Prediabetes Tidak Bergejala, Tapi Waspadai 3 Perubahan Tubuh Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda jika penyakit diabetes disebut juga dengan silent killer? Penyakit ini sering kali tidak terdeteksi sehingga diketahui ketika sudah berkembang parah atau menyebabkan komplikasi. Meski begitu, sebenarnya ada fase saat tubuh mulai mengembangkan penyakit ini. Kondisi ini disebut dengan prediabetes.

Jangan cemas, orang yang dinyatakan prediabetes oleh dokter belum tentu terkena penyakit ini selama tindakan pencegahan dilakukan. Agar dapat diketahui lebih dini, adakah gejala prediabetes yang harus diwaspadai? Simak ulasannya berikut ini.

Bagaimana seseorang didiagnosis prediabetes?

Jika diartikan secara singkat prediabetes adalah “sebelum diabetes”. Kondisi ini menjadi alarm bagi seseorang bahwa jika tidak dilakukan tindakan pencegahan, penyakit diabetes dapat menyerang. Prediabetes terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari angka normal secara konsisten, tapi belum cukup tinggi untuk menjadi diabetes tipe 2.

Untuk mendiagnosa prediabetes, dokter akan melakukan serangkaian tes darah sederhana. Seseorang akan dinyatakan prediabetes, jika tes darahnya menunjukkan:

  • Tes HbA1C (gula darah rata-rata) berkisar antara 5,7% sampai 6,4%
  • Tes gula darah puasa (FPG) sekitar 100 mg/dl sampai 125 mg/dl
  • Tes toleransi glukosa oral (OGTT) tidak lebih dari 100 mg/dl

Gejala prediabetes yang mungkin muncul

Tidak seperti pilek yang bisa sembuh tanpa bekas, penyakit diabetes akan terus dimiliki pasien sepanjang hidupnya. Untuk itu, tindakan pencegahan dan mewaspadai gejalanya lebih dini harus Anda lakukan. Sayangnya, pada umumnya prediabetes tidak menunjukkan gejala apa pun.

“Tidak ada cara untuk mengetahui prediabetes tanpa dokter mendiagnosisnya dengan tes darah,” kata Christine Lee, MD, Ketua National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), seperti dilansir dari laman Prevention.

Meski begitu, ada beberapa perubahan yang bisa mendorong Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut pada dokter, di antaranya:

1. Kenaikan berat badan berlebih

Jika Anda merasa berat badan Anda naik berlebihan, apalagi lemak berkumpul di sekitar perut, risiko diabetes bisa meningkat. Perut buncit memberi tekanan pada pankreas yang memproduksi insulin (hormon pengatur kadar gula dalam darah di tubuh).

2. Perubahan pada kulit

Pada beberapa orang dengan prediabetes, insulin yang mulai bekerja tidak normal bisa menimbulkan kulit menjadi lebih tebal dan area tertentu di tubuh jadi menghitam.

3. Memiliki gangguan tidur

Sleep apnea membuat Anda terbangun kaget karena napas yang terhenti sementara dan tiba-tiba. Selain itu, siklus tidur yang terganggu dapat juga mengganggu kadar gula darah dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit