Diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula dalam darah melonjak. Normalnya, gula yang berada di dalam darah harusnya masuk ke dalam sel tubuh dengan bantuan insulin untuk dipecah menjadi energi agar dapat digunakan oleh tubuh. Namun, pada diabetesi, insulin tidak dapat bekerja sesuai fungsinya. Akibatnya, gula tetap mengalir bebas dalam darah. Untuk membantu insulin bekerja dengan baik, dibutuhkan bantuan obat-obatan dan mungkin juga insulin tambahan. Namun, penggunaan obat suntik insulin terkadang membuat berat badan naik. Apakah jadi gemuk setelah suntik insulin merupakan efek samping insulin yang membahayakan? Simak ulasannya berikut ini.

Mengobati gula darah tinggi dengan insulin

tanda gula darah tinggi dan bagaimana mengatasinya

Sebenarnya, jika dideteksi sejak dini, kadar gula dalam darah yang tinggi dapat diobati hanya dengan perubahan gaya hidup sehat. Sayangnya, menurut Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE yang ditemui dalam acara Media Briefing “Insulin Generasi Baru, Harapan Baru bagi Penyandang Diabetes” (13/11) penyakit ini kadang terlambat dideteksi.

“Istilah silent killer bagi penyakit diabetes terbentuk karena setidaknya, satu dari dua orang yang mengalami diabetes, tidak terdiagnosis dan bahkan mereka tidak menyadari,” ujarnya. Keterlambatan diagnosis itu akhirnya membuat seseorang baru diketahui memiliki diabetes saat berbagai komplikasi sudah muncul. Akibatnya, pengobatan yang dilakukan tak bisa lagi hanya dengan mengandalkan perubahan gaya hidup. Diperlukan obat minum atau bahkan insulin tambahan untuk mencegah kondisi diabetes seseorang bertambah buruk.

Pengobatan diabetes dengan menggunakan insulin diketahui sebagai metode pengobatan yang paling ampuh dalam mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Suntik insulin memberikan hasil yang paling efektif dalam menjaga kadar HbA1C untuk tetap stabil dibandingkan dengan obat-obatan oral. Sekalipun diketahui mampu membawa hasil yang cukup signifikan dalam pengendalian gula darah, nyatanya masih banyak yang “takut” dengan terapi insulin karena beberapa efek sampingnya, seperti hipoglikemia dan kenaikan berat badan.

Mengapa badan jadi gemuk setelah suntik insulin?

berat badan anak naik

Seseorang dengan diabetes biasanya memiliki penampilan fisik yang kurus. Hal ini disebabkan oleh sel-selnya yang kelaparan akibat gula tidak bisa masuk ke dalam sel. Melalui terapi insulin, kondisi pasien diperbaiki, agar gula bisa masuk ke sel tubuh sehingga sel tubuh bisa mendapatkan makanan dan proses metabolisme berjalan dengan normal.

Itulah harapan yang diinginkan oleh setiap dokter dan pasien dengan diabetes. Sayangnya, beberapa pasien mengeluhkan adanya kenaikan berat badan setelah mereka mengonsumsi insulin. Ya, mereka melaporkan bahwa mereka jadi gemuk setelah suntik insulin.

“Kenaikan berat badan karena insulin kadang terjadi akibat dosis insulin short acting atau porsi makan yang tidak terkontrol,” jelas Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo. Insulin short acting adalah insulin kerja cepat yang biasanya diberikan menjelang makan, setidaknya 30 menit. Injeksi insulin kerja cepat ini diharapkan dapat membantu kadar gula darah dalam tubuh pasien tidak melonjak terlalu tinggi pada saat setelah makan.

Seseorang yang jadi gemuk setelah suntik insulin, masih menurut dokter yang akrab disapa dr. Sidar ini, disebabkan oleh kadar gula darahnya yang sebenarnya telah baik. “Jika kadar gula darah seseorang telah bagus, tapi masih suntik, dia pasti akan merasa lapar sebelum jam makan siang—apabila suntiknya pagi. Akibatnya dia akan makan sebelum jamnya, kalau tidak dia akan hipoglikemia,” paparnya.

“Bisa jadi, nanti jam makan siang, pasien akan makan lagi. Akhirnya, porsi makannya jadi double. Begitu diperiksa, dokter mungkin saja menemukan bahwa gula darahnya tidak mengalami penurunan (karena dia makan dengan porsi lebih banyak). Akibatnya ditambahkan lagi dosis insulinnya. Makin ditambah, makin hipoglikemia. Makin hipoglikemia, makin lapar. Akhirnya, ia terus makan, jadi naik beratnya,” tandas Prof. Sidar.

Ketika seseorang menggunakan insulin, gula darah dapat masuk dan dipecah oleh sel tubuh sehingga kadar gula dalam darah menjadi turun. Dengan bantuan insulin, tubuh Anda seolah dapat bekerja seperti semula untuk memecah glukosa dan memberikan Anda tenaga. Lantas, apa yang terjadi jika Anda makan dengan porsi yang berlebih?

Sel tubuh Anda akan mengubah glukosa dalam darah menjadi energi sesuai yang dibutuhkan. Sementara itu, jika tubuh Anda sudah mendapatkan energi yang dibutuhkan dan glukosa masih tersisa, glukosa dalam darah akan disimpan sebagai cadangan lemak. Semakin banyak porsi makan Anda, semakin banyak pula cadangan lemak yang akan menumpuk. Itulah yang menyebabkan Anda jadi gemuk setelah suntik insulin.

Bagaimana supaya badan tidak jadi gemuk setelah suntik insulin?

bagian tubuh untuk suntik insulin

Sekalipun Anda tadinya kurus karena diabetes, kenaikan berat badan secara berlebihan tetap bukanlah indikasi yang baik. Bisa-bisa Anda malah akan jadi obesitas dan pengobatan tidak berjalan dengan optimal. Apa yang harus dilakukan agar badan tidak jadi gemuk setelah suntik insulin?

Kita telah mengetahui bahwa kenaikan berat badan setelah terapi insulin secara umum disebabkan oleh porsi makan yang terlalu banyak atau dosis insulin yang mungkin harus disesuaikan ulang. Maka, mengontrol porsi makan adalah hal penting untuk dilakukan. Kalau bisa, hindari terlalu banyak makan karbohidrat. Sebaliknya, konsumsilah makanan yang mengandung lebih banyak protein.

Menjadi aktif secara fisik juga merupakan perubahan gaya hidup yang harus Anda lakukan secara konstan. Porsi makan yang banyak apabila diimbangi dengan aktivitas fisik yang sesuai akan membantu menjaga berat badan ideal Anda. Namun, perhatikan pula agar jangan sampai olahraga membuat Anda hipoglikemia.

Terakhir, sangat penting untuk peka terhadap tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh Anda. Apabila Anda telah mengonsumsi obat, termasuk insulin sesuai dengan yang dianjurkan, namun rasa lapar datang lebih cepat bisa jadi itu adalah suatu tanda bahwa Anda membutuhkan penyesuaian dosis. Konsultasikanlah dengan dokter Anda sebelum menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca