11 Daftar Kelainan dan Penyakit Tulang, dari yang Paling Umum Sampai Langka

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 12 menit baca
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu bahwa tubuh tersusun dari 206 tulang dari ujung kepala sampai ujung kaki? Semua tulang ini penting untuk memberikan struktur pada kerangka tubuh dan melindungi organ di dalamnya. Namun, tulang tak selamanya sehat dan kuat. Tidak menutup kemungkinan tulang dapat dipengaruhi oleh berbagai penyakit maupun kelainan yang mengganggu fungsinya, sehingga menurunkan kualitas hidup Anda.

Daftar penyakit dan kelainan tulang yang umum sampai langka

Penyakit dan kelainan tulang biasanya disebabkan oleh massa tulang yang rendah serta kerusakan struktur tulang. Massa tulang dikatakan rendah ketika kehilangan mineral pendukungnya, seperti kalsium, sehingga tulang mudah patah dan sulit menyangga beban tubuh.

Berikut berbagai penyakit dan kelainan tulang, mulai dari osteoporosis hingga osteokondrosis:

1. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang disebabkan oleh pengeroposan dan penurunan kepadatan massa tulang secara bertahap.

Osteoporosis dapat membuat tulang Anda lemah dan lebih mudah patah. Namun, osteoporosis umumnya tidak menimbulkan gejala. Anda mungkin tidak tahu sudah memilikinya sejak lama sampai mengalami patah tulang. 

Kalaupun ada, gejala yang mungkin muncul di awal yaitu:

  • Kuku rapuh
  • Kekuatan gengggaman mulai melemah

Osteoporosis bisa terjadi pada siapa saja dari segala rentang usia, tapi biasanya lebih sering terjadi pada wanita dan mulai usia paruh baya.

Osteoporosis dapat dicegah dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat, aktif bergerak, dan menghindari alkohol serta rokok.

2. Kelainan tulang belakang

Kelainan tulang belakang adalah kondisi yang terjadi ketika tulang belakang melengkung melebihi batas normal atau tidak selaras sehingga terlihat bengkok. Padahal seharusnya tulang belakang itu berbentuk lurus.

Ada tiga jenis kelainan tulang belakang yang paling umum, yaitu:

  • Lordosis: kondisi saat tulang belakang melengkung ke depan secara berlebihan. Biasanya lordosis memengaruhi punggung bawah dan leher.
  • Kifosis: kondisi saat lengkungan pada punggung atas lebih dari 50 derajat. Biasanya orang dengan kifosis postur tubuhnya terlihat seperti membungkuk. Wanita lansia termasuk yang paling sering mengalami kifosis, karena biasanya dipicu oleh gejaa osteoporosis.
  • Skoliosis: kondisi saat lengkungan tulang belakang justru menyamping, terkadang berbentuk seperti huruf S atau C. Seseorang dikatakan mengalami skoliosis ketika sudut lengkungannya mencapai lebih dari 10 derajat. Orang dengan skoliosis umumnya terlihat dari bahu atau pinggulnya yang tidak rata.

3. Kista tulang

Kista (benjolan berisi cairan) dapat berkembang di tulang. Kista tulang adalah penyakit yang kerap menyerang anak dan remaja.

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab penyakit tulang yang satu ini. Namun, kista tulang umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Benjolan kista dapat membaik dengan sendirinya, terutama pada anak dan remaja.

Akan tetapi, kista membutuhkan pengobatan khusus jika ukurannya makin membesar. Kista yang besar bisa membuat tulang menjadi lebih lemah dan lebih mungkin patah. Apalagi jika area tersebut terasa sakit dan membengkak.

Kista pada tulang biasanya “dikempiskan” dengan cara menyedot isi cairan benjolannya menggunakan jarum khusus. Setelah itu, dokter akan menyuntikkan obat ke dalam tulang untuk membantunya pulih.

Dokter juga bisa mengikis kista pada tulang. Kemudian, lubang yang sudah terbentuk akan diisi oleh potongan-potongan kecil tulang baru yang diambil dari tubuh Anda sendiri atau orang lain yang sudah meninggal.

Meski telah diobati, kista tulang bisa kambuh kembali beberapa tahun setelahnya. Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksakan diri ke dokter setelahnya.

4. Rakitis

Rakitis adalah kelainan tulang yang terjadi ketika anak-anak tidak mendapatkan cukup vitamin D. Padahal vitamin D membantu menyerap fosfor dan kalsium dari usus. Ketiga nutrisi ini sangat dibutuhkan agar tulang tetap kuat.

Ketika tubuh kekurangan vitamin D, tubuh akan meproduksi hormon yang menyebabkan kalsium dan fosfor dilepaskan dari tulang Anda. Akibatnya, tulang akan kekurangan mineral yang membuatnya menjadi lemah dan lunak.

Kelainan tulang ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Rasa sakit atau nyeri pada tulang lengan, kaki, panggul, atau tulang belakang
  • Pertumbuhan terhambat sehingga anak bertubuh pendek
  • Mudah mengalami patah tulang
  • Mengalami kram otot
  • Mengalami kelainan gigi seperti pertumbuhan gigi yang lebih lambat, lubang pada email, dan abses atau munculnya nanah
  • Munculnya kelainan bentuk tulang seperti tulang dada menonjol, tulang belakang melengkung, atau benjolan di tulang rusuk

Rakitis paling sering menyerang anak berusia 6 sampai 36 bulan. Anak-anak paling rentan terkena rakitis karena mereka masih tumbuh dan rentan kekurangan nutrisi tertentu, salah satunya vitamin D.

5. Osteomalacia

Osteomalacia mirip dengan rakitis karena disebabkan oleh kurangnya vitamin D. Namun dalam osteomalacia, derajat kekurangan vitamin D-nya sudah sangat parah sehingga tulang melunak.

Kekurangan vitamin D mengganggu kerja tulang untuk menyerap kalsium dan fosfor, sehingga tulang tidak berkembang dengan benar dan menjadi lemah.

Orang-orang dengan osteomalacia biasanya mengalami berbagai gejala seperti:

  • Nyeri tulang
  • Lemah otot
  • Nyeri dan pegal pada punggung bawah, panggul, pinggul, kaki, dan tulang rusuk
  • Rasa sakit yang memburuk di malam hari atau ketika menekan tulang
  • Rasa nyeri tidak kunjung hilang meski telah cukup beristirahat

Berbagai gejala ini bisa membuat berjalan menjadi lebih lambat dan lebih sulit. Postur tubuh anak-anak dan dewasa muda yang mengalami osteomalacia juga tampak bungkuk selama masa pertumbuhannya. Hal ini terlihat terutama pada tulang kaki yang menahan beban. Pada orang dewasa yang lebih tua, penyakit yang satu ini bisa menyebabkan patah tulang.

Biasanya orang dengan kelainan tulang ini akan diberikan asupan vitamin D dan kalsium yang cukup untuk mengeraskan dan menguatkan tulang.

6. Penyakit Paget tulang

Penyakit Paget adalah kelainan yang menyebabkan tulang di bagian tubuh tertentu jadi lebih tebal dan lebih besar. Penyakit ini nantinya bisa mengganggu proses daur ulang jaringan tulang baru untuk menggantikan jaringan tulang yang lama.

Suatu jenis sel yang disebut osteoklas merupakan sel yang bisa merusak jaringan tulang. Osteoklas yang terlalu aktif menyebabkan pembentukan tulang bekerja dengan cepat untuk mengganti tulang yang hilang.

Jaringan tulang baru yang tidak teratur ini membuat tulang rapuh dan mudah patah. Kondisi ini biasanya terjadi pada tulang belakang, panggul, kaki, atau tengkorak. Namun, tak menutup kemungkinan area tulang yang lain pun bisa terpengaruh.

Kebanyakan orang yang punya penyakit Paget tulang tidak mengalami gejala apa pun. Ketika gejalanya muncul, keluhan utama yang dirasakan yaitu nyeri tulang.

Hal ini terjadi karena tubuh menghasilkan tulang baru lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, tulang yang baru ini lebih lemah dari tulang normal sehingga bisa menyebabkan nyeri, kelainan bentuk, dan patah tulang.

Penyakit Paget umumnya hanya menyerang satu atau dua area tubuh saja. Oleh karenanya jika ada gejala yang muncul biasanya sangat spesifik pada area yang terkena, seperti:

  • Panggul, menyebabkan nyeri panggul.
  • Tengkorak, pertumbuhan tulang yang berlebihan di tengkorak bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau sakit kepala.
  • Tulang belakang, jika tulang belakang terpengaruh, akar saraf bisa menjadi padat. Akibatnya, hal ini bisa menyebabkan sakit, kesemutan, dan mati rasa di lengan atau kaki.
  • Kaki, tulang kaki akan menekuk sehingga bengkok dan salah satu sisinya jadi lebih besar sehingga memberikan tekanan ekstra pada persendian di dekatnya.

Risiko penyakit yang satu ini akan meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko Anda juga meningkat jika ada anggota keluarga lain yang memiliki kelainan tersebut.

7. Osteogenesis imperfecta

Osteogenesis Imperfecta (OI) adalah sekelompok gangguan langka yang menyerang jaringan ikat. Hal ini membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah tanpa alasan yang jelas.

Kelainan tulang bisa ringan bisa juga sangat berat. Gejalanya juga sangat bervariasi pada setiap orangnya. Berikut berbagai gejala yang biasanya muncul:

  • Persendian menjadi lebih longgar
  • Lemah otot
  • Tulang belakang melengkung
  • Gigi rapuh
  • Kelainan bentuk tulang
  • Gangguan pendengaran
  • Bagian putih mata berubah warna menjadi kebiruan atau keabuan

Dikarenakan termasuk penyakit langka, kelainan tulang yang satu ini belum ada obatnya. Akan tetapi, berbagai perawatan bisa membantu mengendalikan gejalanya.

8. Kanker tulang

Terlepas dari namanya, kanker tulang umumnya tidak dimulai dari tulang. Menurut National Cancer Institute, sebagian besar kasus kanker tulang disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyebar dari organ kanker lain.

Namun, tak menutup kemungkinan sel kanker awalnya muncul di bagian tulang mana pun di tubuh. Kanker tulang biasanya paling sering menyerang panggul atau tulang panjang di lengan dan kaki.

Kanker tulang biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Nyeri pada tulang
  • Pembengkakan dan sesnasi lembut di dekat area yang terkena
  • Tulang yang melemah, sehingga membuatnya mudah patah
  • Kelelahan
  • Berat menurun drastis tanpa sebab yang jelas

Ada beberapa jenis kanker tulang seperti osteosarcoma, chondrosarcoma, dan sarkoma Ewing. Untuk mengurangi risiko kanker tulang, Anda harus mempertahankan diet dan gaya hidup yang sehat. Olahraga teratur juga akan membantu.

9. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi tulang yang dapat terjadi tiba-tiba secara akut atau kronis. Penyakit tulang yang satu ini termasuk kondisi yang jarang tetapi cukup serius.

Tulang biasanya mengalami infeksi melalui beberapa cara, yaitu:

  • Infeksi di bagian tubuh lain yang akhirnya menyebar melalui aliran darah hingga ke tulang
  • Tulang mengalami keretakan hingga bakteri bisa masuk dan menginfeksi
  • Pembedahan

Osteomielitis akut berkembang dengan cepat selama 7 hingga 10 hari. Gejala-gejala untuk osteomielitis akut dan kronis sangat mirip, yaitu:

  • Demam
  • Mudah marah
  • Kelelahan
  • Mual
  • Kelembutan, kemerahan, dan rasa hangat di area yang terinfeksi
  • Pembengkakan di sekitar tulang yang terkena
  • Kehilangan rentang gerak

Umumnya osteomielitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Staphylococcus aureus. Namun, ada juga kondisi tertentu yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena osteomielitis, yaitu:

  • Memiliki diabetes
  • Memiliki penyakit anemia sel sabit
  • Memiliki HIV atau AIDS
  • Mengidap radang sendi
  • Peminum alkohol berat
  • Menggunkan steroid jangka panjang
  • Sedang menjalani cuci darah (hemodialisis)
  • Baru saja mengalami cedera
  • Habis menjalani operasi tulang

Perawatan yang diberikan mungkin termasuk antibiotik dan pembedahan untuk mengangkat jaringan tulang yang terinfeksi.

10. Displasia fibrosa

Displasia fibrosa adalah kelainan tulang tidak biasa di mana jaringan parut (fibrosa) berkembang untuk menggantikan tulang yang normal. Jaringan yang tidak teratur ini kemudian dapat melemahkan tulang yang terkena dan membuatnya berubah bentuk atau patah.

Displasia fibrosa yang cukup parah biasanya memunculkan berbagai gejala yang mudah dikenali seperti:

  • Nyeri pada tulang
  • Pembengkakan
  • Kelainan bentuk tulang
  • Patah tulang, khususnya di lengan atau kaki
  • Lekukan di tulang kaki

Penyakit ini bisa mengenai tulang mana pun di dalam tubuh. Namun biasanya area tulang yang paling sering terkena yaitu:

  • Tulang paha
  • Tulang kering
  • Tulang lengan atas
  • Tengkorak
  • Tulang iga
  • Tulang panggul

Dalam kebanyakan kasus, displasia fibrosa terjadi pada satu lokasi dalam satu tulang. Namun tak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini juga menyerang banyak area di beberapa bagian tulang.

Meski termasuk kelainan genetik, kelainan tulang ini disebabkan oleh mutasi gen yang tidak diturunkan dari orangtua ke anak. Sejauh ini, belum ada obat untuk mengatasi kelainan tulang yang satu ini.

Pengobatan yang dipilih biasanya berfokus pada bagaimana menghilangkan nyeri dan memperbaiki serta menstabilkan tulang.

11. Osteokondrosis

Osteokondrosis adalah sekelompok gangguan yang memengaruhi pertumbuhan tulang anak dan remaja, yang sering disebabkan oleh gangguan alirah darah ke sendi.

Ada banyak penyakit yang masuk dalam kategori penyakit osteokondrosis. Biasanya penyakit akan dikelompokkan berdasarkan tempat terjadinya.

Penyakit artikular

Penyakit artikular biasanya terjadi dan menyerang area sendi seperti:

  • Penyakit Legg-Calve-Perthes yang menyerang pinggul
  • Penyakit panner yang menyerang siku
  • Penyakit Frieberg yang menyerang tulang metatarsal kedua
  • Penyakit Kohler yang menyerang kaki

Penyakit physeal

Penyakit physeal utama adalah penyakit Scheuermann atau juvenile kyphosis. Kondisi ini mempengaruhi sendi di antara tulang-tulang belakang Anda.

Penyakit non-artikular

Penyakit nonartikular dapat mempengaruhi bagian kerangka Anda. Penyakit yang paling umum biasanya menyerang lutut atau yang dinamakan dengan Osgood-Schlatter.

Penyakit tulang yang satu ini menyebabkan iritasi pada pelat pertumbuhan di bagian atas tulang kering Anda, tepat di bawah lutut Anda.

Sementara itu, osteochondritis dissecans adalah bentuk lain dari osteokondrosis. Hal ini terjadi ketika potongan-potongan kecil tulang rawan dan tulang menjadi copot di sendi karena kurangnya aliran darah. Kondisi ini dapat terjadi di bagian mana pun dari tubuh Anda dan paling umum terjadi di lutut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Olahraga untuk Pengidap Osteoporosis yang Dianjurkan Ahli

Memiliki osteoporosis tak berarti hanya berdiam diri sepanjang hari. Justru olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 14/01/2020 . 6 menit baca

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . 6 menit baca

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . 4 menit baca

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab keropos tulang 1

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 4 menit baca
pantangan makanan osteoporosis

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 4 menit baca
mitos osteoporosis

Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . 5 menit baca
osteoporosis pada lansia

Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . 6 menit baca