Mengatasi dan Mencegah Kulit Iritasi Akibat Klorin Setelah Berenang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kolam renang biasanya menggunakan klorin untuk membantu menjernihkan dan membunuh bakteri dan mikroba lainnya di dalam air. Klorin yang digunakan biasanya merupakan produk turunan dari sodium hipoklorit atau yang banyak dikenal sebagai kaporit. Namun, beberapa orang ternyata cukup sensitif terhadap bahan yang satu ini hingga bisa menimbulkan ruam kulit akibat klorin.

Gejala ruam kulit akibat klorin

reaksi alergi

Pada sebagian orang, klorin bisa mengiritasi kulit, mata, dan sistem pernapasan. Ketika seseorang mengalami ruam setelah berenang, tandanya ia mengalami kondisi yang disebut dengan dermatitis kontak. Dermatitis kontak terjadi ketika seseorang terpapar iritan. Dalam konteks ini, iritan yang dimaksud adalah klorin.

Saat Anda mengalami iritasi kulit akibat klorin, ada berbagai gejala yang biasanya muncul, yaitu:

  • Kulit kering dan pecah-pecah.
  • Bercak merah, gatal, bengkak, dan bersisik pada kulit.
  • Kulit terbakar, perih menyengat, atau gatal.
  • Kulit pecah-pecah dan berdarah jika terlalu sering kontak dengan klorin.
  • Munculnya luka atau lepuhan.

Jika Anda tidak menghiraukan berbagai gejala ini dan justru tetap bersentuhan dengan klorin atau tetap berenang, gejala yang muncul akan semakin parah.

Pilihan pengobatan untuk ruam kulit akibat klorin

krim pemutih wajah

Ruam kulit akibat klorin bisa ditangani dengan obat-obatan bebas yang dijual di pasaran, seperti:

Krim hidrokortison

Krim yang satu ini dijual bebas di pasaran sehingga bisa dibeli tanpa memerlukan resep. Krim ini berfungsi untuk membantu meredakan gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Gunakan dua hingga empat kali sehari pada kulit yang memerah. Oleskan tipis-tipis dan ratakan hingga krim meresap. Namun, sebagian dokter tidak menyarankan mengoleskan krim hidrokortison pada wajah.

Krim Benadryl (diphenhydramine)

Selain krim hidrokortison, Anda juga bisa membantu meringankan gejala ruam klorin dengan krim Benadryl. Bahan yang satu ini membantu meringankan gatal dan iritasi. Gunakan selama kurang lebih empat kali sehari ke seluruh area kulit yang mengalami ruam.

Losion dan krim emolien

Losion dan krim emolien membantu melembapkan kulit yang kering akibat klorin. Anda bisa menggunakannya selang-seling dengan krim obat. Pilihlah losion yang bebas pewangi dan hipoalergenik untuk menghindari iritasi pada ruam Anda.

Mencegah ruam akibat klorin saat berenang

olahraga untuk pasien skoliosis

Untuk mencegah ruam klorin, beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

  • Mandi sebelum berenang untuk membilas keringat dan minyak di kulit yang bisa bereaksi negatif terhadap klorin.
  • Segera mandi setelah selesai berenang.
  • Jangan terlalu sering berenang dalam kolam yang mengandung klorin.
  • Jangan terlalu lama berenang di dalam kolam yang berklorin.
  • Gunakan losion pada kulit sebelum berenang untuk menghalangi paparan langsung klorin ke kulit.
  • Setelah membilas tubuh, gunakan losion lembut tanpa bahan pewangi untuk membantu melembapkan kulit.

Kapan harus pergi ke dokter?

Biasanya, ruam akibat klorin tidak sampai membutuhkan perawatan dokter. Namun, jika gejalanya semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda bisa mengonsultasikannya ke dokter.

Dokter biasanya akan meresepkan krim steroid yang cukup kuat untuk membantu menyembuhkan ruam. Jangan sampai Anda menyepelekannya karena bisa berakibat fatal. Semakin cepat diobati, maka iritasi kulit akan lebih cepat pulih.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca