Mengulik Lika-Liku Sistem Peredaran Darah Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orang dewasa rata-rata memiliki hampir 5,5 liter darah dalam tubuhnya. Darah memiliki peran penting untuk mengalirkan oksigen, nutrisi, hormon, dan berbagai komponen penting lainnya untuk menjaga kesehatan Anda. Semua darah ini akan terus mengalir dari jantung ke seluruh tubuh dan kemudian kembali lagi ke jantung untuk diperbarui. Jalannya sirkulasi darah dalam tubuh diatur oleh sebuah sistem bernama sistem kardiovaskular. Sistem peredaran darah manusia akan terus berjalan tanpa henti selama Anda hidup di dunia. Penasaran seperti apa cara kerja sistem peredaran darah manusia?

Apa saja komponen utama sistem peredaran darah pada manusia?

Sistem peredaran darah manusia memiliki tiga komponen penting yang masing-masingnya saling berkaitan. Tiga komponen ini mengatur jalannya pengangkutan dan penerimaan kembali darah ke dan dari seluruh tubuh.

Berikut merupakan tiga komponen utama sistem sirkulasi darah manusia:

1. Jantung

gambar anatomi jantung

Sel darah diproduksi dalam sumsum tulang. Nah, jantung adalah organ paling vital dalam sistem peredaran darah manusia yang fungsinya memompa dan menerima darah ke seluruh tubuh.

Letak jantung ada di antara paru-paru. Tepatnya di tengah dada, di bagian belakang kiri tulang dada. Ukuran jantung kira-kira sedikit lebih besar dari kepalan tangan Anda, yakni sekitar 200-425 gram. Jantung Anda terdiri atas empat ruang, yakni serambi (atrium) kiri dan kanan serta bilik (ventrikel) kiri dan kanan.

Jantung memiliki empat katup yang memisahkan keempat ruang tersebut. Katup jantung berfungsi menjaga aliran darah mengalir ke arah yang benar. Katup ini termasuk katup trikuspid, mitral, paru, dan aorta. Setiap katup memiliki flaps, yang disebut leaflet atau cusp, yang membuka dan menutup sekali setiap jantung Anda berdetak.

2. Pembuluh darah

komponen darah

Pembuluh darah adalah pipa elastis yang menjadi bagian dari sistem peredaran darah manusia. Pembuluh berfungsi untuk membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain atau sebaliknya.

Ada tiga pembuluh darah utama yang terdapat di jantung, yaitu:

  • Arteri, membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Arteri memiliki dinding yang cukup elastis sehingga mampu menjaga tekanan darah tetap konsisten.
  • Vena, pembuluh darah yang satu ini membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Dibandingkan dengan arteri, vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.
  • Kapiler, pembuluh darah ini bertugas untuk menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya, seperti karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan nutrisi.

3. Darah

obat penambah darah

Komponen utama sistem peredaran darah manusia selanjutnya adalah darah. Tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 4-5 liter darah. Darah berfungsi untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan berbagai zat lainnya dari dan ke seluruh tubuh Anda. Tanpa darah, bisa dipastikan oksigen dan sari makanan akan sulit disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Dirangkum dari situs American Red Cross, darah terdiri atas beberapa komponen, yaitu:

  • Plasma darah yang bertugas mengangkut sel-sel darah untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh bersama nutrisi, hasil limbah tubuh, antibodi, protein pembekuan darah, dan bahan kimia, seperti hormon dan protein.
  • Sel darah merah (eritrosit) yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
  • Sel darah putih (leukosit) yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur yang memicu perkembangan penyakit. 
  • Keping darah (trombosit) yang memiliki peran penting proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terluka.

Bagaimana mekanisme sistem peredaran darah manusia?

Peredaran darah sistemik

Peredaran darah sistemik lebih sering disebut sebagai peredaran darah besar. Sistem peredaran darah manusia ini dimulai ketika darah yang mengandung oksigen dipompa dari bilik kiri jantung menuju seluruh tubuh dan akhirnya akan kembali lagi ke serambi kanan jantung.

Secara sederhana, peredaran darah sistemik bisa digambarkan sebagai aliran darah dari jantung – seluruh tubuh – jantung.

Peredaran darah pulmonal

Peredaran darah pulmonal lebih sering disebut dengan peredaran darah kecil. Peredaran darah ini dimulai saat darah yang mengandung CO2 alias karbon dioksida dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru.

Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas yang pada akhirnya mengubah karbon dioksida menjadi oksigen saat keluar dari paru-paru dan kembali lagi ke jantung (serambi kiri).

Secara sederhana, peredaran darah pulmonal bisa digambarkan sebagai peredaran darah dari jantung – paru-paru – jantung.

Apa saja penyakit yang dapat mengganggu sistem peredaran darah manusia?

hipertensi sekunder

Jika sistem peredaran darah Anda mengalami gangguan, hal tersebut tentu akan berdampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh. Ya, organ tubuh bisa mengalami kerusakan dan menimbulkan berbagai penyakit yang serius.

Beberapa penyakit paling umum yang dapat mengganggu sistem peredaran darah pada manusia meliputi:

  • Hipertensi yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. 
  • Aneurisma aorta, yaitu penggelembungan di dinding aorta. 
  • Aterosklerosis, yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena adanya penumpukan lemak, kolesterol, dan zat sisa lainnya di dinding pembuluh darah arteri. 
  • Penyakit jantung yang meliputi aritmia, arteri koroner, gagal jantung, kardiomiopati, serangan jantung, dan sebagainya.
  • Varises yang disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung, malah kembali ke kaki. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Anemia umumnya bisa diatasi dengan mudah. Anda bisa mengonsumsi makanan penambah darah ataupun menjauhi pantangan untuk anemia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah akibat tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat (prematur) dari seharusnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Memahami Berbagai Jenis Anemia, dari yang Ringan Sampai Gawat

Terdapat 400 jenis anemia di dunia. Klasifikasi anemia ini biasanya dibedakan berdasarkan penyebab dan kadar hemoglobin. Apa saja macam-macam anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
makanan untuk program hamil

6 Makanan untuk Meningkatkan Hemoglobin (Hb)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit