Selain sebagai bahan masakan, jahe telah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti pilek, mabuk perjalanan, sakit perut, hingga nyeri otot dan sendi. Bahkan khasiat jahe diketahui dapat menurunkan gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Lantas, seberapa efektifkah jahe untuk diabetes? Simak ulasannya berikut.

Jahe membantu menjaga gula darah puasa tetap normal

Sebenarnya sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat jahe untuk menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes. Namun, sebuah penelitian dari Shahid Sadoughi University of Medical Science di Iran menemukan bahwa jahe khususnya menurunkan gula darah puasa dan kadar HbA1c dalam darah. Teori tersebut didapat setelah mengamati  88 pasien diabetes yang rutin maan 3 gram jahe setiap hari selama 8 minggu.

Para peneliti tidak tahu bagaimana pastinya jahe bisa menurunkan gula darah. Sejauh ini mereka menduga bahwa senyawa aktif dalam jahe menghambat kerja enzim fosforilase hepatik untuk memecah glikogen. Ketika glikogen dipecah, gula darah naik. Namun karena jahe dapat menghambat enzim tersebut, maka gula darah orang dengan diabetes akan mengalami penurunan dan berada dalam batas normal.  

Penelitian lain yang dilakukan pada tikus gemuk dengan diabetes juga menunjukkan hasil yang serupa. Tikus yang dijadikan bahan penelitian diketahui mendapatkan banyak manfaat ketika diberikan campuran kayu manis dan jahe.

Beberapa manfaat dari kombinasi jahe dan kayu manis termasuk penurunan gula darah, peningkatan kadar insulin, serta penurunan berat badan dan massa lemak tubuh. Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes, seperti retinopati, penyakit jantung, dan stroke.

Meski begitu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jangakuan yang lebih luas guna memastikan manfaat jahe untuk diabetes. 

Yang harus diperhatikan jika ingin menggunakan jahe untuk diabetes

Meski banyak penelitian yang menunjukan bahwa jahe untuk diabetes terbukti efektif, namun Anda tetap harus berhati-hati saat mengonsumsinya. Anda tak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari.

Jahe jarang menyebabkan efek samping berbahaya, tapi kebanyakan makan jahe bisa menyebabkan perut mulas hingga diare. Selain itu, jahe memiliki efek pengencer darah yang dapat meningkatkan risiko pendarahan berlebihan.

Jika Anda saat ini sedang diresepkan obat pengencer darah oleh dokter, maka sebaiknya hindari makan jahe. Begitu pula jika Anda sedang menggunakan obat tekanan darah. Efek pengencer darah dari jahe dapat menurunkan tekanan darah yang dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

Ingat, jahe bukan pengganti untuk terapi medis yang mungkin sedang Anda jalani. Anda tetap harus mengikuti saran dokter. Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa saat makan jahe, Anda harus berhenti menggunakannya.

Agar aman, pastikan Anda selalu memberi tahu dokter jika Anda ingin mengombinasikan jahe dengan pengobatan medis. Dengan begitu, dokter akan menentukan dosis obat terbaik untuk Anda serta mendiskusikan potensi efek samping yang ada.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca