backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Diare setelah Makan Pedas, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Diare setelah Makan Pedas, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Reaksi perut mulas atau menceret umum terjadi ketika makan pedas terlalu banyak dari biasanya. Namun, beberapa orang begitu sensitif dengan makanan pedas. Hampir setiap kali makan pedas, meskipun sedikit, mereka jadi sakit perut dan diare. Apakah Anda juga begitu? Cari tahu alasan yang membuat Anda mengalami diare setelah makan pedas, plus cara mengatasinya.

Kenapa setiap habis makan pedas diare?

Makan makanan pedas bisa menyebabkan perut panas, mulas, hingga diare. Ini adalah reaksi yang ditimbulkan oleh senyawa capsaicin yang terdapat dalam cabai.

Capsaicin adalah senyawa kimia yang memberikan rasa pedas. Ketika tubuh mencerna makanan pedas, capsaicin akan memicu pelepasan vanilloid receptor 1 (TRPV1).

TRPV1 merupakan reseptor yang dapat memberi tahu otak bahwa saluran pencernaan sedang mengalami peradangan.

Kemudian, otak akan melepaskan hormon endorfin untuk menekan rasa panas akibat makanan pedas, dan memberi tahu saluran pencernaan untuk membuang capsaicin berlebih.

Reaksi inilah yang menimbulkan perut panas, sakit perut, dan ingin buang air besar. Jadi, sensasi mulas setelah makan pedas bertujuan untuk membuang capsaicin di dalam tubuh.

Namun, orang-orang dengan pencernaan yang sensitif biasanya akan lebih reaktif dengan efek capsaicin. Akibatnya, reaksi yang muncul bisa sampai memicu nyeri perut parah atau/dan diare setiap kali makan pedas.

Mencret setelah makan pedas juga bisa terjadi ketika Anda mengonsumsi makanan pedas terlalu banyak.

Cara mengatasi diare setelah makan pedas

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi menceret karena makan pedas.

1. Perbanyak minum air putih

merek water purifier terbaik

Diare dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. 

Saat mengalami diare, perbanyaklah konsumsi cairan seperti minum air putih untuk mengembalikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. 

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi larutan oralit untuk mengatur kadar elektrolit dan mineral yang hilang akibat diare. 

Untuk sementara waktu, hindari konsumsi minuman mengandung kafein seperti kopi karena kafein mungkin dapat mengiritasi saluran pencernaan Anda dan memperparah sakit perut. 

2. Menerapkan pola diet BRAT

BRAT adalah singkatan dari banana (pisang), rice (nasi), apple sauce (saus apel), dan toast (roti panggang). 

Mengutip Cleveland clinic, makanan yang terdapat di dalam diet BRAT diketahui dapat mengatasi diare. Contohnya, pisang yang membantu memadatkan feses. 

Selain itu, nasi, saus apel dan roti yang dipanggang mudah dicerna oleh tubuh, sehingga aman dikonsumsi saat perut sedang sensitif akibat diare. 

3. Menghindari makanan tertentu

Cara mengatasi diare akibat makan makanan pedas selanjutnya adalah dengan menghindari konsumsi makanan berminyak atau mengandung pemanis buatan seperti gorengan atau permen.

Jenis makanan ini sulit dicerna dan diserap oleh tubuh, sehingga dapat memperberat kerja sistem pencernaan Anda yang sensitif setelah makan makanan pedas dalam jumlah yang banyak. 

Selain itu, hindari konsumsi makanan yang mengandung gas, seperti brokoli, kacang-kacangan, atau jagung agar tidak memperparah kondisi perut Anda. 

4. Minum teh chamomile

Anda juga bisa minum satu cangkir teh chamomile untuk membantu mengatasi diare akibat makan makanan pedas. 

Teh chamomile memiliki efek yang menenangkan, sehingga dapat membantu mengendurkan otot pencernaan yang tegang, serta mengatasi rasa tidak nyaman di perut akibat makan makanan pedas. 

Studi dalam jurnal Revista Brasileira de Farmacognosia juga mengungkapkan bahwa kombinasi teh chamomile dan adas memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meringankan gangguan pencernaan, termasuk diare.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena studi tersebut baru dilakukan pada hewan. 

5. Minum obat diare

Mengonsumsi obat diare yang dijual bebas di apotek atau toko obat juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi diare. 

Contohnya, loperamide yang bekerja dengan memperlambat gerak usus, sehingga menghasilkan bentuk feses yang lebih padat.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi bismuth subsalicylate yang memiliki sifat antiradang untuk mengatasi nyeri perut serta mengurangi frekuensi diare. 

Cara mencegah diare setelah makan pedas

cara mencegah dehidrasi saat diare

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah diare karena makan pedas. 

  • Kurangi porsi makanan pedas. Jika pencernaan Anda sensitif, sebaiknya kurangi jumlah cabai atau sambal saat makan.
  • Minum susu. Setelah makan makanan pedas, cobalah untuk minum segelas susu. Susu mengandung kasein yang dapat membantu memecah senyawa capsaicin di saluran pencernaan. 
  • Konsumsi makanan bertepung. Jenis makanan bertepung seperti roti atau biskuit dapat memberikan lapisan pelindung pada mulut untuk mengurangi efek capsaicin

Jika diare tidak kunjung membaik setelah melakukan cara-cara di atas, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut kepada dokter guna menemukan solusi yang tepat.

Kesimpulan

Diare setelah makan pedas biasanya dialami orang dengan pencernaan sensitif atau ketika konsumsi makan pedas terlalu banyak. Untuk membantu meringankannya, Anda bisa memperbanyak konsumsi air putih, menerapkan diet BRAT, minum teh chamomile, atau konsumsi obat diare. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan