Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Eksim adalah salah satu jenis turunan dari penyakit kulit yang bernama dermatitis. Penyakit ini bisa terjadi pada semua orang di segala usia. Nah, masyarakat Indonesia mungkin lebih akrab dengan istilah eksim kering dan eksim basah. Apa yang membedakan keduanya? 

Apa itu eksim kering dan eksim basah?

Pada kenyataannya, tidak ada yang disebut dengan eksim kering dan eksim basah. Penyebutan nama lain dari eksim yang diakui oleh dunia kedokteran hanyalah dermatitis atopik. Eksim alias dermatitis atopik adalah peradangan kronis yang menyerang lapisan dan kulit tampak merah, terasa gatal, kering, dan kasar.

Gejala utama dermatitis adalah ruam bengkak kemerahan yang tampak sangat kering dan terasa gatal. Rasa gatal yang menyertainya bisa sangat ringan atau bahkan sangat parah. Melansir penjelasan National Eczema Association, gejala-gejala eksim tersebut biasanya muncul pada satu bagian kulit, misalnya pada muka, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, serta eksim pada tangan dan kaki.

Ruam kering bersisik khas eksim juga dapat muncul di bagian tubuh lain seperti kulit kepala, pergelangan kaki dan tangan, leher, dada bagian atas, lipatan mata, kulit di tulang kering, hingga selangkangan. Di mana ruam tersebut muncul menandakan jenis dermatitis yang Anda miliki.

Nah, kondisi kulit yang kasar bersisik dan ruam kemerahan kering yang muncul akibat dermatitis atopik inilah yang sering dianggap sebagai eksim kering.

Pada kasus yang serius, kulit yang terdampak dapat terasa sakit atau nyeri ketika disentuh, dan dapat disertai lepuhan kecil. Bintil lepuhan tersebut dapat pecah atau mengelupas dan mengeluarkan cairan yang kemudian membentuk kerak. Bintil berair inilah yang sering disebut sebagai eksim basah.

Apabila ruam eksim terus digaruk, lapisan kulit akan mengalami kerusakan sehingga akhirnya menimbulkan luka terbuka sebagai jalan masuknya infeksi virus dan bakteri. Luka terbuka yang diakibatkan oleh dermatitis atopik juga sering disebut sebagai eksim basah.

Eksim basah dan kering mungkin menandakan jenis eksim yang dialami

Menyimpulkan kembali penjelasan di atas, eksim kering dan eksim basah sebetulnya hanyalah penyebutan awam bagi perbedaan gejala eksim yang muncul pada kulit.

Eksim tidak dikelompokkan berdasarkan tekstur kulit yang basah atau kering. Eksim secara resmi dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pemicu gejala dan penyebabnya.

Nah, pada dasarnya hampir semua jenis dermatitis menyebabkan kulit kering dan kasar hingga bahkan retak atau pecah-pecah. Namun, jenis eksim tertentu mungkin lebih menonjolkan gejala-gejala yang dapat berubah menjadi ruam basah sementara lainnya tidak demikian.

Menurut National Eczema Society, selain eksim atopik, jenis dermatitis yang juga umum ditemukan adalah:

1. Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan adalah peradangan kulit yang dipicu oleh paparan dengan bahan iritan, seperti kandungan asam, cairan pemutih, cairan pembersih, kerosene, dan deterjen.

Gejala yang umum ditimbulkan oleh dermatitis kontak iritan adalah kulit yang terasa perih, panas, dan gatal. Penampakannya sering terlihat sebagai kulit kering atau retak. Ini mengapa banyak orang yang sering menyebutnya sebagai eksim kering.

Meski demikia, beberapa kasus dermatitis kontak iritan tertentu dapat sampai memunculkan bintil berair yang bisa pecah sehingga sering disebut sebagai eksim basah.

3. Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit mengalami reaksi alergi setelah kontak dengan zat asing sehingga menyebabkan gatal dan iritasi.

Penyebab umum dermatitis kontak alergi meliputi emas/nikel atau bahan metal lainnya, zat pewangi, sarung tangan lateks, bahan kosmetik, hingga tumbuhan poison oak atau poison ivy.

Pada eksim ini, ruam merahnya akan tampak kering dan muncul pada area yang tersentuh zat dalam 24 sampai 48 jam. Kemungkinan besar, dermatitis kontak alergi inilah yang juga dapat disebut dengan eksim kering.

Namun, eksim alergi juga dapat disertai gejala khas reaksi alergi seperti pembengkakan pada mata, muka, atau selangkangan.

4. Eksim dishidrotik

Eksim dishidrotik atau dishidrosis adalah kemunculan bintil-bintil kecil berisi cairan dan terasa gatal pada permukaan kulit telapak tangan dan/atau telapak kaki serta di sela-sela jari.

Lepuhan ini dapat terus muncul dan berlangsung sekitar 3 minggu. Bintil-bintil berisi cairan ini sering dikira sebagai eksim basah.

Saat lepuhan menjadi kering, kulit yang terkena eksim akan menjadi pecah-pecah yang terasa sakit. Jika Anda menggaruk area eksim yang kering, Anda juga akan merasa kulit terasa lebih tebal dan kenyal. Ini yang disebut sebagai eksim kering.

Eksim dishidrotik lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Eksim dishidrosis bisa disebabkan oleh paparan kromium (umumnya terdapat pada garam), alergi, tangan/kaki yang lembap, dan stres.

5. Neurodermatitis

Neurodermatitis menyebabkan adanya bercak tebal dan bersisik yang muncul di kulit Anda. Eksim ini biasanya sering dialami pada orang yang memiliki kulit kering atau psoriasis lainnya.

Masih belum diketahui apa yang menyebabkan neurodermatitis, meskipun beberapa dokter menduga stress bisa menjadi pemicunya.  

6. Eksim nummular

Jenis eksim nummular umumnya menimbulkan lepuhan berbentuk bulat di tubuh.

Eksim nummular dapat dipicu oleh reaksi terhadap gigitan serangga atau oleh reaksi alergi terhadap logam dan bahan kimia.

Gejala eksim numular awalnya bisa memperlihatkan peradangan kulit yang basah, tapi saat kulit mulai berkerak maka akan muncul borok kering yang menutupi bagian kulit tersebut.

7. Eksim statis

Eksim statis merupakan eksim yang terjadi saat cairan bocor keluar dari pembuluh darah vena dan masuk ke dalam kulit Anda. Hal ini biasanya disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah (varises).

Cairan yang bocor ini bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan nyeri pada kulit. Inilah yang mungkin disebut dengan eksim basah oleh kebanyakan orang Indonesia.

8. Eksim asteatotik

Jenis eksim ini sebagian besar dialami oleh orang di atas usia 60 tahun. Penyebabnya eksim asteatotic hingga kini  tidak diketahui tetapi dapat dikaitkan dengan:

  • Kulit yang terlalu kering
  • Kulit yang terlalu bersih
  • Terlalu sering mandi air panas
  • Mengeringkan kulit secara berlebihan

Eksim asteatotik awalnya muncul di kulit kaki bagian tulang kering. Bagian tubuh lain yang bisa terkena eksim kering adalah lengan atas, paha dan punggung bawah.

Ruam yang muncul terlihat berwarna merah muda hingga merah, tetapi cenderung hanya memengaruhi lapisan kulit di sekitar permukaan. Dari gejala yang ditunjukkannya eksim ini termasuk eksim kering.

Sekali lagi ditegaskan bahwa tidak ada yang namanya eksim kering maupun eksim basah. Kemungkinan besar, Anda memiliki salah satu jenis eksim di atas. Oleh karena itu, diskusikan lebih lanjut dengan dokter mengenai gejala yang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit