Mengenal Lebih Jauh Tentang Tes Gula Darah untuk Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Orang dengan diabetes umumnya memerlukan tes gula darah yang dilakukan rutin. Tes gula dalam darah ini bisa dilakukan di rumah untuk menjaga kadar gula darahnya tetap stabil sembari mengendalikan penyakit diabetesnya. Hal apa yang harus diketahui tentang tes gula dalam darah?

Apa itu tes gula darah?

Tes gula darah atau tes glukosa darah merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah gula dalam darah Anda. Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama tubuh. Tubuh Anda mengubah karbohidrat yang Anda makan menjadi glukosa.

Pengujian glukosa atau gula darah ini dilakukan terutama untuk mengecek kondisi diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Diabetes adalah suatu kondisi yang menyebabkan gula darah meningkat.

Pada orang sehat, glukosa diolah dalam tubuh oleh hormon yang disebut insulin. Namun jika Anda memiliki diabetes, tubuh Anda tidak cukup menghasilkan insulin atau insulin tidak bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan glukosa darah menumpuk atau meningkat.

Jika tidak diobati, gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ. Tes gula darah juga dapat digunakan (meskipun jarang dilakukan) untuk menguji hipoglikemia, yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah terlalu rendah.

tes gula darah

Ketahui hubungan antara diabetes dan tes gula darah

Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan remaja yang tubuhnya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup. Ini merupakan kondisi kronis dan membutuhkan perawatan seumur hidup. Diabetes tipe 1 juga telah tercatat pada beberapa orang di usia 30-40 tahun.

Sementara itu, diabetes tipe 2 (kencing manis atau penyakit gula) biasanya didiagnosis pada orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup, atau ketika insulin yang dihasilkan tidak bekerja dengan baik. Bahaya dari diabetes tipe 2 dapat dikurangi dengan menurunkan berat badan.

Diabetes gestasional terjadi ketika seorang wanita hamil mengidap diabetes. Diabetes tipe ini biasanya hilang setelah wanita melahirkan.

Setelah mendapatkan diagnosis diabetes, orang dengan diabetes mungkin harus menjalani tes gula darah untuk menentukan apakah kondisi mereka terkendali dengan baik. Tingkat glukosa yang tinggi pada penderita diabetes mungkin menandakan bahwa diabetesnya tidak diobati dengan benar.

Meski demikian, ada penyebab lain yang bisa membuat gula darah atau glukosa Anda meningkat, yaitu:

  • pradiabetes (orang sangat berisiko terkena diabetes tipe 2)
  • hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif)
  • masalah ginjal
  • pankreatitis (radang pankreas)
  • kanker pankreas

Dalam kasus yang jarang terjadi, kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi tanda akromegali, gejala sindrom Cushing, gagal ginjal, atau tumor adrenal.

Kadar gula darah rendah atau biasa disebut sebagai hipoglikemia juga bisa terjadi. Kemungkinan ini disebabkan karena beberapa hal berikut:

  • insulin dalam tubuh berlebihan
  • kelaparan
  • hipopituitarisme
  • hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif)
  • penyakit Addison, penyalahgunaan alkohol, penyakit hati, atau insulinoma (dalam kasus yang jarang terjadi)

baca hasil cek gula darah

Bagaimana persiapan dan cara melakukan tes gula darah?

Ada tiga jenis tes gula darah yang berbeda, yaitu tes untuk gula darah puasa, tes gula darah 2 jam dan tes gula darah sewaktu.

1. Tes gula darah puasa

Jika Anda menjalani tes glukosa puasa, Anda tidak boleh makan atau minum selama 8 jam sebelum tes. Anda hanya diperbolehkan minum air putih. Anda bisa menjadwalkan tes glukosa puasa di pagi hari, sehingga Anda tidak perlu berpuasa di siang hari.

2 . Tes gula darah 2 jam

Sedangkan tes gula darah 2 jam adalah tes gula darah postpandrial (PP). Ini adalah kelanjutan dari tes gula darah puasa. Jadi, kalau Anda sudah diambil sampel darahnya setelah puasa 8 jam penuh, Anda akan diminta untuk makan seperti biasa. Kemudian selang 2 jam setelah makan, kadar gula darah Anda akan dicek kembali.

Sebenarnya wajar jika kadar gula darah melonjak setelah makan. Hal ini terjadi baik pada orang sehat maupun diabetesi. Namun, pada orang yang sehat, kadar gula darah akan kembali normal selewat 2 jam ia makan.

3. Tes gula darah sewaktu atau acak

Anda diperbolehkan makan dan minum sebelum tes ini. Stres berat dapat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat sementara. Stres ini biasanya karena operasi, trauma, stroke, atau serangan jantung. Obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi kadar glukosa darah.

Selalu beri tahu dokter Anda tentang obat yang Anda konsumsi-termasuk obat resep, obat tanpa resep, dan suplemen herbal. Dokter mungkin meminta Anda untuk berhenti minum beberapa obat atau memutuskan untuk mengubah dosis sebelum Anda menjalani tes atau pemeriksaan.

Obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar glukosa darah termasuk:

  • Acetaminophen
  • Kortikosteroid
  • Steroid
  • Diuretik
  • Kontrasepsi oral (pil KB)
  • Terapi hormon
  • Aspirin
  • Antipsikotik atipikal
  • Lithium
  • Epinefrin
  • Antidepresan trisiklik
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)
  • Fenitoin
  • Obat sulfonilurea

Bagaimana cara melakukan tes gula darah di klinik atau rumah sakit?

Tes glukosa ini umumnya hanya membutuhkan sejumlah kecil sampel darah. Seorang perawat atau akan mengambil darah dari vena atau pembuluh darah Anda, biasanya dari siku bagian dalam atau di punggung tangan Anda.

Sebelum mengambil darah, perawat akan membersihkan area pengambilan darah dengan antiseptik untuk membunuh kuman apa pun. Ia akan mengikat sabuk elastis di sekitar lengan atas Anda, untuk mengumpulkan darah di vena.

Perawat tersebut kemudian akan memasukkan jarum steril ke dalam pembuluh darah Anda, lalu darah akan ditarik ke dalam tabung. Anda mungkin merasa sedikit nyeri, mirip dengan tusukan jarum. Anda dapat mengurangi rasa sakit dengan mencoba melemaskan lengan Anda.

Ketika perawat selesai mengambil darah, ia akan melepaskan jarum, memberikan tekanan pada bagian yang disuntik dan memasangkan perban. Dilanjutkan dengan memberikan tekanan selama beberapa menit untuk mencegah memar. Sampel darah Anda kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Dokter Anda akan melakukan tindak lanjut untuk membahas hasil pemeriksaan.

puasa sebelum cek darah

Bagaimana cara baca hasil tes glukosa?

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mendefinisikan hasil uji glukosa berikut:

  • Normal: 6,0 mmol/L atau lebih rendah (di bawah 110 mg/dl)
  • Gangguan glukosa puasa: antara 6,1 dan 6,9 mmol/L (antara 110 mg/dl dan 125 mg/dl)
  • Diabetes: 7,0 mmol/L (126 mg/dl) atau lebih. Gangguan glukosa puasa adalah bentuk pradiabetes.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca