsung kembali ramping. Bagaimana cara menjalani diet sehat untuk ibu menyusui agar tetap aman bagi bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
diet ibu menyusui
Bayi, Parenting, Menyusui 9 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Moluskum Kontagiosum (Molluscum Contagiosum)

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada lapisan atas kulit yang disebabkan oleh virus. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Makanan yang Wajib Dikonsumsi Agar Kulit Cantik Alami Dari Dalam

Menjaga kecantikan kulit tidak cukup dengan krim perawatan kulit. Sejumlah kandungan makanan ini membantu menjaga kulit Anda tetap cantik alami dari dalam.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pendidikan seks cegah HIV/AIDS

Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
diet usia 40 tahun ke atas wanita

7 Aturan Diet untuk Wanita di Usia 40 Tahun ke Atas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
aturan cheat day

4 Aturan Utama Melakukan “Cheat Day” Saat Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit