Kenapa Orang Diabetes Rentan Mengalami Penyakit Mulut?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit diabetes memiliki banyak komplikasi berbahaya. Komplikasi ini termasuk kerusakan saraf, penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan bahkan kebutaan. Namun yang seringnya disepelekan adalah komplikasi pada kesehatan mulut dan gigi. Diabetes tidak cuma menyebabkan bau mulut, tapi juga berbagai masalah mulut lainnya. 

Bagaimana iabetes tipe 2 memengaruhi kesehatan mulut

Kadar gula darah tinggi memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Menurut American Diabetes Association, orang yang sakit diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami radang gusi, penyakit gusi, dan periodontitis (infeksi gusi yang parah dengan kerusakan tulang).

Diabetes juga dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya oral thrush, jenis infeksi jamur di mulut. Selain itu, orang dengan diabetes cenderung memiliki mulut kering. Kondisi ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya sariawan, sakit gigi, gigi berlubang, dan infeksi gigi.

Sebaliknya, penyakit gusi juga dapat memengaruhi kontrol gula darah di dalam tubuh.

Penyebab orang sakit diabetes rentan terkena masalah mulutpenyebab diabetes tipe 2

Beberapa orang yang sakit diabetes nyatanya memang memiliki risiko lebih besar mengalami masalah kesehatan mulut daripada orang normal. Misalnya, orang yang tidak mengontrol dengan baik atas kadar gula darah mereka lebih mungkin untuk mengalami penyakit gusi.

Bakteri penyebab gigi berlubang umumnya makanan mengandung gula yang menempel pada gigi. Ketika gula darah Anda terlalu tinggi karena kelebihan gula atau pati dalam makanan, ada asupan gula berlebih yang tersedia bagi bakteri sebagai makan mereka.

Selain itu, jika Anda merokok dan memiliki diabetes, Anda berada pada risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan mulut daripada seseorang yang memiliki diabetes dan tidak merokok.

Tidak lupa juga, menurut National Institutes of Health, ada lebih dari 400 obat telah dinyatakan bisa menyebabkan gejala mulut kering. Kondisi ini termasuk obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati nyeri saraf diabetes, atau neuropati.

Anda dapat meminta dokter atau apoteker Anda jika obat Anda dapat meningkatkan risiko mulut kering. Jika diperlukan, dokter gigi bisa meresepkan obat kumur mulut yang dapat mengurangi gejala mulut kering.

Apa saja gejala penyakit mulut dan gigi?

gusi berdarah

Orang yang sakit diabetes kadang tidak selalu merasakan gejala saat mereka terserang penyakit gigi dan mulut. Oleh karena itu, penting untuk selalu teratur melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala. Namun, beberapa gejala dapat menunjukkan bahwa Anda mengalami penyakit gusi. Gejala tersebut termasuk:

  • Gusi berdarah, terutama ketika Anda sikat gigi atau flossing (menggunakan benang gigi)
  • Perubahan dalam susunan gigi (maloklusi)
  • Bau mulut kronis, bahkan setelah menyikat gigi
  • Gusi yang terlihat seperti akan lepas dari gigi, yang dapat menyebabkan gigi Anda terlihat lebih panjang atau lebih besar
  • Gigi permanen yang mulai terasa goyang
  • Gusi merah atau bengkak

Penelitian gigi dan mulut pada orang yang sakit diabetes menyatakan…

Pada tahun 2013, terdapat sebuah studi terhadap 125 orang yang sakit diabetes tipe 2 yang diterbitkan dalam jurnal BMC Oral Health. Pada riset itu, peneliti mengukur faktor masalah gigi dan mulut, termasuk gigi yang hilang, insiden penyakit periodontal, dan jumlah perdarahan gigi yang dilaporkan.

Studi ini menemukan bahwa semakin tinggi glukosa darah puasa mereka dan semakin tinggi hemoglobin A1C mereka (pengukuran gula darah rata-rata seseorang selama tiga bulan); semakin besar kemungkinan mereka memiliki penyakit periodontal dan perdarahan gigi.

Mereka yang tidak lapor ke dokter dan mereka yang tidak merawat gigi dengan baik setelah didiagnosis diabetes, lebih mungkin mengalami gigi tanggal dibandingkan mereka yang rutin melakukan kontrol terhadap kadar gula darah mereka.

Bagaimana cara mencegah penyakit gigi dan mulut?

Cara terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah komplikasi yang berhubungan dengan diabetes pada kesehatan gigi Anda adalah dengan rutin menjaga kadar gula darah tetap normal. Periksa gula darah Anda secara teratur dan beri tahu dokter Anda jika kontrol kadar gula Anda dengan diet, obat-obatan oral, atau insulin belum menunjukkan hasil yang maksimal.

Anda juga harus berhati-hati dalam merawat gigi Anda, terutama saat menyikat gigi, flossing, dan pemeriksaan ke dokter gigi. Anda mungkin perlu meminta dokter gigi Anda untuk melakukan lebih banyak pemeriksaan dari yang direkomendasikan. Jika Anda melihat ada tanda-tanda penyakit gusi, carilah pengobatan untuk gigi segera.

Periksalah mulut Anda untuk melihat adanya masalah setiap bulannya. Pemeriksaan ini termasuk mencari daerah yang mengalami kekeringan atau bercak putih di mulut Anda. Daerah perdarahan juga harus diperhatikan.

Jika Anda berencana operasi gigi namun gula darah tidak terkontrol, Anda mungkin perlu menunda operasi ini jika sifatnya tidak darurat. Hal itu dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pasca-operasi, jika kadar gula darah Anda terlalu tinggi.

Bagaimana mengobati penyakit gigi dan mulut?

Menentukan pengobatan untuk kondisi kesehatan mulut yang berhubungan dengan diabetes biasanya bergantung pada kondisi dan tingkat keparahannya.

Misalnya, penyakit periodontitis dapat diobati dengan scaling dan pengelolaan akar gigi. Ini adalah metode pembersihan intensif yang menghilangkan tartar dari atas hingga bawah gusi. Dokter gigi Anda mungkin juga meresepkan antibiotik.

Orang dengan penyakit periodontitis parah mungkin perlu menjalani operasi gusi namun hal ini jarang dilakukan. Operasi ini dapat mencegah hilangnya gigi atau dikenal sebagai gigi ompong.

Dengan memperhatikan secara saksama kontrol diabetes dan kesehatan gigi Anda, maka Anda dapat mempertahankan gigi dan gusi yang sehat. Kunjungi dokter gigi secara teratur dan beri tahu masalah diabetes Anda, gejala yang Anda alami, dan obat yang Anda pakai. Informasi ini dapat membantu dokter gigi Anda untuk memberikan perawatan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit