Prediabetes Tidak Bergejala, Tapi Waspadai 3 Perubahan Tubuh Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tahukah Anda jika penyakit diabetes disebut juga dengan silent killer? Penyakit ini sering kali tidak terdeteksi sehingga diketahui ketika sudah berkembang parah atau menyebabkan komplikasi. Meski begitu, sebenarnya ada fase saat tubuh mulai mengembangkan penyakit ini. Kondisi ini disebut dengan prediabetes.

Jangan cemas, orang yang dinyatakan prediabetes oleh dokter belum tentu terkena penyakit ini selama tindakan pencegahan dilakukan. Agar dapat diketahui lebih dini, adakah gejala prediabetes yang harus diwaspadai? Simak ulasannya berikut ini.

Bagaimana seseorang didiagnosis prediabetes?

Jika diartikan secara singkat prediabetes adalah “sebelum diabetes”. Kondisi ini menjadi alarm bagi seseorang bahwa jika tidak dilakukan tindakan pencegahan, penyakit diabetes dapat menyerang. Prediabetes terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari angka normal secara konsisten, tapi belum cukup tinggi untuk menjadi diabetes tipe 2.

Untuk mendiagnosa prediabetes, dokter akan melakukan serangkaian tes darah sederhana. Seseorang akan dinyatakan prediabetes, jika tes darahnya menunjukkan:

  • Tes HbA1C (gula darah rata-rata) berkisar antara 5,7% sampai 6,4%
  • Tes gula darah puasa (FPG) sekitar 100 mg/dl sampai 125 mg/dl
  • Tes toleransi glukosa oral (OGTT) tidak lebih dari 100 mg/dl

Gejala prediabetes yang mungkin muncul

Tidak seperti pilek yang bisa sembuh tanpa bekas, penyakit diabetes akan terus dimiliki pasien sepanjang hidupnya. Untuk itu, tindakan pencegahan dan mewaspadai gejalanya lebih dini harus Anda lakukan. Sayangnya, pada umumnya prediabetes tidak menunjukkan gejala apa pun.

“Tidak ada cara untuk mengetahui prediabetes tanpa dokter mendiagnosisnya dengan tes darah,” kata Christine Lee, MD, Ketua National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), seperti dilansir dari laman Prevention.

Meski begitu, ada beberapa perubahan yang bisa mendorong Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut pada dokter, di antaranya:

1. Kenaikan berat badan berlebih

Jika Anda merasa berat badan Anda naik berlebihan, apalagi lemak berkumpul di sekitar perut, risiko diabetes bisa meningkat. Perut buncit memberi tekanan pada pankreas yang memproduksi insulin (hormon pengatur kadar gula dalam darah di tubuh).

2. Perubahan pada kulit

Pada beberapa orang dengan prediabetes, insulin yang mulai bekerja tidak normal bisa menimbulkan kulit menjadi lebih tebal dan area tertentu di tubuh jadi menghitam.

3. Memiliki gangguan tidur

Sleep apnea membuat Anda terbangun kaget karena napas yang terhenti sementara dan tiba-tiba. Selain itu, siklus tidur yang terganggu dapat juga mengganggu kadar gula darah dalam tubuh.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca