Minum Obat Diare Tak Boleh Sembarangan, Ini Aturannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Anda dapat membeli berbagai jenis obat diare dengan mudah tanpa harus menyertakan resep dokter. Meski demikian, obat diare yang dikonsumsi sembarangan justru tidak akan ampuh mengatasi sumber masalahnya. Ada aturan minum yang harus dipatuhi agar obat diare bisa bekerja optimal.

Apakah diare harus selalu ditangani dengan obat?

Diare terjadi saat feses bergerak terlalu cepat dalam usus besar. Usus besar tidak dapat menyerap air sehingga tekstur feses menjadi cair. Obat diare, atau secara medis dikenal sebagai antidiare, bekerja dengan memperlambat proses ini.

Merupakan hal yang umum ketika orang dewasa mengalami beberapa kali diare dalam setahun. Biasanya, penyakit ini akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Anda juga bisa mempercepat penyembuhannya dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Meski bisa sembuh sendiri, ada juga mereka yang lebih memilih langsung minum obat saat kena diare. Sebenarnya, memang tak ada aturan pasti soal kapan Anda harus mulai minum obat diare. Apabila diare yang Anda rasakan cukup parah dan mengganggu, Anda boleh minum obat diare.

Ada begitu banyak kondisi yang dapat menyebabkan diare. Minum obat diare tanpa aturan yang jelas tentu tidak cukup untuk mengatasi penyebabnya yang begitu beragam, seperti:

  • Keracunan makanan
  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit
  • Alergi makanan
  • Intoleransi laktosa
  • Peradangan pada saluran pencernaan
  • Penyakit Celiac, Crohn, atau inflammatory bowel disease
  • Pertumbuhan polip pada usus
  • Gangguan penyerapan makanan

Jenis obat diare dan aturan minum yang perlu dipatuhi

Terkadang, Anda perlu meminum obat untuk mengatasi diare yang berkaitan dengan penyakit tertentu. Berikut adalah jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi diare:

1. Loperamide

Loperamide digunakan untuk mengatasi diare berkepanjangan. Terutama pada penderita penyakit Crohn, ulcerative colitis (radang usus), dan irritable bowel syndrome. Obat ini bekerja dengan memperlambat gerak feses sehingga teksturnya memadat.

Anda bisa memperoleh loperamide dengan resep dokter atau membelinya langsung di apotek. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet minum, kapsul, serta tablet yang meleleh dalam mulut. Loperamide cair hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Aturan minum dari obat diare ini adalah sebagai berikut:

  • 2-5 tahun: 1 miligram sekali minum, maksimum 3 miligram sehari
  • 6-8 tahun: 2 miligram sekali minum, maksimum 4 miligram sehari
  • 9-12 tahun: 2 miligram sekali minum, maksimum 6 miligram sehari
  • 13 tahun ke atas: 4 miligram saat feses encer, selanjutnya 2 miligram dengan dosis maksimum 16 miligram sehari

2. Bismuth subsalicylate

Bismuth subsalicylate lebih sering digunakan untuk mengatasi nyeri perut dan gejala maag. Akan tetapi, obat ini juga memiliki sifat antidiare dan antiperadangan, serta mampu menghambat penyebaran bakteri penyebab diare.

Cara kerja bismuth subsalicylate berbeda dengan loperamide, yakni mengurangi kandungan air dalam feses. Anda harus berhati-hati dengan dosisnya, sebab terdapat efek samping berupa sembelit serta feses dan lidah yang berwarna kehitaman.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui aturan minum yang aman dari obat diare ini. Dosis bagi orang dewasa biasanya sebesar 524 miligram sekali minum. Minumlah obat ini setiap 30-60 menit sekali, tapi jangan melebihi 8 dosis dalam sehari.

Ketika minum obat diare, berhati-hatilah juga jika Anda meminum obat yang lainnya. Meminum obat diare dan obat lainnya sekaligus bisa menyebabkan terjadinya interaksi obat. Hal itu bisa menciptakan interaksi obat yang membuat kerja obat tidak maksimal atau memunculkan efek samping.

Diare merupakan kondisi yang akan membaik dalam beberapa hari. Obat-obatan memang dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan frekuensi diare, tapi tidak secara langsung mengatasi penyebabnya.

Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik, bahkan setelah minum kedua obat di atas selama 2 hari, segera periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan apakah Anda harus mengonsumsi obat diare yang dikhususkan bagi penyakit tertentu atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . 6 menit baca

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 menit baca

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 menit baca

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 6 menit baca
bakteri penyebab diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020 . 5 menit baca