4 Cara Mengurangi Nyeri Haid Karena Endometriosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nyeri yang dirasakan pada daerah perut saat menstruasi mungkin merupakan hal yang wajar dirasakan oleh setiap wanita. Intensitas nyeri yang muncul bisa saja berbeda-beda pada setiap wanita. Namun, jika nyeri menstruasi begitu tak tertahankan dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, mungkin saja Anda sedang mengalami gejala dari endometriosis. Lalu bagaimana cara meredakan nyeri haid akibat endometriosis? Simak di bawah ini, ya.

Apa itu endometriosis?

Endometriosis merupakan suatu kondisi di mana jaringan dinding dalam rahim muncul di luar rahim. Dalam proses menstruasi memang akan terjadi peluruhan dinding rahim yang tidak dibuahi. Jaringan dinding rahim yang berada di tempat lain di luar rahim ini juga akan ikut luruh dan menimbulkan gejala. Di antaranya yaitu nyeri haid berlebihan, menstruasi yang deras, nyeri panggul, hingga ketidaksuburan.

Kondisi endometriosis bisa muncul pada wanita dalam rentang usia subur. Penyebab pasti dari endometriosis hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, diduga adanya faktor genetik, lingkungan, dan anatomi tubuh yang turut berperan dalam munculnya endometriosis.

Cara meredakan nyeri haid karena endometriosis

Endometriosis bukanlah suatu keganasan atau penyakit menular. Kondisi ini dapat diatasi dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meredakan nyeri haid yang disebabkan oleh endometriosis.

1. Atur jenis makanan Anda

Pola makan merupakan hal mendasar yang perlu diperhatikan untuk meredakan nyeri haid. Pilih sayuran dan buah-buahan ketimbang menu daging merah. Sayur dan buah mengandung banyak macam vitamin dan antioksidan, seperti vitamin A, vitamin C, dan betakaroten yang baik untuk tubuh.

Selain itu, kandungan lemak yang cukup banyak pada daging merah akan memicu pembentukan zat bernama prostaglandin dan berdampak diproduksinya lebih banyak esterogen. Kadar hormon esterogen yang tinggi dalam tubuh akan mendorong pertumbuhan jaringan dinding rahim.

Selain sayur dan buah, pilih menu dengan kandungan omega-3 yang tinggi, seperti: ikan tuna, ikan salmon, ikan sarden, atau telur. Berdasarkan studi, populasi yang banyak mengonsumsi lemak trans atau lemak jahat cenderung berisiko lebih tinggi menderita endometriosis dibanding populasi yang banyak mengonsumsi asam lemak omega-3.

2. Berolahraga teratur

Wanita dengan nyeri saat menstruasi cenderung akan menghindari olahraga karena ditakutkan akan menambah rasa nyeri. Padahal, jika berolahraga dilakukan secara teratur malah dapat mengurangi nyeri menstruasi akibat endometriosis.

Dengan berolahraga maka sirkulasi darah dan distribusi oksigen dalam tubuh akan menjadi lebih lancar. Anda juga akan merasa lebih bugar dan terhindar dari stres karena olahraga akan memicu pelepasan hormon endorfin yang menimbulkan sensasi bahagia.

3. Belajar relaksasi

Stres yang Anda alami dan rasakan cenderung memperburuk rasa nyeri yang timbul. Oleh sebab itu, penting bagi Anda yang punya kondisi endometriosis untuk mengelola stres Anda agar tidak terlalu membendung. Hal ini dapat disiasati dengan melakukan tindakan-tindakan yang memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Teknik yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Relaksasi otot untuk melepaskan ketegangan atau melemaskan otot-otot anda. Caranya, bayangkan Anda sedang berada di suatu tempat yang indah, tenang, dan damai sehingga Anda akan merasa lebih santai.
  • Teknik pernapasan. Atur napas Anda dengan menarik napas sedalam-dalamnya lewat hidung, kemudian embuskan sepelan mungkin lewat mulut. Ulangi terus sampai Anda merasa lebih baik.
  • Melakukan gerakan-gerakan yoga sederhana juga dapat membantu memperkuat dan meregangkan otot-otot panggul dan perut Anda.

4. Minum obat pereda nyeri

Jika hal-hal di atas telah dilakukan namun belum membuahkan hasil, maka sudah waktunya Anda memeriksakan diri ke dokter. Atas anjuran dokter, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri.

Obat-obatan antinyeri terdiri dari beberapa tingkatan dari obat untuk nyeri skala ringan hingga nyeri skala berat. Penggunaan obat-obatan antinyeri untuk meredakan nyeri haid harus berada di bawah pengawasan dokter karena dapat berdampak buruk jika digunakan secara berlebihan dan tidak terkontrol.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 2, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca