Mengulik Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/04/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Diare adalah gangguan pencernaan yang umum terjadi pada bayi, terlebih yang baru lahir. Namun, jangan sepelekan diare. Pada bayi berusia sangat dini, risiko komplikasi dari diare mungkin lebih tinggi dan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, orangtua perlu membekali diri dengan pengetahuan gejala, penyebab, dan perawatan bayi yang mengalami diare alias mencret. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Gejala diare (mencret) pada bayi

ruam popok pada bayi

Diare adalah infeksi sistem pencernaan yang menyebabkan bayi buang air besar lebih banyak dari biasanya. Namun, gejala diare pada bayi tidak hanya buang-buang air.

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri anak bayi diare yang paling umum:

Terus buang air

Menurut Seattle’s Children Hospital, bayi yang baru lahir memang sering buang air. Namun, Anda bisa membedakan gejala diare pada bayi ini ini dengan buang air biasa dari frekuensinya.

Bayi yang minum ASI akan buang air, normalnya akan buang air besar sebanyak 6 kali dalam sehari. Sementara bayi yang diberi susu formula, akan buang air besar sebanyak 8 kali seminggu.

Setelah memasuki usia 2 bulan, frekuensi buang air besar si kecil akan berkurang; bayi minum ASI menjadi 3 kali sehari dan bayi minum susu formula menjadi 1 hingga 2 kali sehari. Jika frekuensi buang air besar bayi melebihi batas normal tersebut, bisa jadi ia mengalami mencret.

Feses cair bahkan berlendir

Feses bayi yang minum ASI memang lunak dan sesekali bisa berair sedangkan bayi yang minum susu formula, fesesnya jauh lebih padat. Bila si bayi fesesnya kebanyakan berbentuk cair, berlendir, dan mengeluarkan bau lebih busuk, diare pada bayi mungkin adalah penyebabnya.

Gangguan pencernaan lain dan lebih rewel

Selain ciri-ciri mencret di atas, bayi juga akan mengalami gejala lain, yakni mual dan muntah. Selain itu, jika juga jadi lebih rewel dari biasanya dan Anda mungkin menemukan perutnya sering kali berbunyi.

Tangisan bayi ini adalah cara bayi untuk berkomunikasi pada orangtuanya, bahwa ia merasakan mulas dan gejala diare lain yang mengganggu.

Ingat, ciri-ciri diare pada bayi berbeda-beda. Bisa jadi ada gejala lain yang juga dirasakan bayi namun tidak disebutkan. Jadi, selalu awasi si kecil jika Anda mencurigai bahwa bayi mengalami mencret.

Penyebab diare (mencret) pada bayi

mengganti popok bayi

Penyebab bayi mencret dapat sangat beragam. Mengetahui penyebabnya membantu Anda untuk mengatasi kondisi tersebut lebih tepat.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, penyebab mencret yang mungkin terjadi, antara lain:

Infeksi bakteri atau virus

Bayi memiliki sistem imun yang belum terbentuk sempurna. Hal ini menyebabkan dirinya sangat mudah mengalami infeksi, terutama dari bakteri dan virus.

Pasalnya, bayi memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke mulut atau menggigit benda-benda di sekelilingnya. Bila tangan atau benda terpapar kuman, sudah pasti kuman masuk ke tubuh dengan mudah dan jadi penyebab diare pada bayi.

Jika bayi Anda diare dan muntah, hal ini biasanya merupakan gejala infeksi. Jika bayi Anda menunjukkan gejala dehidrasi, seperti mulut kering, ganti popok kurang dari 6 kali sehari, mata cekung, atau kulit kering, hal ini bisa menjadi sangat berbahaya.

Pola makan

Bayi yang berusia 6 bulan sering kali mengalami mencret. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika mencret terjadi setelah bayi menjalani program MPASI, yakni dikenalkan makanan lain selain ASI. Feses yang cair ini menjadi reaksi sistem pencernaan si kecil pada makanan baru.

Memiliki kondisi medis tertentu

Diare yang terjadi pada bayi bisa menjadi tanda adanya masalah medis tertentu. Berikut ini beberapa kondisi medis yang menimbulkan gejala diare, di antaranya:

  • Penyakit Celiac yakni penyakit yang menyebabkan tubuh bayi tidak bisa mencerna gluten, seperti gandum dengan baik.
  • Sindrom iritasi usus besar adalah penyakit yang menandakan usus bayi tidak bisa bekerja secara optimal.
  • Memiliki alergi atau intoleransi pada suatu zat tertentu pada makanan, contohnya laktosa (gula yang ada pada susu sapi).
  • Penyakit langka seperti cystic fibrosis, gangguan gastrointestinal eosinofilik, penyakit Hirschsprung, dan tumor neuroendokrin juga bisa menjadi penyebab diare pada bayi.

Guna mengetahui penyebab bayi diare, dokter akan menanyakan Anda seputar gejala, riwayat kesehatan, bahkan merekomendasikan tes kesehatan tertentu, seperti tes darah.

Diare bisa menjadi sangat serius pada bayi. Anda sebaiknya memberi tahu dokter jika terjadi perubahan pada buang air besar bayi.

Bawa ke dokter jika diare menyebabkan dehidrasi pada bayi

cara mengatasi anak takut ke dokter

Segera bawa ke dokter ketika bayi Anda telah mengalami diare selama lebih 24 jam, atau jika diare berlangsung dengan gejala di bawah ini:

Diare belum sampai tahap dehidrasi jika bayi masih terlihat aktif, riang, dan ceria meski terus bolak-balik BAB. Si kecil juga belum menunjukkan dehidrasi apabila ia masih minta minum putih seperti biasa, dan matanya tidak cekung (celong).

Tanda-tanda tersebut menandakan si kecil kehilangan cairan sekitar 5% dari berat badannya, tapi ini masih terhitung normal.

Namun, mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, selain mengamati gejala diare yang umum orangtua juga wajib bisa mengenali tanda-tanda dehidrasi pada bayi. Sebagai gambaran, Anda bisa melihat gambar di bawah ini:

Gejala diare dengan dehidrasi pada anak
Gejala dehidrasi pada bayi

1. Gejala diare dengan dehidrasi ringan

Saat diare sudah menyebabkan gejala dehidrasi ringan, bayi akan terlihat lebih rewel dari biasanya. Matanya sedikit celong juga terus-terusan minta minum karena kehausan terus.

Tanda bayi sudah kena dehidrasi ringan akibat diare juga dapat dilihat dan dirasa dari kulitnya. Caranya, cubit lebar kulit perut anak dan tahan 30 detik. Cubit pelan saja. Perhatikan waktunya saat Anda melepas cubitan tersebut.

Jika kulit cepat membal kembali dalam 1 detik, turgor masih baik. Sementara jika kembali dalam 2-5 detik, turgor kulit bayi agak kurang.

Turgor adalah penilaian derajat dehidrasi dari seberapa baik elastisitas atau kekenyalan kulit anak. Gejala-gejala ini menandakan si kecil sudah kehilangan cairan 5-10% dari berat badannya.

3. Gejala diare dengan dehidrasi berat

Dehidrasi berat akibat diare akan membuat bayi terlihat lesu dan lunglai, juga malas minum. Matanya juga sangat cekung.

Tes kulit anak dengan mencubit perutnya perlahan dan lepas setelah 30 detik. Bila kulit kembali ke kondisi normal dalam 5-10 detik, turgor kurang dan bila lebih 10 detik artinya turgor sudah jelek.

Berbagai tanda ini menandakan tubuh anak kehilangan cairan lebih dari 10% dari berat badannya.

Pengobatan diare pada bayi

Pengobatan diare pada bayi diberikan berdasarkan penyebabnya.

Terkadang perubahan pola makan cukup untuk mengatasi mencret, tapi pada beberapa kasus bayi juga membutuhkan obat. Jangan berikan obat diare untuk bayi kecuali jika dokter Anda yang meresepkannya.

Usia bayi yang lebih muda, yakni di bawah 6 bulan akan lebih baik pengobatannya diawasi dokter secara langsung. Berikut ini perawatan diare pada bayi yang direkomendasikan dokter, seperti:

  • Jika bayi Anda disusui secara normal, tetap susui dia dengan normal
  • Jika bayi Anda muntah, Anda mungkin perlu menyusuinya lebih sedikit namun lebih sering. Jika Anda menyusuinya langsung, berarti Anda harus menyusuinya dalam waktu yang lebih singkat.
  • Untuk mencegah dehidrasi, Anda perlu memberikan bayi Anda obat cair elektrolit seperti oralit di sela-sela waktu makan. Bisa juga dengan mengganti susu dengan obat cair elektrolit.
  • Jika Anda memberikan susu formula pada bayi dan bayi anda masih diare lebih dari 2 minggu, Anda mungkin harus mengganti formulanya. Diskusikan dengan dokter bayi Anda.
  • Dorong bayi di atas usia  6 bulan untuk minum air putih lebih banyak.

Diare dan muntah biasanya merupakan gejala infeksi. Pada bayi yang baru lahir dan bayi pada umumnya, infeksi bisa memburuk dengan sangat cepat, dan dehidrasi dari diare dan muntah dapat terjadi dengan sangat cepat.

Penting bagi Anda untuk mengobatinya secepat mungkin jika Anda merasa bayi Anda terkena infeksi. Perlu dilakukan diagnosis khusus terhadap tanda-tanda infeksi tertentu, dan bayi Anda mungkin butuh dirawat inap untuk pemberian cairan melalui infus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit