Jangan Disepelekan, Dehidrasi Bisa Sebabkan Kerusakan Organ Berat!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tiga tahun lalu ada berita, seorang pelari di acara half-marathon ambruk di tengah-tengah acara. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata laki-laki berusia 45 tahun ini mengalami dehidrasi akibat kurang minum pada saat berlari di bawah teriknya matahari. Tak cuma pada kasus ini saja, sudah banyak laporan kasus orang meninggal dunia atau ambruk akibat dehidrasi serius. Karena itu, bahaya dehidrasi tidak bisa disepelekan.

Mengenal dehidrasi dan penyebabnya

Dehidrasi adalah kondisi di mana keseimbangan cairan tubuh menjadi negatif, yaitu lebih banyak cairan yang keluar dibandingkan yang masuk. Hal ini menyebabkan Anda kekurangan cairan dan tidak dapat menjalankan fungsi normal tubuh. Jika Anda tidak segera mengganti cairan yang hilang, maka Anda akan jatuh ke dalam kondisi dehidrasi. Kondisi ini akan sangat berbahaya, terutama pada anak-anak yang masih kecil dan orang lanjut usia (lansia).

Dehidrasi dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada anak-anak, biasanya dehidrasi disebabkan oleh diare berat dan muntah-muntah. Sedangkan pada dasarnya lansia memiliki jumlah cairan yang lebih sedikit sehingga lebih rentan mengalami dehidrasi.

Keringat yang berlebihan pada saat olahraga juga dapat menyebabkan dehidrasi. Jika ditambah dengan kondisi lingkungan yang panas dan lembap, maka akan semakin memperbanyak jumlah cairan yang hilang.

Beberapa penyakit tertentu juga dapat menyebabkan kondisi dehidrasi seperti diabetes melitus, penyakit yang ringan seperti infeksi paru, dan luka bakar.

Yang terjadi pada tubuh saat dehidrasi

Keseimbangan cairan negatif yang menyebabkan dehidrasi terjadi karena kurangnya asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan (baik oleh karena diare, keringat, atau urine), serta berpindahnya cairan dalam tubuh (pengumpulan cairan di dalam rongga perut atau penumpukan cairan di pleura, rongga paru). Berkurangnya jumlah total cairan tubuh (total body water) menyebabkan berkurangnya volume cairan di dalam sel tubuh dan di pembuluh darah.

Gejala-gejala bahaya dehidrasi akan muncul ketika jumlah cairan di dalam pembuluh darah semakin berkurang sehingga menyebabkan syok hipovolemik dan berakhir pada gagal organ dan kematian. Ketika terjadi syok, aliran darah menuju ke organ akan berkurang sehingga sel-sel tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, organ-organ tubuh menjadi mati.

Ginjal dan otak merupakan contoh organ yang paling sering mengalami gangguan ketika seseorang mengalami dehidrasi yang berat.

Dehidrasi dapat menyebabkan gagal ginjal akut yang apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kerusakan ginjal berat dan berakhir pada gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah setiap minggu.

Ketika dehidrasi menyebabkan kerusakan pada otak, pasien akan mengalami penurunan kesadaran dan kerusakan otak permanen. Hal inilah yang terjadi pada pelari usia 45 tahun yang tadi diceritakan. Dari semua bagian otaknya, hanya menyisakan batang otak yang masih dapat bekerja dengan baik.

Selain itu, keseimbangan elektrolit dapat terganggu ketika terjadi dehidrasi. Bisa terjadi kekurangan atau bahkan kelebihan elektrolit, tergantung dari penyebab dehidrasi. Gangguan keseimbangan elektrolit ini dapat menyebabkan gangguan saraf seperti kejang.

Tanda dan gejala dehidrasi

Orang yang mengalami dehidrasi biasanya akan merasakan rasa haus yang berat, mulut kering, kencing semakin jarang dan warna kencing berwarna cokelat tua dan pekat, serta muncul rasa lemas luar biasa dan pusing.

Pada kondisi yang berat dapat menyebabkan pasien mengalami disorientasi alias linglung, mata menjadi cekung, kulit kering, demam, tekanan darah menurun, laju nadi meningkat, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Cara mencegah bahaya dehidrasi

Pencegahan merupakan hal paling penting untuk dehidrasi. Perhatikan langkah-langkah pencegahan berikut ini, ya.

  • Dengan minum dan makan makanan yang banyak mengandung air seperti buah dan sayur seharusnya cukup untuk mencegah dehidrasi pada sebagian besar orang.
  • Untuk orang-orang yang melakukan aktivitas di cuaca yang sangat panas atau berolahraga harus lebih berhati-hati. Selalu ingat untuk mengembalikan cairan yang hilang dengan minum. Sediakan selalu air minum yang cukup.
  • Untuk anak-anak dan orang tua, karena mereka sangat berisiko mengalami dehidrasi maka harus diperhatikan dengan baik apakah asupan cairan mereka mencukupi atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit