backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Tak Perlu Mahal, Ini 7 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 28/04/2023

Tak Perlu Mahal, Ini 7 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Selain meningkatkan rasa percaya diri, gigi yang putih cemerlang juga menunjukkan bahwa Anda menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Sebelum memilih prosedur medis seperti bleaching gigi, Anda bisa memutihkan gigi secara alami dengan cara rumahan, lho

Cara memutihkan gigi secara alami

Faktor usia dan berbagai kebiasaan sehari-hari, seperti minum kopi, merokok, dan cara menggosok gigi yang salah, bisa menjadi penyebab gigi mulai menguning.

Perubahan warna tersebut bisa terjadi karena penumpukan noda pada lapisan enamel atau pengikisan lapisan enamel (erosi gigi) oleh zat tertentu.

Lama-kelamaan, warna gigi yang tak lagi cerah sering kali membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri.

Namun, jangan khawatir, ada beberapa cara alami untuk memutihkan gigi yang bisa Anda lakukan di rumah. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

lama menggosok gigi

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk memutihkan gigi secara alami adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut, misalnya dengan rajin menyikat gigi.

Pastikan Anda memilih pasta gigi dengan kandungan fluoride dan menggunakannya secara rutin, minimal dua kali sehari.

Selain itu, Anda juga perlu menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan pada sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

Apabila dibutuhkan, gunakan juga obat kumur (mouthwash) setelah sikat gigi.

2. Menggosok gigi dengan baking soda

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of the American Dental Association (2017) membahas manfaat penggunaan baking soda untuk gigi.

Studi tersebut menunjukkan bahwa membersihkan gigi dengan baking soda cukup efektif menghilangkan noda penyebab gigi kuning.

Anda bisa memanfaatkan baking soda sebagai pemutih gigi alami dengan mencampurkannya bersama air hingga membentuk pasta.

Pastikan untuk tidak menempelkan pasta gigi baking soda lebih dari tiga menit untuk menghindari kerusakan pada enamel gigi.

Baking soda bisa mengikis gigi

Baking soda dapat bersifat abrasif alias mengikis lapisan enamel gigi, jadi penggunaannya tidak boleh berlebihan. Begitu juga dengan bahan alami yang bersifat terlalu asam seperti cuka apel dan lemon.

3. Berkumur dengan minyak nabati

Teknik oil pulling atau berkumur dengan minyak nabati seperti minyak kelapa memang sudah lama digunakan untuk memutihkan gigi secara alami.

Mengutip dari penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Health Science, manfaat tersebut diperoleh dari kandungan asam laurat pada minyak kelapa.

Asam laurat dapat membantu membasmi plak serta bakteri penyebab gigi kuning. Maka dari itu, tidak heran jika minyak kelapa kerap dijadikan bahan pemutih gigi alami.

Jika Anda ingin mencobanya, cukup gunakan satu sendok makan minyak kelapa muda untuk berkumur selama 10–15 menit setiap hari sebelum menggosok gigi.

Setelah berkumur dengan minyak kelapa, bilas rongga mulut Anda sampai tidak ada sisa minyak dan lanjutkan menyikat gigi seperti biasanya.

4. Berhenti merokok

Kandungan nikotin dan tar yang terdapat pada rokok merupakan dua alasan utama mengapa gigi perokok kerap menguning.

Pada jangka panjang, merokok juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, mulai dari radang gusi hingga kanker mulut dan paru-paru.

Selain rokok, Anda juga bisa sebaiknya mengurangi konsumsi minuman yang dapat mengubah warna gigi seperti teh, kopi, dan soda. Usahakan untuk langsung menyikat gigi usai minum minuman tersebut.

5. Membatasi asupan gula

Salah satu cara mudah untuk memutihkan gigi secara alami adalah dengan membatasi asupan gula harian. Pasalnya, gula dapat memicu pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab plak gigi.

Jika dibiarkan, bakteri Streptococcus mutans bisa menyebabkan masalah pada gigi yang lebih serius, seperti gigi berlubang.

Selain membatasi asupan makanan dan minuman tinggi gula, jangan lupa sikat gigi Anda setelah mengonsumsinya.

6. Mengonsumsi buah dengan kandungan asam malat

gambar manfaat asam jawa

Kandungan asam malat yang banyak ditemukan pada buah-buahan juga merupakan salah satu bahan pemutih alami.

Beberapa jenis buah yang tinggi akan asam malat yaitu apel, asam jawa, dan stroberi.

Sementara itu, buah-buahan dengan warna pekat seperti blueberry, anggur, dan blackberry mungkin justru membuat gigi Anda lebih mudah menguning dan membentuk karang gigi.

Ini lantaran buah-buahan tersebut akan meninggalkan warna pada gigi saat dimakan. Seiring waktu, pigmen warna tersebut akan menempel pada gigi dan membuatnya menguning.

Tidak hanya buah-buahan, makanan atau minuman lain yang berwarna memang juga berisiko lebih besar membuat gigi menguning.

7. Cara memutihkan gigi secara alami lainnya

Selain beberapa cara di atas, berikut adalah tips lain yang bisa Anda gunakan untuk memutihkan gigi secara alami.

  • Menambah asupan makanan tinggi kalsium untuk mencegah erosi gigi.
  • Minum air putih setelah makan untuk membilas sisa makanan pada mulut.
  • Menggunakan pasta gigi pemutih.
  • Minum susu untuk menetralkan makanan atau minuman yang terlalu asam.
  • Menggunakan sedotan saat minum minuman berwarna atau mengandung kafein, seperti teh dan kopi.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula jika tidak bisa berkumur usai makan.
  • Melakukan kunjungan rutin ke dokter minimal enam bulan sekali untuk memeriksa kesehatan gigi.

Meskipun beberapa cara memutihkan gigi secara alami di atas sudah dibuktikan dalam penelitian, sampai saat ini keampuhannya belum betul-betul dapat dipastikan.

Jika Anda menginginkan perubahan gigi yang signifikan, pilihlah prosedur untuk memutihkan gigi melalui perawatan dokter, seperti veneer, bleaching, dental bonding, atau penggunaan strip pemutih.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 28/04/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan