Diabetes Gestasional

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi hanya pada ibu hamil. Diabetes cenderung sering terjadi pada ibu hamil di trimester kedua. Tepatnya di antara minggu ke 24 sampai ke 28 kehamilan.

Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh perempuan tidak dapat menghasilkan cukup insulin selama 9 bulan kehamilan. Insulin merupakan hormon yang membantu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes gestasional dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu maupun bayi.

Wanita yang memiliki diabetes gestasional tidak selalu berarti memiliki riwayat diabetes sejak sebelum kehamilannya. Calon ibu yang sebelum program kehamilannya memiliki kadar gula normal dapat saja memilikinya hanya semasa kehamilan karena faktor tertentu.

Meski demikian, memang ada beberapa wanita yang mungkin sudah punya diabetes sebelum kehamilan tapi tidak mengetahuinya.

Beda dengan jenis lainnya, diabetes gestasional adalah diabetes yang dapat disembuhkan. Diabetes ini dapat sembuh dan kadar gula kembali normal setelah ibu melahirkan. Hanya saja, risiko untuk mengalami diabetes melitus di kemudian hari dapat meningkat.

Seberapa umumkah diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah salah satu kondisi yang umum terjadi pada ibu hamil. Mengutip dalam laman American Pregnancy, diketahui sekitar 2 hingga 5 persen wanita hamil mengalami diabetes gestasional.

Risiko diabetes gestasional meningkat menjadi 7-9 persen pada ibu hamil apabila juga memiliki faktor risiko yang umum, seperti berat badan berlebih atau hamil di atas usia 30 tahun.

Diabetes pada ibu hamil ini dapat dicegah  dengan  mengurangi  risiko  Anda  terkena  penyakit  tersebut.  Silakan  diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes gestasional?

Sebagian besar wanita tidak tahu terkena diabetes gestasional karena diabetes pada ibu hamil ini tidak memunculkan gejala berarti.

Namun, ada beberapa yang mengeluhkan munculnya gejala diabetes pada ibu hamil. Gejala-gejala diabetes gestasional tersebut adalah:

Dalam banyak kasus, wanita hamil yang tidak mengidap diabetes gestasional pun bisa saja mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami hal tersebut dan sudah berlangsung lama.

Kemungkinan ada tanda‐tanda serta gejala diabetes gestasional yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Berhubung gejala diabetes pada ibu hamil ini terbilang sulit terdeteksi, Anda dianjurkan untuk periksa kesehatan ke bidan atau dokter kandungan dahulu jika berencana hamil.

Tujuannya supaya dokter dapat memperkirakan seberapa besar risiko Anda bisa mengalami diabetes gestasional selama masa kehamilan.

Dokter biasanya akan memantau kadar gula darah dan kondisi janin Anda lebih intensif pada saat trimester ketiga. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki riwayat penyakit diabetes, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan lebih sering lagi selama kehamilan.

Penyebab

Apa penyebab diabetes gestasional?

Penyebab pasti diabetes gestasional sampai saat ini belum jelas diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa diabetes pada ibu hamil ini terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat membuat insulin yang cukup selama kehamilan.

Insulin merupakan hormon yang dibuat di pankreas dan bertugas untuk mengubah glukosa menjadi energi sekaligus mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Selama kehamilan, plasenta ibu akan menghasilkan berbagai jenis hormon untuk membantu janin berkembang. Sayangnya, ada sejumlah hormon yang dapat menghambat kerja insulin dalam tubuh ibu. Akibatnya, sel-sel di tubuh ibu menjadi resisten terhadap insulin. Hal ini menyebabkan tingkat gula darah melonjak naik, dan risiko diabetes pun ikut meningkat.

Sebenarnya, semua wanita hamil akan mengalami resistensi insulin selama akhir kehamilan. Pada sejumlah wanita, sel beta yang ada di pankreas mungkin dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengatasi resistensi tersebut.

Sayangnya, beberapa wanita tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup. Nah, wanita-wanita tersebutlah yang akan mengalami diabetes gestasional.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena diabetes gestasional?

Pada dasarnya, diabetes gestasional bisa dialami pada setiap wanita. Namun, sejumlah wanita dengan kondisi tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes pada ibu hamil ini.

Beberapa faktor risiko terjadinya diabetes gestasional pada wanita hamil adalah:

Riwayat penyakit diabetes

Wanita hamil yang memiliki penyakit diabetes sebelum hamil akan meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional. Risiko diabetes pada ibu hamil ini juga meningkat jika wanita sebelumnya pernah mengalami pradiabetes.

Riwayat keluarga

Jika ada anggota keluarga, terutama nenek, ibu, atau saudara kandung Anda yang pernah mengalami penyakit diabetes saat hamil, maka Anda berisiko tinggi untuk mengalami diabetes gestasional juga.

Kelebihan berat badan

Anda kemungkinan bisa terkena diabetes gestasional saat hamil bisa kelebihan berat badan dengan indeks massa tubuh 30 atau lebih.

Usia lebih dari 25 tahun

Ternyata, usia juga menjadi salah satu risiko diabetes gestasional. Jenis diabetes ini lebih mungkin terjadi pada ibu hamil yang usianya lebih dari 25 tahun.

Riwayat kesehatan keluarga atau pribadi

Risiko diabetes gestasional meningkat bila Anda memiliki prediabetes, sedikit kenaikan gula darah yang mungkin menjadi petunjuk terhadap diabetes tipe 2, atau bila seorang anggota keluarga, seperti orangtua atau saudara, memiliki diabetes tipe 2.

Anda kemungkinan akan terkena diabetes gestasional bila di kehamilan sebelumnya Anda pernah mengalaminya.

Kondisi kelahiran bayi sebelumnya

Jika Anda melahirkan bayi yang beratnya lebih dari 4.1 kilogram, atau bila Anda mengalami bayi lahir mati (stillbirth) tanpa ada penjelasan membuat risiko terjadinya diabetes gestasional jadi lebih besar.

Diabetes pada ibu hamil ini juga meningkat risikonya pada wanita yang pernah mengalami keguguran.

Memiliki sindrom polikistik (PCOS)

Lebih dari setengah wanita dengan PCOS (sindrom polikistik) dapat mengalami diabetes atau prediabetes sebelum usia 40 tahun.

Hal ini mungkin disebabkan oleh hubungan antara kelebihan insulin dengan hormon androgen yang menjadi salah satu faktor PCOS.

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi sekresi insulin dari pankreas, yang mengarah ke gula darah yang lebih tinggi. Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes pada ibu hamil.

Memiliki kolesterol tinggi dan penyakit jantung

Kolesterol juga dipengaruhi oleh tekanan darah dan glukosa darah. Jika kadar glukosa darah dan tekanan darah Anda tinggi, jumlah kolesterol Anda mungkin juga naik.

Semua ini adalah faktor risiko diabetes dan penyakit jantung yang juga meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Pola hidup buruk

Pola makan yang buruk dan malas bergerak sebelum atau selama kehamilan bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes pada ibu hamil.

Pasalnya, pilihan makanan yang tidak tepat ditambah dengan kurangnya aktivitas bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi yang berkaitan erat dengan penyakit diabetes.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes gestasional?

Diabetes gestasional tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu hamil, tapi juga janin dalam kandungan. Jika kondisi ini tidak diatasi dengan tepat, ibu hamil berisiko mengalami berbagai komplikasi.

Berikut beberapa dampak diabetes gestasional pada ibu hamil adalah:

  • Preeklampsia (sindrom hipertensi, pembengkakan tungkai, dan tingginya protein pada urine)
  • Melahirkan lewat operasi caesar karena bayi yang dilahirkan cenderung berbadan besar
  • Kelahiran prematur untuk menghindari risiko komplikasi yang lebih serius
  • Keguguran
  • Mengalami diabetes lagi di kehamilan berikutnya
  • Mengalami diabetes mellitus tipe 2 setelah melahirkan

Sementara pada janin, komplikasi yang mungkin terjadi jika ibu mengalami diabetes gestasional adalah:

  • Bayi lahir dengan berat badan yang sangat besar (makrosomnia)
  • Kadar gula darah yang lebih rendah (hipoglikemia) saat lahir
  • Kelahiran prematur
  • Gangguan pernapasan sementara
  • Penyakit kuning (jaundice)

Selain itu, bayi dari ibu yang mengalami diabetes gestasional saat hamil juga berisiko mengalami obesitas dan diabetes ketika dewasa.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diabetes gestasional?

Agak sulit untuk mendeteksi diabetes pada ibu hamil bila hanya berdasarkan gejala yang muncul. Namun, jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes gestasional, misalnya BMI sebelum hamil lebih dari 30, dan memiliki riwayat genetik diabetes, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan khusus sebelum berencana hamil.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes skrining kehamilan selama trimester kedua, antara minggu ke 24 dan 28 kehamilan. Tes skrining ini meliputi cek gula darah dan tes toleransi glukosa.

Jika pada pemeriksaan pertama Anda positif berisiko tinggi mengalami diabetes gestasional, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan yang lebih sering.

Apa saja pilihan pengobatan untuk diabetes gestasional?

Tujuan pengobatan diabetes gestasional adalah untuk mengontrol kadar gula darah dalam batas normal. Beberapa cara mengobati diabetes gestasional yang kerap direkomendasikan dokter adalah:

1. Rutin cek gula darah

Selama hamil, biasanya dokter akan meminta Anda untuk rutin mengecek gula darah sebanyak 4-5 kali per hari. Pemeriksaan gula pertama kali disarankan pada pagi saat bangun tidur dan setelah sarapan. Hal ini dilakukan untuk memastikan gula darah berada dalam batas yang normal.

Selain di rumah sakit atau laboratorium, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan gula darah sendiri di rumah. Saat ini sudah banyak alat khusus untuk cek gula darah yang banyak dijual di pasaran. Sebelum pakai, pastikan Anda membaca panduannya dengan teliti.

Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau tenaga medis lainnya jika Anda kebingungan untuk menggunakan alat cek gula darah tersebut.

2. Atur pola makan

Mengatur pola makan yang sehat merupakan kunci untuk mengelola kadar gula darah sekaligus mencegah penambahan berat badan, yang pada akhirnya justru memperburuk kondisi Anda. Hindari mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam.

Sebaliknya, pastikan makanan yang Anda makan kaya nutrisi dan tinggi serat dari sayur, buah, maupun biji-bijian. Selain itu, perhatikan pula porsi makan Anda. Lebih baik makan dengan porsi sedikit tapi sering ketimbang langsung banyak sekaligus.

Anda bisa berkonsultasi ke ahli gizi untuk membantu membuat rancangan menu diet yang sesuai dengan kondisi Anda. Nantinya, ahli gizi akan membuat rencana program diet yang disesuaikan dengan berat badan, kadar gula darah, aktivitas fisik, makanan kesukaan, hingga budget Anda.

3. Rajin olahraga

Selain memerhatikan asupan makanan, penting juga bagi ibu hamil untuk memperbanyak aktivitas fisik. Pada dasarnya, aktivitas fisik ini baik untuk kesehatan wanita, entah saat sedang hamil maupun tidak.

Hal ini karena olahraga dapat membantu menurunkan gula darah dengan merangsang tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi. Olahraga juga dapat membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin dan membantu meredakan berbagai keluhan selama kehamilan, seperti sakit punggung, kram otot, sembelit, dan masalah tidur.

Tak hanya itu, olahraga juga dapat membantu memperlancar jalannya persalinan. Anda bisa mendapatkan semua manfaat tersebut dengan rutin olahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu.

Sejumlah olahraga yang aman untuk ibu hamil meliputi jalan kaki, berenang, berkebun, atau bahkan sekadar melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan.

Jika Anda memiliki riwayat medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum memulai latihan olahraga. Dokter dapat memberikan rekomendasi olahraga atau aktvitas fisik yang cocok untuk Anda.

4. Minum obat tertentu

Jika mengatur pola makan dan rutin olahraga belum juga efektif untuk mengendalikan gula darah ibu hamil dengan diabetes gestasional, biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat-obatan tertentu.

Sekitar 10-20 persen wanita dengan diabetes gestasional membutuhkan suntik insulin untuk mengendalikan gula darahnya. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

5. Periksa ke dokter secara berkala

Ingat, diabetes gestasional tak hanya memengaruhi ibu saja, tapi juga janin. Diabetes pada ibu hamil  ini memang tidak menyebabkan bayi cacat lahir, tapi jika tidak diobati dengan tepat, maka berisiko menyebabkan gangguan pernapasan dan obesitas pada anak.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kehamilan atau prenatal secara berkala. Biasanya dokter akan meminta Anda konsultasi secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan tes ultrasound (USG).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi diabetes gestasional?

Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi diabetes gestasional adalah:

  • Rutin periksa ke dokter kandungan untuk mengontrol perkembangan penyakit serta kesehatan Anda
  • Ikuti  instruksi  dari  dokter,  jangan  menggunakan  obat  tanpa  resep  atau menghentikan pengobatan di luar izin dokter
  • Perbanyak makan makanan yang sehat. Seperti makan lebih banyak buah dan sayuran
  • Hindari makanan berlemak atau yang tinggi gula
  • Batasi makanan bertepung seperti roti, mie, beras, dan kentang
  • Lakukan lebih banyak olahraga seperti senam hamil atau prenatal yoga

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 13/05/2020

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    obat maag ibu hamil

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020