5 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu tentang Suntik Insulin untuk Pengobatan Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mengendalikan kadar gula darah tetap normal adalah kunci hidup sehat bagi diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes melitus). Selain itu, beberapa diabetesi juga perlu mematuhi anjuran dokter untuk menjalani pengobatan dengan terapi insulin lewat suntikan. Namun, tahukah Anda apa fungsi dari suntik insulin dan bagaimana cara suntik insulin? Terlebih, nyatanya tidak semua pengidap diabetes pasti butuh suntikan insulin. Yuk, simak selengkapnya di artikel ini.

Apa itu suntikan insulin?

Suntikan insulin adalah perangkat medis khusus untuk pengidap diabetes mengendalikan gula darah mereka. Pemberian suntik insulin sebagai pengobatan diabetes disebut juga sebagai terapi insulin.

Insulin adalah hormon yang dibuat di pankreas untuk membantu sel-sel tubuh mengolah glukosa darah menjadi energi. Glukosa adalah jenis gula sederhana yang berasal dari karbohidrat makanan. Setelah makan, karbohidrat tersebut akan dicerna dan diubah menjadi glukosa yang dilepas ke aliran darah. Insulin hadir untuk membantu sel-sel di seluruh tubuh menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi.

Insulin juga memainkan peran kunci dalam menyeimbangkan kadar glukosa darah. Ketika glukosa dalam aliran darah terlalu banyak, insulin memberi sinyak pada tubuh untuk menyimpan kelebihan gula tersebut di dalam hati (liver). Gula ini tidak dilepas sampai gula darah Anda turun, seperti di antara waktu makan atau pada waktu tertentu ketika tubuh Anda membutuhkan energi tambahan.

Nah pada orang yang memiliki diabetes, proses pengaturan gula darah ini terganggu. Entah itu karena tubuhnya tidak mampu memproduksi cukup insulin, atau kadarnya cukup tapi tubuh tidak dapat merespon kerja insulin dengan baik. Alhasil, kadar gula darah dapat terus-terusan tinggi dan menimbulkan gejala diabetes. Itu kenapa diabetesi membutuhkan hormon insulin tambahan yang dibuat secara medis (sintetik).

Terapi insulin untuk pengidap diabetes diberikan lewat suntikan cairan agar efek pengaturan gula darah lebih optimal. Insulin buatan tidak dirancang dalam bentuk pil karena bisa pecah saat dicerna oleh usus. Akibatnya, hormon insulin tidak akan memberikan efek maksimal.

Insulin buatan yang berbentuk cair dimasukkan ke tubuh lewat suntikan. Penyuntikan dilakukan di kulit agar lebih cepat mengalir dalam aliran darah sehingga lebih cepat bekerja.

Jenis suntikan insulin untuk pasien diabetes

insulin reguler, reguler insulin

Seperangkat suntikan insulin biasanya terdiri dari jarum suntik pendek dan tipis sekali pakai serta wadah/tabung yang berisi cairan insulin. Jarum suntik insulin dibutuhkan yang tipis untuk meminimalisasi rasa sakit sekaligus menghindari terjadinya iritasi atau efek samping luka pada titik suntikan.

Jenis dan bentuk suntikan insulin itu sendiri ada berbagai jenis, terbagi berdasarkan seberapa cepat kerja insulin dan seberapa lama insulin dapat mempertahankan kadar gula darah. Berikut adalah beberapa jenis suntik insulin yang harus Anda ketahui:

Rapid-acting insulin

Jenis insulin ini bekerja sangat cepat dalam menurunkan kadar gula darah tubuh. Oleh karena itu, suntikan insulin ini digunakan 15 menit sebelum makan. Berikut adalah contoh dari rapid-acting insulin:

  • Insulin lispro (Humalog). Suntikan insulin yang hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit untuk mencapai pembuluh darah dan mampu menurunkan kadar gula darah dalam 30-60 menit. Dapat menjaga gula darah normal selama 3-5 jam.
  • Insulin Asprat (Novolog). Suntikan insulin yang hanya membutuhkan waktu 10-20 untuk masuk ke pembuluh darah dan dapat menurunkan kadar gula darah 40-50 menit. Suntik insulin jenis ini dapat mempertahankan kadar gula darah normal selama 3-5 jam.
  • Insulin gluisine (Apidra). Suntikan insulin yang memerlukan waktu selama 20-30 menit untuk sampai ke pembuluh darah, mampu menurunkan darah hanya dalam waktu 30-90 menit, dan mempertahankannya antara 1-2,5 jam.

Short-acting insulin

Jenis insulin yang juga dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat, meski tak secepat rapid-acting. Biasanya, suntikan insulin ini akan diberikan 30-60 menit sebelum makan.

Contoh dari suntik insulin ini adalah novolin. Suntikan insulin ini mampu mencapai pembuluh darah dalam waktu 30-60 menit, bekerja dengan cepat dengan menghabiskan waktu 2-5 jam, dan mempertahankan kadar gula darah hingga 5-8 jam.

Long-acting insulin

Jenis insulin ini dapat bekerja seharian. Oleh karena itu, sutikan insulin ini lebih banyak digunakan ketika malam hari dan hanya satu kali saja sehari.

Biasanya, insulin long-acting akan dikombinasikan dengan insulin jenis rapid-acting atau short-acting. Berikut adalah contohnya dari long-acting insulin:

  • Insulin glargine (Lantus, Toujeo), mampu mencapai pembuluh darah dalam 1-1,5 jam dan mempertahankan kadar gula darah selama kurang lebih 20 jam.
  • Insulin detemir (Levemir), mencapai pembuluh darah sekitar 1-2 jam dan bekerja selama 24 jam.
  • Insulin degludec (Tresiba), masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 30-90 menit dan bekerja selama 42 jam.

Anda bisa saja mendapatkan beberapa jenis suntikan insulin yang berbeda saat terapi, tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Dosis suntik insulin yang diberikan juga berbeda pada setiap orang. Jadi, tanyakan pada dokter yang menangani kondisi Anda terkait jadwal serta dosis suntik insulin.

Sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda terkait rencana dan perubahan dalam pengobatan apa saja yang mungkin Anda lakukan. Pada prinsipnya, pemberian suntik insulin bagi pengidap diabetes adalah dengan mulai dari dosis ringan dan meningkatkannya secara bertahap.

Golongan diabetesi yang perlu rutin suntik insulin

liraglutide

Menurut American Diabetes Association, suntik insulin diperlukan khususnya jika Anda memiliki diabetes tipe 1 untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Diabetes tipe 1 menyebabkan sistem imun menghancurkan sel di dalam pankreas yang bertugas untuk memproduksi insulin alami, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin. Oleh karena itu, mereka membutuhkan suntik insulin segera semenjak pertama kali didiagnosis hingga seumur hidupnya.

Sementara itu, tidak semua penderita diabetes tipe 2 membutuhkan suntikan insulin. Kebanyakan diabetesi tipe dua dapat mengendalikan gula darah mereka dengan obat diabetes minum dan/atau perubahan gaya hidup.

Namun, dokter mungkin menganjurkan Anda untuk mulai suntik insulin jika kedua cara tersebut tidak berhasil mengendalikan gula darah. Beberapa diabetesi tipe 2 lainnya mungkin butuh terapi insulin seumur hidup untuk menggantikan fungsi pankreas yang sudah gagal menghasilkan insulin.

Biasanya hal ini terjadi ketika diabetes Anda sudah tak terkendali akibat pola hidup yang kurang baik. Pada kasus ini, penggunaan obat oral saja tak lagi mampu mengendalikan penyakit diabetes.

Waktu paling tepat untuk mulai terapi insulin

cara memilih dokter internis terbaik

Terapi suntik insulin pada pasien diabetes harus dilakukan sesegera mungkin, setelah diagnosis ditegakkan.  Sementara, penderita diabetes tipe 2 tidak perlu suntikan insulin jika masih bisa mengendalikan gula darahnya dengan obat oral dan gaya hidup sehat.

Jika Anda menderita diabetes dan sudah diberikan obat pengontrol gula darah selama 3-6 bulan, namun kadar gula darah saat cek rutin masih terus berada di atas 200 mm/dL (baik cek gula darah puasa atau setelah makan), ini dapat menandakan Anda mengalami resistensi atau gagal obat sehingga butuh pakai insulin.

“Pada tahap awal, biasanya dokter memang akan memberikan obat-obatan oral. Tetapi setelah 6 tahun, sekitar 50 persen pasien diabetes (tipe 2) perlu insulin agar kadar gula darahnya normal,” kata dr. Agung Pranoto, dilansir dari Kompas.

Meski demikian, keputusan dokter untuk meresepkan insulin pun tidak hanya melihat dari hasil cek gula darah Anda. Dokter juga akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan HbA1C dan seberapa tinggi risiko komplikasi Anda.

Cara suntik insulin untuk pasien diabetes

efek samping insulin

Sebelum Anda melakukan penyuntikan, hal yang harus diperhatikan adalah memperhatikan kondisi cairan insulin itu sendiri dan memeriksa tanggal kedaluwarsa botol insulin Anda.

Pastikan pula bahwa tak terdapat partikel padat atau perubahan warna pada insulin di dalam botol kecilnya.

1. Siapkan alat suntik Anda

Selalu cuci tangan Anda sebelum melakukan suntikan.

Ketika melakukan penyuntikan, pastikan bahwa jarum Anda masih tertutup sehingga masih steril. Setelah Anda membuka penutup jarum, tariklah bagian pendorong untuk mengisi udara ke dalam wadah penampung insulin suntik. Tariklah sebatas jumlah unit yang Anda butuhkan untuk injeksi insulin

2. Menyiapkan botol insulin Anda

Dengan posisi botol insulin menghadap ke atas, suntikkan udara yang telah diambil tadi ke dalam botol vial. Hal ini berguna untuk menyamakan tekanan di dalam botol insulin agar Anda lebih mudah menariknya. Jika Anda menggunakan insulin yang dilarutkan, pastikan bahwa insulin dalam botol Anda sudah tercampur dengan baik. Anda dapat mencampurnya dengan memutarnya di telapak tangan Anda secara perlahan

3. Memindahkan insulin ke alat suntik

Posisikan botol kecil yang berisi insulin suntik Anda secara terbalik.

Jika Anda sudah pernah mengeluarkan insulin dari botol vial yang sama, bersihkan terlebih dahulu dengan tisu yang mengandung alkohol. Kemudian arahkan suntikan dengan posisi jarum berada di atas, dan suntikkan ke dalam botol insulin Anda.

Pastikan bahwa ujung jarum Anda berada dalam cairan insulin, bukan udara yang berada di dalam botol. Kemudian tariklah pendorong pada jarum suntik untuk memindahkan insulin dari botol ke alat suntik sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

4. Hilangkan gelembung

Setelah insulin berada dalam alat suntik, dengan jarum masih berada di atas, ketuk alat suntik dengan jari Anda perlahan untuk menghilangkan gelembung yang berada di dalam tabung insulin agar dosis yang dimasukkan sesuai dengan takaran.

5. Siapkan area injeksi

Suntikan insulin dilakukan di kulit sekitar perut. Dapat juga di sekitar pergelangan tangan, kaki, dan bokong. Namun, yang paling cepat bekerja adalah di sekitar perut dan paling lama bekerja di bokong.

Anda juga dapat menyuntikkannya pada lengan atas jika memang mengandung banyak lemak. Pilihlah area yang tidak terlalu keras.

Jangan lupa untuk membersihkan area injeksi dengan alkohol. Pastikan bahwa area injeksi telah kering sebelum Anda melakukan penyuntikkan. Jangan suntik insulin 5 sentimeter dekat dari pusar.

Cara suntik insulin yang keliru bisa menyebabkan efek samping berupa penebalan jaringan lemak di bawah kulit (lipohipertrofi) bekas suntikan. Untuk mencegahnya, pastikan Anda tidak menyuntik di area yang sama berulang kali.

Berapa kali suntik insulin dalam sehari?

bagian tubuh untuk suntik insulin
Jaringan subkutan di area perut

Sebenarnya, tak ada ukuran pasti berapa kali harus suntik insulin dalam sehari bagi seorang diabetesi. Semuanya bergantung dari kondisi pasien itu sendiri. Apalagi penyebab diabetes pada setiap orang juga berbeda.. Itu sebabnya perlakuan pengobatan tiap pasien pun berbeda-beda.

Dokter mungkin menginstruksikan Anda untuk menggunakan insulin 60 menit sebelum makan, atau sesudah makan. Jumlah insulin yang akan Anda perlukan setiap hari tergantung pada berbagai faktor termasuk diet Anda, tingkat aktivitas fisik, dan seberapa parah diabetes Anda.

Beberapa orang hanya perlu satu kali suntik insulin sehari, sementara yang lain membutuhkan tiga atau empat kali suntik sehari. Dokter Anda mungkin juga mengkombinasikan insulin efek langsung dengan insulin efek lama.

“Pada dasarnya, pemberian suntikan insulin sebaiknya mengikuti pola sekresi fisiologis sel beta kita (pola normal pelepasan insulin tubuh). Ada yang setelah makan, ada yang satu kali pemberian. Tetapi, untuk yang satu kali pemberian, yaitu insulin basal yang bekerja 24 jam, biasanya dikombinasikan dengan obat minum,” ujar dr. Mochammad Pasha, Sp.PD yang ditemui dalam acara Media Briefing Terapi Insulin Baru, Harapan Baru, Selasa, 13 November 2018.

Dr. Pasha juga menambahkan, “Kalau misalnya pasien sudah ditambah obat tapi belum terkontrol juga, biasanya akan langsung disarankan untuk suntik insulin setelah makan. Pilihannya bisa dilakukan pada saat porsi makan yang paling besar, misalnya makan siang.”

Apabila dengan dua kali suntik insulin tersebut kadar gula darah Anda dapat terkontrol dengan baik, dokter biasanya tidak akan menambahkan dosis lagi.

Namun, apabila masih juga belum terkontrol setelah evaluasi tiga bulan, dokter mungkin akan menambahkannya dengan satu kali lagi dosis insulin prandial pada saat porsi makan lain yang lebih banyak dari yang lainnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 22, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca