home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengatasi dan Mencegah Kulit Iritasi Akibat Klorin Setelah Berenang

Mengatasi dan Mencegah Kulit Iritasi Akibat Klorin Setelah Berenang

Kolam renang biasanya menggunakan klorin untuk membantu menjernihkan dan membunuh bakteri dan mikroba lainnya di dalam air. Klorin yang digunakan biasanya merupakan produk turunan dari sodium hipoklorit atau yang banyak dikenal sebagai kaporit. Namun, beberapa orang ternyata cukup sensitif terhadap bahan yang satu ini hingga bisa menimbulkan ruam kulit akibat klorin.

Gejala ruam kulit akibat klorin

reaksi alergi

Pada sebagian orang, klorin bisa mengiritasi kulit, mata, dan sistem pernapasan. Ketika seseorang mengalami ruam setelah berenang, tandanya ia mengalami kondisi yang disebut dengan dermatitis kontak. Dermatitis kontak terjadi ketika seseorang terpapar iritan. Dalam konteks ini, iritan yang dimaksud adalah klorin.

Saat Anda mengalami iritasi kulit akibat klorin, ada berbagai gejala yang biasanya muncul, yaitu:

  • Kulit kering dan pecah-pecah.
  • Bercak merah, gatal, bengkak, dan bersisik pada kulit.
  • Kulit terbakar, perih menyengat, atau gatal.
  • Kulit pecah-pecah dan berdarah jika terlalu sering kontak dengan klorin.
  • Munculnya luka atau lepuhan.

Jika Anda tidak menghiraukan berbagai gejala ini dan justru tetap bersentuhan dengan klorin atau tetap berenang, gejala yang muncul akan semakin parah.

Pilihan pengobatan untuk ruam kulit akibat klorin

krim pemutih wajah

Ruam kulit akibat klorin bisa ditangani dengan obat-obatan bebas yang dijual di pasaran, seperti:

Krim hidrokortison

Krim yang satu ini dijual bebas di pasaran sehingga bisa dibeli tanpa memerlukan resep. Krim ini berfungsi untuk membantu meredakan gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Gunakan dua hingga empat kali sehari pada kulit yang memerah. Oleskan tipis-tipis dan ratakan hingga krim meresap. Namun, sebagian dokter tidak menyarankan mengoleskan krim hidrokortison pada wajah.

Krim Benadryl (diphenhydramine)

Selain krim hidrokortison, Anda juga bisa membantu meringankan gejala ruam klorin dengan krim Benadryl. Bahan yang satu ini membantu meringankan gatal dan iritasi. Gunakan selama kurang lebih empat kali sehari ke seluruh area kulit yang mengalami ruam.

Losion dan krim emolien

Losion dan krim emolien membantu melembapkan kulit yang kering akibat klorin. Anda bisa menggunakannya selang-seling dengan krim obat. Pilihlah losion yang bebas pewangi dan hipoalergenik untuk menghindari iritasi pada ruam Anda.

Mencegah ruam akibat klorin saat berenang

olahraga untuk pasien skoliosis

Untuk mencegah ruam klorin, beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

  • Mandi sebelum berenang untuk membilas keringat dan minyak di kulit yang bisa bereaksi negatif terhadap klorin.
  • Segera mandi setelah selesai berenang.
  • Jangan terlalu sering berenang dalam kolam yang mengandung klorin.
  • Jangan terlalu lama berenang di dalam kolam yang berklorin.
  • Gunakan losion pada kulit sebelum berenang untuk menghalangi paparan langsung klorin ke kulit.
  • Setelah membilas tubuh, gunakan losion lembut tanpa bahan pewangi untuk membantu melembapkan kulit.

Kapan harus pergi ke dokter?

Biasanya, ruam akibat klorin tidak sampai membutuhkan perawatan dokter. Namun, jika gejalanya semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda bisa mengonsultasikannya ke dokter.

Dokter biasanya akan meresepkan krim steroid yang cukup kuat untuk membantu menyembuhkan ruam. Jangan sampai Anda menyepelekannya karena bisa berakibat fatal. Semakin cepat diobati, maka iritasi kulit akan lebih cepat pulih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to identify a chlorine rash

https://www.medicalnewstoday.com/articles/323134.php?sr accessed on December 12th 2018

What Is a Chlorine Rash, and How Is It Treated?

https://www.healthline.com/health/chlorine-rash accessed on December 12th 2018

An Overview of Chlorine Rash

https://www.verywellhealth.com/chlorine-rash-4174222 accessed on December 12th 2018

 


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 15/11/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x