Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Rosacea

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apa itu rosacea?

Rosacea adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang mempengaruhi kulit dan terkadang mata. Karakteristik dari kondisi ini ditandai dengan kemerahan, jerawat, dan penebalan kulit pada tahap lanjut. Rosacea biasanya terjadi pada wajah. Kulit pada bagian atas tubuh jarang terlibat. Ada 4 subtipe rosacea, masing-masing memiliki gejalanya sendiri. Rosacea memiliki ciri khas merah, kecil, bintik yang berisi nanah pada kulit. Seseorang dapat memiliki lebih dari satu jenis rosacea dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, rosacea hanya mempengaruhi kulit pada hidung, pipi dan dahi. Penyakit ini biasanya kambuh dalam suatu siklus, yang berarti Anda dapat mengalami gejala untuk beberapa minggu atau bulan, lalu gejala menghilang dan kemudian akan kembali.

Jenis-jenis rosacea

Subtipe 1, erythematotelangiectatic rosacea (ETR), berupa kemerahan pada wajah dan pembuluh darah yang terlihat.

Subtipe 2, papulopustular (atau jerawat) rosacea, berupa benjolan seperti jerawat dan sering terjadi pada wanita paruh baya.

Subtipe 3, rhinophyma, jarang terjadi dan berupa penebalan kulit hidung. Biasanya terjadi pada pria dan disertai subtipe rosacea lainnya.

Subtipe 4 adalah rosacea ocular, dan gejalanya terjadi pada area mata.

Gejala-gejala rosacea

Tanda-tanda dari rosacea ETR (subtipe 1):

  • Kemerahan pada wajah
  • Pembuluh darah pecah yang terlihat
  • Kulit membengkak
  • Kulit sensitif
  • Kulit perih dan terbakar
  • Kulit kering dan kasar

Tanda-tanda dari rosacea jerawat (subtipe 2):

  • Timbulnya seperti jerawat dan kulit sangat merah
  • Kulit berminyak
  • Kulit sensitif
  • Pembuluh darah pecah yang terlihat
  • Bagian kulit yang timbul

Tanda-tanda kulit menebal (subtipe 3)

  • Tekstur kulit yang tidak halus
  • Kulit hidung menebal
  • Kulit pada dagu, dahi, pipi dan telinga menebal
  • Pori-pori membesar
  • Pembuluh darah pecah terlihat

Tanda-tanda ocular rosacea (subtipe 4)

  • Mata merah dan berair
  • Mata terasa seperti berpasir
  • Sensasi terbakar dan perih pada mata
  • Mata kering dan gatal
  • Mata sensitif pada cahaya
  • Kista pada mata
  • Berkurangnya penglihatan
  • Pembuluh darah pecah pada kelopak mata

Apa penyebab rosacea?

Penyebab rosacea belum diketahui. Kemungkinan adalah kombinasi faktor keturunan dan lingkungan. Beberapa hal dapat memperburuk gejala rosacea, seperti:

  • Makanan pedas
  • Minuman beralkohol
  • Bakteri Helicobacter pylori pada usus
  • Tungau kulit demodex dan bakteri Bacillus oleronius yang dibawa
  • Cathelicidin (protein yang melindungi kulit dari infeksi)

Bagaimana cara mengatasi rosacea?

Walau tidak ada penyembuhan untuk rosacea, namun rosacea dapat ditangani dan dikendalikan. Dermatolog biasanya dapat menangani rosacea. Tujuan dari perawatan adalah untuk mengendalikan kondisi dan memperbaiki penampilan kulit pasien. Diperlukan beberapa minggu atau bulan perawatan sampai pasien merasakan perubahan pada kulit.

Beberapa dokter akan meresepkan antibiotik topikal, yang diaplikasikan langsung pada kulit. Untuk pasien dengan kasus yang parah, dokter biasanya meresepkan antibiotik oral. Benjolan dan “jerawat” dapat merespon terhadap perawatan, namun warna kemerahannya akan sulit dihilangkan. Baru-baru ini, ditemukan gel topikal yang dapat mengurangi kemerahan akibat rosacea.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

    Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Penyakit Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

    Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab dari eksim alias dermatitis atopik?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Dermatitis Seboroik

    %%title%% adalah jenis eksim di kulit kepala. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, dan perawatan rumahannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Penyakit Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

    Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    komplikasi dermatitis

    Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    dermatitis numularis

    Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    dermatitis kontak

    Dermatitis Kontak

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    dermatitis atopik eksim

    Dermatitis Atopik (Eksim)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit