Minum Wine Dapat Menurunkan Risiko Anda Kena Diabetes, Tapi Ada Batasnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Tidak ada yang mengalahkan nikmatnya kumpul bersama teman sepermainan sambil menenggak satu-dua botol bir dingin di malam Minggu. Minum minuman keras pun ternyata bermanfaat bagi tubuh — kalau diminum sewajarnya dan tidak sampai mabuk-mabukan. Salah satu manfaat rutin minum minuman keras, terutama wine, adalah menurunkan risiko diabetes. Simak ulasan faktanya di sini.

Minum wine tiga kali seminggu bisa menurunkan risiko diabetes

Sebuah penelitian di Denmark yang diterbitkan pada jurnal kesehatan Diabetelogia menemukan bahwa konsumsi minuman keras sewajarnya dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Temuan ini terutama menekankan manfaat tersebut bisa didapat jika Anda rutin minum wine, minuman keras yang terbuat dari fermentasi anggur, untuk 2-3 gelas dalam 1 minggu.

Penelitian ini didukung oleh survei pada 70.000 orang partisipan yang diuji dalam kurun waktu 5 tahun. Sebanyak 859 pria dan 887 wanita peserta studi tersebut termasuk orang-orang yang berisiko tinggi untuk terkena diabetes, sementara sisanya memiliki risiko sedang. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa risiko diabetes pada partisipan wanita peminum wine turun sebanyak 32 %, sementara risiko untuk laki-laki menurun hingga 27 persen. Menurut studi tersebut wine nampaknya bermanfaat untuk membantu mengatur kadar gula darah.

Perlu diketahui bahwa satu gelas red wine diperkaya dengan kandungan zat besi, magnesium, potasium, dan lutein juga zeaxanthin yang lebih tinggi. Semua senyawa ini adalah karotenoid yang bisa mengurangi risiko Anda terhadap stroke, katarak, dan degenerasi makular (hilangnya penglihatan sentral akibat kerusakan pada tengah retina, sekaligus penyebab utama kebutaan pada usia 50 tahun ke atas), yang mungkin timbul sebagai komplikasi diabetes. Sementara itu, kandungan alkohol dalam wine dapat meningkatkan HDL, kadar kolesterol baik. Alkohol dalam wine juga dapat membakar kalori di tubuh Anda selama 90 menit setelah Anda selesai minum.

Tapi jangan gampang terlena dengan manfaat kesehatan menggiurkan ini. Pakar kesehatan memperingatkan masyarakat untuk tidak berlebihan mengonsumsi alkohol, baik dalam jumlah maupun frekuensi. Pasalnya, berlebihan mengonsumsi minuman keras malah dapat menjadi senjata makan tuan bagi kesehatan tubuh. Terlalu banyak minum miras dan alkohol dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, sirosis hati, kanker, penyakit jantung, hingga masalah kesuburan.

Berapa batas minum alkohol yang wajar dan bermanfaat?

Buat orang dewasa yang ingin menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi minuman beralkohol seperti bir, winewiski, dan vodka sebenarnya tidak dilarang. Akan tetapi, bukan berarti Anda lantas boleh minum-minum sepuasnya. Porsi minuman keras pun ada batas amannya agar tak berbalik mengancam kesehatan Anda.

Menurut sejumlah penelitian serta badan kesehatan di seluruh dunia, sebaiknya pria dan wanita dewasa tidak mengonsumsi lebih dari empat belas unit alkohol dalam seminggu. Namun, empat belas unit ini tidak boleh diminum sekaligus dalam satu hari. Beri jeda dua sampai tiga hari di mana Anda tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Satu unit alkohol sendiri kira-kira setara dengan takaran berikut:

  • 240 – 280 ml (satu gelas belimbing atau setengah gelas besar) bir dengan kadar alkohol 3–4 persen
  • 50 ml wine atau sake dengan kadar alkohol 12 – 20 persen
  • 25 ml minuman keras seperti wiski, scotch, gin, vodka, dan tequila dengan kadar alkohol 40 persen.

Ingat, setiap produk mengandung kadar alkohol yang berbeda-beda. Selalu perhatikan dan hitung kadar alkohol yang akan Anda pesan. Pasalnya, dua gelas besar bir saja sudah setara dengan minum empat unit alkohol dalam sehari. Maka, sebaiknya jangan pesan atau minum lebih banyak lagi.

Jangan juga minum alkohol dalam keadaan perut kosong akan membuat Anda lebih cepat mabuk. Selain itu, organ hati Anda juga harus bekerja jauh lebih keras untuk memproses alkohol dalam tubuh Anda. Karena itu, sebaiknya makan dulu sebelum Anda minum alkohol jenis apa pun.

Tapi, bukan berarti minum alkohol bisa sepenuhnya menghilangkan risiko diabetes

Profesor Janne Tolstrup dari National Institute of Public Health of The University of Southern dalam penelitian ini mengatakan bahwa penurunan risiko diabetes dapat lebih terlihat pada orang-orang yang minum wine 2-4 kali dalam seminggu daripada orang yang minum hanya sekali saja atau bahkan lebih dari 4 kali. Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa minum minuman beralkohol 3-4 kali seminggu dapat mengurangi risiko terkena diabetes.

Meski begitu, jangan jadikan ini alasan untuk terus minum alkohol sebagai tindak pencegahan penyakit secara mutlak. Untuk mencegah risiko diabetes dan mengendalikan gejalanya agar tidak menimbulkan komplikasi, Anda harus menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan yang baik dan berolahraga rutin. Gunakan obat diabetes sesuai dosis dan cara pakai, jika diresepkan oleh dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020