Diabetes Gestasional

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi hanya pada ibu hamil. Diabetes cenderung sering terjadi pada ibu hamil di trimester kedua, tepatnya di antara minggu ke 24 sampai ke 28 kehamilan.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh perempuan tidak dapat menghasilkan cukup insulin selama 9 bulan kehamilan.

Insulin merupakan hormon yang membantu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, diabetes gestasional dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu maupun bayi.

Wanita yang mengalami diabetes saat hamil tidak selalu berarti memiliki riwayat diabetes sejak sebelum kehamilannya.

Calon ibu yang sebelum program kehamilannya memiliki kadar gula normal dapat saja memilikinya hanya semasa kehamilan karena faktor tertentu.

Meski demikian, memang ada beberapa wanita yang mungkin sudah punya diabetes sebelum kehamilan tapi tidak mengetahuinya.

Beda dengan jenis lainnya, diabetes gestasional adalah diabetes yang dapat disembuhkan. Diabetes ini dapat sembuh dan kadar gula kembali normal setelah ibu melahirkan.

Namun kalau Anda tidak bisa mengontrol kadar gula darah dengan baik, diabetes saat hamil yang dulu pernah dialami bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2. 

Menurut penelitian American Journal of Obstetrics and Gynecology (AJOG) tahun 2010, Ibu yang gagal mengontrol berat badannya setelah melahirkan berisiko untuk mengalami diabetes saat hamil “kambuhan” pada kehamilan selanjutnya.

Bahkan, peluang kekambuhan diabetes gestasional di kehamilan berikutnya bisa mencapai 40 persen.

Seberapa umumkah kondisi diabetes pada ibu hamil?

Diabetes gestasional adalah salah satu kondisi yang umum terjadi pada ibu hamil. Mengutip dalam laman American Pregnancy, diketahui sekitar 2 hingga 5 persen wanita hamil mengalami kondisi ini.

Risikonya meningkat menjadi 7-9 persen pada ibu hamil apabila juga memiliki faktor risiko yang umum, seperti berat badan berlebih atau hamil di atas usia 30 tahun.

Diabetes pada ibu hamil ini dapat dicegah  dengan  mengurangi  risiko  Anda  terkena  penyakit  tersebut.  Silakan  diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes gestasional?

Sebagian besar wanita tidak tahu terkena diabetes gestasional karena diabetes pada ibu hamil ini tidak memunculkan gejala berarti.

Namun, ada beberapa yang mengeluhkan munculnya gejala diabetes pada ibu hamil. Gejala-gejala diabetes gestasional tersebut adalah:

  • Merasa lelah, lemas, dan lesu
  • Sering kelaparan dan ingin makan terus
  • Sering kehausan
  • Sering buang air kecil

Dalam banyak kasus, wanita hamil yang tidak mengidap diabetes gestasional pun bisa saja mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami hal tersebut dan sudah berlangsung lama.

Kemungkinan ada tanda‐tanda serta gejala diabetes gestasional yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Berhubung gejala diabetes pada ibu hamil ini terbilang sulit terdeteksi, Anda dianjurkan untuk periksa kesehatan ke bidan atau dokter kandungan dahulu jika merencanakan kehamilan.

Tujuannya supaya dokter dapat memperkirakan seberapa besar risiko Anda bisa mengalami diabetes gestasional selama masa kehamilan.

Dokter biasanya akan memantau kadar gula darah dan kondisi janin Anda lebih intensif pada saat trimester ketiga. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki riwayat penyakit diabetes, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan lebih sering lagi selama kehamilan.

Penyebab

Apa penyebab diabetes gestasional?

Penyebab pasti diabetes gestasional sampai saat ini belum jelas diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa diabetes pada ibu hamil ini terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat membuat insulin yang cukup selama kehamilan.

Insulin merupakan hormon yang dibuat di pankreas dan bertugas untuk mengubah glukosa menjadi energi sekaligus mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Selama kehamilan, plasenta ibu akan menghasilkan berbagai jenis hormon untuk membantu janin berkembang. Sayangnya, ada sejumlah hormon yang dapat menghambat kerja insulin dalam tubuh ibu.

Akibatnya, sel-sel di tubuh ibu menjadi resisten terhadap insulin. Hal ini menyebabkan tingkat gula darah melonjak naik, dan risiko diabetes pun ikut meningkat. 

Sebenarnya, semua wanita hamil akan mengalami resistensi insulin selama akhir kehamilan. Pada sejumlah wanita, sel beta yang ada di pankreas mungkin dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengatasi resistensi tersebut.

Sayangnya, beberapa wanita tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup. Nah, wanita-wanita tersebutlah yang akan mengalami diabetes gestasional.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena diabetes saat hamil?

Pada dasarnya, kondisi ini bisa dialami pada setiap wanita. Namun, sejumlah wanita dengan kondisi tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes pada ibu hamil ini.

Beberapa faktor risiko terjadinya diabetes pada wanita hamil adalah:

  • Riwayat penyakit diabetes sebelum hamil
  • Riwayat keluarga
  • Kelebihan berat badan (indeks massa tubuh 30 atau lebih)
  • Usia lebih dari 25 tahun
  • Kondisi kelahiran bayi sebelumnya
  • Memiliki sindrom polikistik (PCOS)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Memiliki kolesterol tinggi dan penyakit jantung
  • Pola hidup buruk

Pola makan yang buruk dan malas bergerak sebelum atau selama kehamilan bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes pada ibu hamil.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes gestasional?

Diabetes gestasional tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu hamil, tapi juga janin dalam kandungan. Jika kondisi ini tidak diatasi dengan tepat, ibu hamil berisiko mengalami berbagai komplikasi.

Berikut beberapa dampak diabetes gestasional pada ibu hamil adalah:

  • Preeklampsia (sindrom hipertensi, pembengkakan tungkai, dan tingginya protein pada urine)
  • Melahirkan lewat operasi caesar karena bayi yang dilahirkan cenderung berbadan besar
  • Kelahiran prematur untuk menghindari risiko komplikasi yang lebih serius
  • Keguguran
  • Mengalami diabetes lagi di kehamilan berikutnya
  • Mengalami diabetes mellitus tipe 2 setelah melahirkan

Sementara pada janin, komplikasi yang mungkin terjadi jika ibu mengalami diabetes gestasional adalah:

  • Bayi lahir dengan berat badan yang sangat besar (makrosomnia)
  • Kadar gula darah yang lebih rendah (hipoglikemia) saat lahir
  • Kelahiran prematur
  • Still birth (bayi lahir dalam keadaan meninggal)
  • Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah)
  • Gangguan pernapasan sementara
  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Takipnea (kelainan pernapasan membuat perlambatan perkembangan paru-paru bayi)
  • Kekurangan zat besi
  • Kelainan jantung

Selain itu, bayi dari ibu yang mengalami diabetes gestasional saat hamil juga berisiko mengalami obesitas dan diabetes ketika dewasa.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diabetes gestasional?

Saat Anda dapat diagnosis diabetes gestasional, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan seperti:

Pemeriksaan glukosa awal

Pada wanita hamil yang memiliki risiko diabetes gestasional, Anda perlu melakukan pemeriksaan glukosa darah puasa pada kunjungan antenatal pertama.

Jika hasil dari glukosa darah puasa > 126 mg/DL dan glukosa darah sewaktu >200 mg/DL, Anda dikatakan mengalami diabetes gestasional.

Sementara itu, jika Anda tidak mempunyai faktor risiko diabetes gestasional, Anda perlu melakukan pemeriksaan glukosa darah lanjutan yaitu Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) pada minggu ke 24-28 kehamilan.

Pemeriksaan glukosa lanjutan

Ketika Anda perlu menjalani pemeriksaan glukosan lanjutan, ibu hamil akan diminta berpuasa semalaman sambil mengukur kadar gula dalam tubuh.

Kemudian, Anda akan diminta minum larutan manis lain yang mengandung glukosa lebih tinggi.

Kadar gula akan diperiksa setiap jam dalam waktu tiga jam. Bila dalam dua kali pemeriksaan gula darah lebih tinggi dari batas normal, barulah Anda akan mendapat diagnosis positif diabetes gestasional.

Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Merujuk pada situs Kementerian Kesehatan, pada tes ini, dokter akan meminta ibu hamil melakukan pemeriksaan dengan langkah sebagai berikut:

  • Makan makanan mengandung karbohidrat selama tiga hari
  • Berpuasa selama 8-12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan
  • Pemeriksaan kadar glukosa darah saat puasa dari pembuluh darah vena di pagi hari
  • Dilanjutkan dengan pemberian glukosa sebanyak 75 gram yang dilarutkan dalam 200 ml air dan langsung diminum
  • Setelah itu dilanjutkan pemeriksaan kadar glukosa darah satu sampai dua jam berikutnya

Bila hasil pemeriksaan TTGO satu jam kemudian <180 miligram per desiliter (mg/DL), atau hasil glukosa darah 2 jam setelahnya 153-199 mg/DL makan dianggap normal.

Bila kadar gula darah lebih tinggi dari normal, itu berarti Anda memiliki risiko untuk dapat diagnosis diabetes gestasional lebih tinggi.

Jika Anda mengalami masalah dalam mengendalikan gula darah, biasanya dokter akan meresepkan insulin

Ketika mendapat diagnosis diabetes gestasional dan mengalami komplikasi kehamilan lainnya, Anda mungkin memerlukan tes tambahan.

Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan bayi yang ada di dalam kandungan. Biasanya tes yang dilakukan meliputi uji fungsi plasenta.

Plasenta adalah organ yang memasok oksigen dan nutrisi ke bayi melalui darah. Jika gangguan ini sulit dikendalikan, biasanya hal ini akan memengaruhi plasenta dan mengancam suplai oksigen dan nutrisi ke bayi Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk diabetes gestasional?

Mengobati diabetes gestasional dengan obat jadi cara yang sebaiknya Anda coba pertama kali. Pasalnya saat hamil, Anda tidak diperkenankan mencoba-coba berbagai perawatan yang berisiko membahayakan janin.

Berikut beberapa cara mengobati diabetes gestasional dengan pengobatan dokter, dikutip NHS:

Insulin

Jika tubuh tidak merespon insulin, Anda mungkin perlu suntikan insulin sebagai cara mengobati diabetes gestasional untuk menurunkan kadar glukosa pada darah.

Insulin harus diberikan dengan cara disuntikkan melalui titik-titik tertentu di tubuh. Ketika konsultasi dengan dokter, Anda akan diberi tahu cara seputar mengobati diabetes gestasional dengan insulin, seperti:

  • Bagaimana dan kapan menyuntikkan sendiri
  • Bagaimana menyimpan insulin dan membuang jarum anda dengan benar
  • Tanda-tanda dan gejala gula darah rendah
  • Insulin ada dalam beberapa berbeda bentuk

Berikut ini resep yang mungkin akan diberikan dokter sebagai cara mengobati diabetes gestasional:

  • Analog insulin yang bekerja cepat, biasanya disuntikkan sebelum atau sesudah makan. Dapat bekerja dengan cepat, tetapi tidak berlangsung lama.
  • Insulin basal, biasanya disuntikkan pada waktu tidur atau bangun tidur.

Selalu ikuti rekomendasi dokter saat menggunakan insulin selama kehamilan. Jika Anda sedang menggunakan insulin, Anda perlu memeriksa beberapa hal berikut:

  • Glukosa darah puasa (setelah Anda tidak makan selama sekitar 8 jam – biasanya jadi hal pertama di pagi hari)
  • Glukosa darah saat 1 atau 2  jam setelah setiap makan
  • Glukosa darah pada waktu lain (misalnya, jika Anda merasa tidak enak badan atau telah memiliki masa hipoglikemia – glukosa darah rendah)

Jika glukosa darah Anda turun terlalu rendah, Anda mungkin terkena hipoglikemia.

Obat minum hipoglikemik

Cara mengobati diabetes gestasional berikutnya adalah penggunaan obat minum. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin akan diberi resep obat minum hipoglikemik yang disebut metformin.

Ini adalah obat yang diminum untuk menurunkan kadar gula dalam darah Anda. Pemilihan obat metformin ini biasanya dilakukan bila gula darah dapat terkontrol.

Meski minum obat ini termasuk cara mengobati diabetes gestasional, metformin bisa menyebabkan efek samping, seperti:

  • Mual (perut sakit)
  • Muntah
  • Kram perut dan diare (buang air besar encer)

Obat apa pun yang Anda konsumsi semuanya harus berdasar resep dokter.

Rutin cek gula darah

Selama hamil, biasanya dokter akan meminta Anda untuk rutin mengecek gula darah sebanyak 4-5 kali per hari.

Pemeriksaan gula pertama kali disarankan pada pagi saat bangun tidur dan setelah sarapan. Hal ini dilakukan untuk memastikan gula darah berada dalam batas yang normal.

Selain di rumah sakit atau laboratorium, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan gula darah sendiri di rumah.

Saat ini sudah banyak alat khusus untuk cek gula darah yang banyak dijual di pasaran. Sebelum pakai, pastikan Anda membaca panduannya dengan teliti.

Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau tenaga medis lainnya jika Anda kebingungan untuk menggunakan alat cek gula darah tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi diabetes gestasional?

Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi diabetes gestasional adalah:

  • Rutin periksa ke dokter kandungan
  • Ikuti  instruksi  dari  dokter,  jangan  menggunakan  obat  tanpa  resep  atau menghentikan pengobatan di luar izin dokter
  • Perbanyak makan makanan yang sehat. Seperti makan lebih banyak buah dan sayuran
  • Hindari makanan berlemak atau yang tinggi gula
  • Batasi makanan bertepung seperti roti, mie, beras, dan kentang
  • Lakukan lebih banyak olahraga seperti senam hamil atau prenatal yoga

Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Lindungi keluaga dengan langkah mencegah diabetes sejak dini dengan mengadopsi haya hidup sehat, rutin olahraga, dan memeriksa gula darah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Diabetes dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Yuk, lakukan enam langkah ini untuk mencegah risiko diabetes pada keluarga tercinta.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit