3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
Bagikan sekarang

Terdapat batasan dalam mengonsumsi makanan manis setiap hari. Apalagi bagi Anda yang sudah didiagnosis mengalami prediabetes, sebaiknya Anda tidak melebihi anjuran mengonsumsi makanan manis. Namun tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa memuaskan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dengan memperhatikan asupannya. Beberapa makanan manis untuk prediabetes ini mungkin dapat menjadi pilihan Anda.

Makanan manis yang bersahabat untuk para prediabetes

Mengatur asupan makanan untuk prediabetes bukan berarti berhenti mengonsumsi makanan yang Anda suka. Anda lebih disarankan untuk mengurangi beberapa jenis makanan. Aturan pertama adalah mengurangi asupan karbohidrat sederhana seperti gula.

Makanan manis untuk prediabetes berikut masih diperbolehkan asalkan konsumsinya tidak berlebihan.

1. Ubi

Anda dapat memilih ubi sebagai makanan manis untuk prediabetes. Meski tinggi akan karbohidrat, ubi masih aman dikonsumsi pengidap prediabetes asalkan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Ubi mengandung berbagai nutrisi yang dapat berpengaruh untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2. Berikut beberapa nutrisi penting yang terdapat pada ubi:

  • Vitamin A dalam bentuk beta karoten
  • Protein
  • Serat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Fosfor
  • Vitamin C
  • Folat

Ubi sebenarnya dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun karena mengandung serat yang tinggi, proses penyerapan gula oleh darah dapat terhambat. Asalkan tidak berlebihan, Anda tetap bisa menikmati manisnya ubi sekaligus mendapatkan manfaat kesehatannya.

2. Stroberi

Perlu diketahui, kandungan gula pada buah dan makanan seperti kue atau cokelat memengaruhi kadar glukosa dalam tubuh secara berbeda. Jadi, apabila stroberi merupakan salah satu buah favorit, Anda masih bisa mengonsumsinya meski memiliki prediabetes. Apalagi, stroberi rendah akan kalori dan tinggi akan serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.

3. Apel

Makanan manis untuk prediabetes berikutnya adalah apel. Apel mengandung serat terlarut yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama, memperlambat penyerapan nutrisi (seperti gula) dalam aliran darah, dan dapat menurunkan kolesterol.

Serat terlarut pada apel juga dapat bersifat sebagai antiradang. Ini dapat membantu pemulihan dari infeksi.

Anda dapat melampiaskan keinginan dengan mengonsumsi makanan manis untuk prediabetes tersebut. Namun sekali lagi, jumlah yang dikonsumsi tidak boleh berlebihan.

Apakah prediabetes berbahaya?

Saat mendapatkan diagnosis prediabetes, Anda seharusnya menjadikan hal ini sebagai peringatan agar segera memperbaiki gaya hidup, terutama pola makan.

Prediabetes ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, tetapi belum dapat didiagnosis diabetes melitus tipe 2. Prediabetes merupakan tanda atau awal mula terjadinya diabetes melitus tipe 2. Tak hanya itu, jika Anda mengalami prediabetes, risiko penyakit kardiovaskular dan stroke juga dapat meningkat.

Namun, seseorang yang mengalami prediabetes belum pasti akan mengalami diabetes tipe 2. Ahli gizi dari Cleveland Clinic, Julia Zumpano, RD, LD, menyatakan bahwa mengubah gaya hidup sebenarnya dapat mencegah atau menghambat terjadinya diabetes tipe 2.

Kuncinya adalah penanganan dini yang berarti menurunkan kadar gula darah agar lepas dari prediabetes. Konsumsi makanan untuk prediabetes penting untuk diperhatikan. Anda perlu tahu jenis makanan apa saja yang boleh atau perlu dihindari.

Bagaimana cara mengetahui kadar gula dalam darah?

Beberapa jenis makanan manis untuk prediabetes masih aman untuk dikonsumsi. Namun, Anda perlu tahu kadar gula darah sendiri agar Anda bisa mengontrol pola makan.

Anda dapat melakukan tes sendiri untuk mengetahui kadar gula dengan sebuah alat. Alat untuk mendeteksi diabetes secara mandiri mudah untuk digunakan. Alat pendeteksi kadar gula darah memberikan informasi penting untuk mencegah prediabetes atau diabetes tipe 2 sekalipun.

Namun, lebih baik periksakan secara pasti agar hasil lebih akurat dengan menggunakan plasma darah vena atau konsultasi dengan dokter jika ada gejala diabetes.

Tingkat kadar gula dalam darah yang ideal ketika dites adalah:

  • <100 mg/dL saat puasa (gula darah puasa)
  • Kurang dari 140 mg/dL dua jam setelah makan

Selain melakukan tes mandiri, Anda dapat mengunjungi dokter untuk memeriksa kadar gula darah dengan cara tes laboratorium. Jika seseorang berusia lebih dari 45 tahun, tes diabetes perlu dilakukan tiga tahun sekali.

Menurut konsensus dari PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), kadar tes laboratorium darah untuk diagnosis diabetes dan prediabetes adalah:

Diabetes:

  • HbA1c lebih dari 6,5%
  • Glukosa darah puasa lebih dari 126 mg/dL
  • Glukosa plasma 2 jam setelah TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral) lebih dari 200 mg/dL

Prediabetes:

  • HbA1c berkisar antara 5,7-6,4%
  • Glukosa darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dL
  • Glukosa plasma 2 jam setelah TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral) berkisar antara 140-199 mg/dL

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk itu, disarankan agar Anda peka terhadap penyakit diabetes dan selalu menjaga asupan makanan terutama untuk para prediabetes. Lebih baik lagi jika Anda melakukan tes kadar gula darah mandiri secara rutin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers April 20, 2020

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers Maret 31, 2020

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Fakta Unik Maret 27, 2020

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers Februari 10, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Tanggal tayang April 30, 2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tanggal tayang April 26, 2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Tanggal tayang April 24, 2020
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Tanggal tayang April 23, 2020